
Leo terlihat gugup sekali, tangannya terlihat basah. Dahinya juga berkeringat, wajahnya pun terlihat pucat.
Sebenarnya penampilannya sudah sangat memukau, dia begitu tampan dengan baju pengantin adat jawa yang dia pakai.
Cidy pun terlihat begitu cantik dengan kebaya pengantinnya, mereka sengaja mengusung pengantin adat jawa, sesuai dengan keinginan Mom Maura.
Mom Maura memang turunan Turki-Australia, namun almarhum suaminya asli orang jawa. Dia ingin mengenang saat-saat dia menikah dengan almarhum suaminya dulu.
Keluarga Cindy tentu saja menurut, yang terpenting semuanha senang.
Ternyata mengucapkan kalimat kabul tak semudah yang ditonton di dalam video, menurut Leo.
Karena baru berhadapan dengan Tuan Bram saja, dia sudah gugup ta karuan. Sudah beberapa kali pak penghulu mengajarkan Leo untuk mengucap kalimat kabulnya, namun otaknya seakan ngebleng.
Tuan Bram juga ikut membantu, setelah mengucapkan kalimat ijabnya dia menghentakkan tangannya, Leo pun dengan cepat mengucapkan kalimat kabulnya.
Sayangnya, Leo tak kunjung benar dalam pelapalannya. Padahal, tadi malam dia sudah menghapalnya.
Bahkan dia sudah begitu pasih, dalam pelapalannya. Namun, entah kenapa saat Leo berhadapan dengan sang calon mertua, kata-kata yang terangkai di dalam kalimat kabul terasa berloncatan dari dalam kepalanya.
Apa lagi saat melirik ke arah sampingnya, Lep makin terlihat gugu saat melihat Cindy yang terlihat sangat cantik dan mempesona.
Kalau saja boleh memilih, Leo akan dengan senang hati menggendong Cindy dan mengajaknya langsung masuk ke dalam kamar. Tidak usah ada acara ijab-kabul, namun langsung bertempur saja di atas kasur.
Mom Maura langsung tersenyum melihat ke gugupan di wajah putranya, dia menghampiri Leo dan mengusap lembut pundak putranya tersebut.
"Jangan gugup, rileks. Tarik napas dalam, keluarkan dengan perlahan. Mom yakin kamu pasti bisa," kata Mom Maura.
Leo terlihat tersenyum, lalu dia pun mengangguk kan kepalanya. Setelah mendapatkan ucapan lembut dari ibunya, dia merasa kekuatannya makin bertambah.
Akhirnya, acara ijab-kobul pun dilaksanakan. Setelah Tuan Bram mengucapkan kata ijab, dia pun langsung menghentakkan tangannya.
Setelah itu Leo pun langsung mengucapkan kata kabulnya, semua orang nampak tertawa karena Leo salah dalam mengucapkan kalimat kabulnya.
Cindy hanya bisa tersenyum kecut melihat kelakuan calon suaminya itu, sedangkan Adam yang merasa tak tahan pun langsung maju ke depan.
Setelah berada tepat dibelakang Leo, Adam lalu membungkuk dan berbisik tepat di samping telinga Leo.
"Cepat ucapkan kalimat kabulnya dengan benar, kalau tidak... tidak akan ada acara buka segel," ucap Adam.
Setelah mengucapkan hal tersebut, Adam langsung pergi seraya tersenyum. Sedangkan Leo terlihat semakin was-was, dia langsung memejamkan matanya.
Setelah merasa siap, Leo pun langsung berkata kepada pak penghulu jika dia sudah siap untuk melaksanakan ijab-kabulnya.
Tuan Bram langsung tersenyum, lalu dia pun kembali menjabat tangan Leo. Setelah mengucapkan kalimat ijabnya Tuan Bram langsung menghentakkan tangannya, dengan cepat Leo menarik napas panjang lalu Leo pun mengucapkan kalimat kabulnya dengan lantang.
"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya Pak penghulu.
"Sah!" seru semua tamu yang hadir.
Mendengar kata sah, Leo pun langsung menggendong Cindy dan membawa wanita yang baru saja menjadi istrinya tersebut untuk berputar-putar.
Para tamu undangan yang hadir beserta keluarga, nampak tertawa dengan terbahak-bahak melihat tingkah Leo yang dirasa konyol.
Cindy terlihat memekik kaget, dia langsung memukul pundak suaminya dan memintanya untuk menurunkan dirinya.
Leo pun langsung menghentikan aksinya, lalu mengecup bibir Cindy untuk pertama kalinya dan menurunkannya.
Cindy nampak tersipu, berbeda dengan Leo yang terlihat bangga karena sudah berhasil menjadikan Candy sebagai istrinya.
Bayangan-bayangan erotis yang akan dia lalui dengan Cindy nanti malam pun langsung melompat-lompat dengan ceria di otak messum Leo.
Berbeda dengan para tamu yang hadir, mereka langsung menyoraki Leo dengan kencang.
Leo seolah tidak perduli, dia malah mencondongkan wajahnya. Lalu, dia pun segera berbisik di dekat telinga istrinya.
"Bersiaplah, Sayang. Malam nanti aku tidak akan membuatmu tidur semalam suntuk," kata Leo.
Cindy langsung memelototkan suaminya, bahkan satu cubitan dia daratkan di paha Leo.
"Aduh, sakit, Sayang. Di elus aja, biar makin semangat," ucap Leo.
Pak penghulu dan Tuan Bram langsung tertawa mendengar dan menyaksikan tingkah konyol Leo.
Jika pasangan pengantin baru tersebut sedang terlihat bahagia, berbeda dengan seorang laki-laki yang kini sedang menatap Leo dan juga Cindy dengan tatapan tidak suka.
Wajahnya terlihat memerah menahan amarah, bahkan kedua tangannya pun terlihat menghapal dengan sangat sempurna.
Dia begitu merasa tak rela saat cindy menikah dengan Leo, dia sangat benci dengan keadaan ini. Walaupun pada kenyataannya, dia merasa mang hanya ingin harta milik Cindy saja.
"Lihat saja, Cindy. Aku tidak akan membiarkan rumah tanggamu bahagia bersama lelaki itu, akan aku pastikan jika kamu akan kembali ke pelukanku," ucap lelaki tersebut.