
Pagi ini Adam begitu bersemangat, dia sudah tak sabar untuk datang ke perusahaan BAC Corp. Adam pun sudah terlihat tampan, dia memakai sweter tebal dan celana jeans panjang.
Arkana juga memakai kan topi pada Adam, dan dia juga memakai kan syal ke leher nya Adam. Arkana khawatir jika Adam akan sakit, karna memang cuaca nya terasa begitu dingin.
Pukul delapan pagi mereka pun memutuskan untuk berangkat,karna jarak nya yang dekat mereka pun memutuskan untuk berjalan kaki.
Tak ada salah nya bukan menghabiskan waktu bersama dengan berjalan kaki,,,lagian dengan berjalan kaki jarak nya hanya memakan waktu sekitar lima belas menit untuk sampai ke gedung BAC.
Adam terlihat berjalan sambil memegang tangan Ayah dan Ibu nya, sungguh perasaan nya begitu senang saat ini. Tak ada hal yang lebih membahagiakan selain bisa selalu bersama dengan keluarga.
Sampai di gedung BAC ,ternyata sudah banyak orang yang sedang mengantri. Adam pun langsung ikut mengantri, sedangkan Laila dan Arkana nampak duduk tak jauh dari Adam.
Saat tiba giliran Adam, seorang wanita yang sedari tadi tersenyum ramah sambil menyerah kan no peserta, tiba tiba saja terdiam.
Bahkan seorang pria yang berdiri tepat di samping wanita itu pun hanya terbengong melihat wajah Adam,dia adalah Fernandez sekretaris dari yang punya perusahaan BAC dia sedang bertugas untuk mengawasi jalan nya acara pagi ini.
Bukan nya berbicara, perempuan itu malah menatap Adam tanpa berkedip. Adam pun merasa sangat heran, Adam pun dengan cepat melambaikan tangan di depan wajah wanita itu.
Tapi wanita itu masih saja diam terpaku, Adam melihat nama tag yang ada di dada wanita itu.
"Abrail Adrienne,, wanita prancis yang aneh. Cantik tapi hanya bengong dengan ekspresi yang aneh.."
"Pardon, belle dame.."Sapa Adam.
(Permisi, Nona cantik)
''Hah?? "Jawab wanita itu.
"Je, Adam Pratama putra. Je suis ici pour prendre le numero de participant, pouvez? "
(Saya Adam Pratama Putra, saya ke sini mau mengambil no. peserta. Boleh?)
"Ah,, bien sir beau. Il s'agit du numero de participant au nom de Adam Pratama putra, nombre trente -cinq sur cent sept participant."Jawab nya.
(Ah,, tentu tampan. Ini nomber peserta atas nama Adam Pratama putra, nomber tiga puluh lima dari seratus tujuh peserta.)
"Merci belle dame, "Ucap Adam seraya mengambil no peserta dari perempuan cantik itu.
(Terimakasih Nona cantik)
"Tout aussi beau.."Jawab nya.
(Sama sama tampan)
Adam pun segera menghampiri ke dua orang tua nya,dia terlihat bahagia karna sudah mendapat kan no peserta nya. bahkan Adam langsung mengajak Arkana untuk pergi ke pulau Liberty,Arkan pun langsung menggendong putra nya tersebut.
Sedangkan Fernandez dan juga Abrail terlihat makin syok saat melihat Adam yang di gendong oleh lelaki yang begitu mirip dengan Adam.
Fernandez langsung berlari ,dia akan melaporkan kejadian yang dia lihat pagi ini pada Tuan nya. Sedangkan Adam, Laila dan Arkana sudah pergi meninggal kan tempat itu.
Mereka sudah berencana untuk pergi ke Pulau liberty, pulau tak berpenghuni yang terletak di New York Harbor.
Tentu nya Adam sangat penasaran dengan patung liberty yang berdiri kokoh di sana, dia juga ingin mengabadikan nya dengan berfoto.
Tentu nya dia juga akan memamerkan foto nya itu pada Kakek dan Nenek nya, Om Devan dan tentu nya pada sahabat nya di sekolah.
Sampai di sana ,Arkana, Adam dan juga Laila langsung naik Ferry menuju staten island. Pulang pergi menggunakan Ferry dan tentu nya gratis, beruntung mereka tiba di sana pukul sebelas.
