Who Is Adam?

Who Is Adam?
Pemberitahuan Novel Baru



Selamat malam semuanya, selamat beristirahat. Untuk yang suka novel bergenre horor, bisa mampir ke karya baru Othor yang berjudul Tumbal Perawan.


Klik profil Cucu Suliani atau langsung klik novel dengan judul Tumbal Perawan, semoga kalian suka.


Cuplikan potongan Bab 1


Punya apa kamu? Penjual tempe di pasar saja belagu! Jangan ngimpi kamu, pake acara ngelamar anak saya segala!” Pak Didi berkata dengan sangat ketus, pada Aldo yang nota bene hanya seorang penjual tempe di pasar tradisional.


Mendengar kata kasar yang keluar dari mulut pak Didi, membuat Aldo ingin merobek mulutnya.


Akan tetapi, Aldo sangat sadar. Jika lelaki yang ada di hadapannya itu, adalah bapak dari wanita yang sangat dia cintai.


Bapak kandung dari wanita, yang sudah dia pacari sejak masa SMA. Aldo dan Arumi, sudah enam tahun lamanya berpacaran.


Karena keterbatasan biaya, setelah lulus SMA, Aldo berjualan tempe di pasar. Melanjutkan usaha almarhum bapaknya.


Berbeda dengan Arumi yang langsung melanjutkan pendidikannya. Sampai akhirnya, dia menjadi seorang Dokter umum di kotanya.


“Tapi, Pak. Saya dan Arumi saling mencintai, tolong restui kami, Pak." Aldo berucap dengan memelas.


Aldo benar-benar tidak tahu, harus dengan cara apa lagi dia berbicara pada bapaknya Arumi. Karena semakin Aldo berbicara, pak Didi terlihat semakin emosi.


Begitu sulit pikirnya, berbicara dengan orang tua dari sang pujaan hati.


“Tidur lagi sana, mimpi saja terus! Jangan harap saya bakal izinin kamu buat meminang anak saya!” tegas Pak Didi.


Arumi yang sedari tadi diam saja, merasa geram akan sikap bapaknya. Tak bisakah bapaknya itu berbicara dengan baik? tanyanya dalam hati.


Arumi tahu, jika bapaknya memanglah orang terkaya di kota tempat mereka tinggal. Berbeda dengan Aldo yang hanya orang biasa.


Akan tetapi, bukan berarti pak Didi bisa menghina Aldo dengan seenak jidatnya, bukan?


“Pak, jangan menghina Mas Aldo terus. Arumi sayang sama Mas Aldo." Arumi berkata dengan bibir bergetar menahan tangis.


Padahal, pak Didi sangat tahu. Jika Arumi tidak pernah dekat dengan lelaki mana pun, karena hanya Aldo yang dia sayang.


“Tidak usah kamu bela lelaki miskin itu! Mau makan apa kamu, kalau sampai menikah dengannya?" geram Pak Didi.


Pak Didi semakin tersulut emosinya, saat Arumi berusaha untuk membela lelaki yang tidak dia sukai.


Menurutnya, Aldo hanya lelaki miskin yang tak perlu di bela. Bahkan tak pantas untuk menjadi suami dari putrinya.


“Pak, rezeky sudah ada yang mengatur. Lagian Mas Aldo kerjanya rajin, Bapak tahu sendiri akan hal itu." Arumi mencoba membela kekasih hatinya.


Arumi yakin, jika bapaknya pasti tahu, bagimana rajinnya Aldo dalam bekerja.


Pagi-pagi dia akan menjual tempe di pasar, siang harinya Aldo membantu pamanya berjualan di toko kue.


Terkadang, Aldo juga akan menerima panggilan saat ada orang yang membutuhkan jasanya.


Walaupun hanya lulusan SMA. Akan tetapi, Aldo bisa menservis barang elektronik yang sudah rusak dan hal itu juga bisa menambah penghasilannya.


“Persetan dengan itu semua, Bapak menyekolahkan kamu sampai jadi Dokter biar dapet jodoh orang kaya. Bukan lelaki miskin, macam dia!" Pak Didi menunjuk wajah Aldo, dengan geram.


Pak Didi sudah sangat kesal, karena Arumi terus saja membantah perkataannya. Wajah pak Didi terlihat sangat emosi, pak Didi langsung bangun dan menyeret Aldo keluar dari rumahnya.


@@@@@@@@@@@


Untuk lanjut, langsung klik profilnya. Untuk kisah Babang Al, di sebelah ya, geng. Gratis juga, sama kaya di sini.