Who Is Adam?

Who Is Adam?
Panik



Setiap rangkaian acara yang sudah tersusun dan terencana pun sudah selesai, para tamu yang hadir pun sudah pulang ke kediaman masing-masing.


Kini di kediaman Tuan Bram hanya ada dua keluarga inti saja, mereka masih terlihat bercengkrama.


Sebenarnya Tuan Bram menyarankan agar Leo dan juga Cindy untuk bermalam di rumahnya. Karena waktu juga sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


Namun Leo bersikukuh untuk membawa istrinya menuju hotel berbintang, karena Leo sudah memesan kamar terbaik untuk melewati malam pengantinnya bersama dengan Cindy.


"Ya sudah, kalau mau menginap di hotel sebaiknya kamu ganti baju dulu," kata Tuan Bram.


"Ngga usah, Yang. Ngga usah ganti baju, nanti di hotel saja ganti bajunya. Biar aku yang membantu," kata Leo.


Mendengar ucapan Leo, Mom Maura langsung terlihat memelototkan matanya. Bagaimana mungkin Leo bisa membantu Cindy membuka baju pengantin yang dipakai oleh menantunya, pikirnya.


Karena aksesoris yang menempel di kepalanya saja terlihat begitu rumit dan memusingkan kepala.


"Leo, biarkan Cindy berganti pakaian terlebih dahulu kasihan dia sudah seharian memakai siger di kepalanya," kata Mom Maura.


"Baiklah," kata Leo pasrah.


Cindy langsung menghampiri Leo, kemudian dia pun berbisik tepat di telinganya.


"Jangan cemberut seperti itu, aku hanya sebentar. Lagi pula aku akan meminta bantuan Bibi agar lebih cepat selesai," kata Cindy.


Leo pun kembali bersemangat, dia langsung tersenyum senang sambil menganggukkan kepalanya.


Semua yang ada di sana nampak tertawa melihat tingkah Leo, menurut mereka Leo benar-benar seperti anak kecil yang sudah tak sabar karena dijanjikan akan dibelikan mainan oleh ibunya.


"Ya, Sayang," jawab Leo.


Setelah mendapatkan jawaban dari suaminya, Cindy pun langsung masuk ke dalam kamarnya.


Tentunya ditemani oleh seorang asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Tuan Bram, sambil menunggu Cindy berganti baju Leo pun kembali bercengkerama dengan Mom Maura dan juga kedua mertuanya.


Setelah setengah jam menunggu Cindy, dia tak kunjung keluar dari kamarnya. Hal itu membuat Leo gelisah, Leo pun bermaksud untuk menyusul istrinya ke dalam kamarnya.


Leo langsung beranjak dari duduknya, kemudian dia hendak melangkahkan kakinya menuju kamar Cindy.


"Mau ke mana?" tanya Nyonya Merina.


"Aku mau menyusul Cindy, Mah," jawab Leo.


"Kenapa dia lama sekali?" gumam Leo.


Nyonya Merina terlihat tersenyum, dia tahu jika Leo sudah tak sabar ingin memboyong Cindy bersama dengannya. Nyonya Merina pun langsung mengiyakan.


"Pergilah!" ucapnya.


Leo pun dengan penuh semangat langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Cindy, setelah beberapa saat dia masuk ke dalam kamar Cindy, Leo nampak kembali dengan wajah kusut.


Bahkan dia terlihat begitu panik, hal itu membuat Mom Maura dan juga kedua orang tua dari Cindy langsung ikut panik dibuatnya.


"Ada apa?" tanya Tuan Bram.


"Itu, Yah. Cindy tidak ada di dalam kamarnya, hanya ada Bibi saja yang pingsan di dekat meja rias," ucap Leo dengan raut wajah gusar.


Semua yang ada di sana nampak kebingungan mendengar apa yang diucapkan oleh Leo, Tuan Bram bahkan langsung berlari menuju kamar Cindy.


Semua terlihat panik, kemudian Leo langsung berjalan keluar dia memeriksakan keadaan di luar. Begitu pun dengan Tuan Bram, dia ikut mencari keberadaan Cindy.


Dugaan demi dugaan pun Leo bayangkan di dalam benaknya, tak mungkin rasanya jika Cindy kabur di malam pertama mereka.


Apa lagi, Leo melihat raut kebahagiaan di wajah Cindy saat bersanding dengan dirinya.


"Kamu kemana, Sayang?" tanya Leo lirih.


Leo mencoba berlari ke arah pintu belakang, di sana nampak beberapa Bodyguard yang terlihat tergeletak di atas tanah.


Leo pun langsung berpikir jika Cindy kini telah diculik, Leo langsung berlari ke dalam rumah. Dia langsung mencari Tuan Bram.


"Yah! Ayah di mana?" tanya Leo.


Tak lama nampaklah Tuan Bram yang datang dengan tergopoh-gopoh menghampiri Leo.


"Ada apa, apa Cindy sudah ketemu?" tanya Tuan Bram.


"Belum, Yah. Tapi, aku ingin memeriksa rekaman Cctv. Karena sepertinya Cindy di culik," pinta Leo.


Mendengar ucapan dari lelaki yang baru saja menjadi menantunya tersebut, Tuan Bram nampak panik.


"Ikut Ayah ke ruang kerja," ajak Tuan Bram.


Sampai di dalam ruang kerja Tuan Bram, Tuan Bram nampak mengambil laptopnya. Dia pun langsung menyambungkannya ke CCTV yang ada di seluruh bangunan rumah tersebut.


Leo Yang tak sabar pun langsung mengambil alih laptop milik Tuan Bram, dia segera mencari CCTV yang mengarah ke kamar Cindy.


Namun sayangnya, tak ada yang mencurigakan di sana. Leo pun beralih ke CCTV yang mengarah arah luar kamar Cindy.


Setelah Cindy masuk ke dalam kamarnya, tak lama kemudian Leo melihat seorang pria menggendong tubuh lemah Cindy lewat jendela kamar.


Cindy nampak tak sadarkan diri, kemudian pria itu membawa Cindy ke arah pintu belakang. Nampak di sana beberapa orang bertubuh besar sudah menunggu.


Pria itu langsung membawa Cindy masuk ke dalam mobil yang sudah tersedia di sana, konyolnya, lelaki tersebut sempat tersenyum meledek sambil melambaikan tangannya ke arah camera CCTV yang berada di sana.


"Sialan!" maki Leo saat menyadari a yang membawa Cindy pergi adalah mantan kekasihnya.


Melihat akan hal itu, Tuan Bram pun nampak ikut panik. Namun, dengan cepat Leo pun. menghubungi Mahendra dan memintanya untuk meretas semua CCTV jalanan, agar dia tahu kemana arahnya pria laknat itu membawa kabur istrinya.


Tentu saja Mahendra pun dengan senang hati membantunya, bahkan Mahendra langsung menurunkan anak buah kepercayaannya untuk membantu mencari keberadaan Cindy.


"Bedebah sialan!" maki Leo.


Melihat wajah menantunya yang penuh emosi, Tuan Bram langsung mengelus lembut punggung Leo. Dia berusaha menenangkan menantunya tersebut, walaupun dia sendiri sangat khawatir akan keadaan putrinya.


"Aku pergi, Yah. Aku harus mencari istriku," pamit Leo.


"Pergilah, hati-hati," kata Tuan Bram.


Setelah berpamitan dengan Ayah mertuanya, Leo pun berpamitan kepada ibu mertuanya dan juga Mom Maura.


"Awas saja kalau sampai gue nemuin elu, jangan salahin gue kalau gue ngga bakalan bisa nahan diri!" kesal Leo