Jadi tak terlalu banyak artian, Adam terlihat sangat senang karna bisa melihat patung Liberty. Adam juga mengambil foto dengan banyak gaya, setelah nya dia pun langsung mengunggah nya ke sosial media.
Tak lupa dia juga mengirim kan foto nya pada Devano dan kakek Nenek nya, dua jam mereka berada di sana. Membuat perut mereka terasa sangat lapar, mereka pun memutuskan untuk pulang.
Tiba di hotel mereka langsung shalat dzuhur, setelah itu mereka pun langsung makan siang bersama. Karna memang masih ada stok makanan yang mereka bawa dan tinggal di hangat kan saja.
Di sini mereka terlihat sedang bahagia, sedangkan di ruangan Chief exekutive officer yang berada di perusahaan BAC kini sedang tegang.
Pasal nya Fernandez sedang di sidang oleh Barayev Arley Caldwell, sang CEO di perusahaan tersebut.
(Anggap aja percakapan nya pake bahasa inggris ya sayang, abisan othor nya ngga bisa bahasa inggris. 😆😆😆😆)
"Apa yang kau katakan tadi benar?"Tanya Tuan Arley.
"Tentu saja benar, anak dan Ayah nya itu mempunyai wajah yang mirip dengan Anda. Tapi saya bingung Tuan, kalau memang mereka itu kerabat Tuan kenapa mereka tinggal di Indonesia? "
Fernandez pun mengeluarkan pendapat nya, sedang kan Tuan Arley kini seperti sedang mengingat ingat sesuatu.
"Apa saat muda aku pernah menabur benih pada salah satu wanita yang pernah bergulat di ranjang ku?"Tanya Tuan Arley.
"Seperti nya tidak Tuan, karna sebelum saya mengirim kan wanita bayaran ke rumah anda ,saya selalu memastikan wanita itu sehat dan menyuruh nya meminum pil kontrasepsi."Jawab Fernandez yakin.
Tuan Fernandez nampak berpikir keras, "Berikan data anak itu!! "
"Bisa anda lihat sendiri Tuan, tadi saya sudah mengirim nya lewat email."Jawab Fernandez.
Tuan Arley pun langsung mengambil ponsel pintar milik nya, dia pun langsung mengecek data Adam.
Setelah selsai membaca nya, mata nya langsung membulat."Jadi anak itu cucu dari Seno Dijaya?"Ucap Tuan Arley tak percaya.
"Ya tuan, cucu dari mantan musuh anda. Tapi yang saya heran kenapa dia mempunyai anak dan cucu yang begitu mirip dengan anda?"
Tuan Arley pun langsung berdiri sambil menggerak meja nya dengan keras, Fernandez pun sampai berjingkat karna kaget.
"Apa mungkin wanita yang tidur dengan ku kala itu hamil dan melahirkan anak ku? "
"Saya tidak tahu Tuan, waktu itu saya tidak bersama dengan anda. Apa kah Tuan tak meminta nya untuk meminum pil kontrasepsi?"Tanya Fernandez.
"Entah lah, saat itu aku sedang mabuk.Aku tak mengingat nya, tapi jika wanita itu melahirkan anak ku, kenapa Seno mau menikahi nya? "
Tuan Arley terlihat sedang berpikir dengan keras, kini banyak pertanyaan yang muncul di benak nya.
"Tuan, bukan nya anda seharus nya senang kalau mereka adalah anak dan cucu Tuan? "
"Maksud mu? "
"Selama ini Tuan tak pernah menikah, Tuan hanya menghabiskan waktu untuk bermain main saja. Harus nya Tuan senang karna punya generasi penerus,"Ucap Fernandez.
"Kau benar, tapi aku tak yakin jika mereka adalah anak dan cucu ku."Jawab Tuan Arley.
"Kalau begitu, besok anda harus memimpin langsung acara nya Tuan. Agar anda tahu, kalian bagai pinang di belah tiga."
"Mana ada pribahasa seperti itu!! "Kesal Tuan Arley.
Fernandez pun terkikik geli dengan ucapan nya sendiri, sedang kan Tuan Arley nampak marah dan tak suka dengan ucapan asisten peribadi nya itu.
+
+
+
Untuk bab selanjut nya Othor akan tetap pake bahasa indonesia, harap maklum ya.. Othor nya ngga bisa bahasa inggris, cuma bisa bahasa aing macan wae..
TBC