Who Is Adam?

Who Is Adam?
Aku Memilihmu



Kini Leo dan Cindy sudah berada di Caffe pilihan dari Cindy, mereka terlihat sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi latte di sore hari.


Cindy nampak mengelus lembut tangan Leo, lalu kemudian dia pun menatap Leo dengan lekat.


"Apakah kamu masih mencintainya, Mas?" tanya Cindy.


Leo terlihat kaget saat mendengar pertanyaan dari Cindy, tentu saja dia sudah tidak mencintai Catherine lagi.


Bahkan saat dia melihat Catherine sedang bersama dengan lelaki lain, hatinya tidak merasa cemburu.


Dia merasa biasa-biasa saja, dia hanya merasa kecewa karena Catherine telah membohongi dirinya.


Jika memang dia merasa sudah tak cocok dengan Leo, apa salahnya untuk Catherine berkata dengan jujur tanpa menutupi apa pun.


Bukan malah berbohong dengan mengatakan jika dirinya tak bisa bersama, karena harus bekerja di luar negeri.


Leo mengecup punggung tangan Cindy dengan lembut sekali, lalu dia membalas tatapan mata Cindy dengan lekat.


"Aku sudah tidak mencintainya, aku sudah menentukan pilihan yang terbaik untuk hidupku. Wanita yang pantas untuk menemani diriku hingga ajal menjemput," ucap Leo.


Wajah Cindy terlihat merona mendengar ucapan dari Leo, menurutnya Leo selalu saja bisa membuat dirinya merasakan senang dan terbang melayang.


"Jangan pernah memikirkan Catherine lagi, karena aku sudah membuka hatiku hanya untukmu." Leo lalu menjawil dagu Cindy, membuat wajahnya semakin merona.


"Maaf jika pertanyaanku menyinggung perasaan kamu, Mas. Aku hanya tak ingin menikah dengan seorang pria yang tidak mencintaiku, aku takut nanti saat aku sudah membuka hati untukmu, tapi kamu malah menyakitiku," kata Cindy.


"Tak akan, Sayang. Aku sudah menentukan pilihan, maka aku tak akan pernah mengubah keputusanku," ucap Leo.


"Terima kasih," kata Cindy.


...****************...


Satu minggu terasa cepat berlalu, persiapan acara pernikahan Leo dan Cindy pun sudah terlihat sempurna.


Hari ini Leo dan Cindy akan mengucapkan janji suci pernikahan, mereka akan menikah di kediaman Cindy.


Itu semua karena permintaan dari Cindy sendiri, sebenarnya Leo ingin melaksanakankan acara pernikahannya di hotel berbintang.


Namun, Cindy berkata akan lebih baik rasanya jika pernikahannya dilaksanakan di rumah orang tuanya saja.


Akhirnya, halaman rumah tuan Bram yang sangat luas pun disulap menjadi tempat berlangsungnya acara pernikahan dan Acara resepsi pernikahan Leo dan juga Cindy.


Dari pagi hari Leo terlihat sangat gugup, Berkali-kali dia memandang wajahnya di cermin sambil meremat kedua tangannya secara bergantian.


Karena dia harus menghapalkan kalimat Qabul yang nanti akan diucapkan, dia benar-benar takut salah berucap.


"Ekhm," beberapa kali Leo bahkan terdengar berdehem untuk menetralkan perasaan gugupnya.


Gracia langsung masuk ke dalam kamar Leo dan menepuk pundaknya dengan pelan, Leo yang kaget pun langsung memalingkan wajahnya


Saat melihat keberadaan Gracia, dia pun langsung mendelik sebal. Karena, adik sepupunya itu selalu saja mengagetkan dan meledek dirinya.


"Cie... yang dikit lagi mau jadi manten. Gugup bener roman-romannya," ledek Gracia.


Satu kotak tisu langsung melayang ke arah wajahnya Gracia, Gracia dengan sigap langsung memundurkan tubuhnya.


"Ngga kena, wleee." Gracia terlihat menjulurkan lidahnya.


Leo terlihat sangat kesal, kalau saja hari ini bukan hari pernikahannya, mungkin dia sudah menghampiri Gracia dan mencekik lehernya.


"Sinting! Punya adik sepupu sinting, Kakak sumpahin bentar lagi kamu dilamar sama cowok super nyebelin, biar nyaho!" kesal Leo.


Mendengar apa yang dikatakan Leo, Gracia malah tertawa dengan terbahak-bahak. Dia merasa lucu dengan apa yang diucapkan oleh Kakak sepupunya tersebut.


"Sudah-sudah, kalian jangan berantem terus. Ayo kita berangkat, calon Papa mertua kamu sudah menelpon kita. Katanya acaranya sudah siap," ucap Mom Maura.


Leo terlihat menghela napas panjang, lalu mengeluarkannya dengan perlahan. Kemudian, dia pun bangun dan memeluk Mom Maura.


"Jangan gugup seperti itu, ini belum apa-apa," Ucap Mom Maura seraya tersenyum meledek.


"Ck! Mom sama saja dengan Gracia, bisanya meledek aku doang," kata Leo.


Mendengar ucapan putranya, Mom Maura langsung tersenyum. Lalu, dia pun mengelus lembut lengan putranya.


"Mom baru tahu, ternyata Macan garang Mommy kini berubah jadi Meong yang penaku." Mom Maura langsung tertawa, begitu juga Gracia.


"Mom, aku hanya gugup." Leo terlihat mengeratkan pelukannya.


"Jangan lebay, Kak. Mendingan sekarang buruan kita berangkat, kalau nggak nanti Kakak dicoret jadi calon mantu," ucap Gracia.


"Dasar adik, laknat!" keluh Leo.


Melihat perdebatan antara Leo dan juga Gracia, Mom Maura terlihat tersenyum. Lalu, mom Maura terlihat menuntun Leo agar segera keluar dari dalam kamarnya.


Karena, mereka harus segera berangkat ke kediaman Tuan Bram untuk melaksanakan acara pernikahan Leo dan Cindy.