
Kini Adam sudah merebahkan tubuh lelahnya, dia sudah mandi dan juga sudah memakai setelan tidurnya. Dia masih saja membayangkan acara dinner romantis yang baru saja dia lakukan bersama dengan Sisil.
Rasa bahagia menyeruak dalam hatinya, dia pun jadi ingin bertemu dengan Sisil hanya untuk sekedar menyapanya. Kalqu boleh... kiss dikitlah.
Akan tetapi, itu tidak mungkin terjadi. Secara Sisil bukan wanita yang dengan mudahnya bisa disentuh apa lagi dicium.
Asam berusaha memejamkan matanya, dia harus istirahat. Besok adalah hari sabtu, memang tak ada jadwal untuk bekerja. Akan tetapi, dia akan ke rumah Tuan Arley untuk membahas acara pernikahannya dengan Sisil.
Adam sudah bolak-balik mencari posisi ternyaman, tapi tak bisa tidur juga. Semakin dia mencoba memejamkan matanya, bayangan Sisil seakan semakin jelas terbayang di matanya.
"Kamu sudah mulai nakal, Sil. Bahkan tanpa sentuhan, kamu bisa membuat aku tak bisa tidur." Adam lalu bangun dan keluar dari dalam kamarnya.
Dengan perlahan Adam melangkahkan kakinya menuju kamar Sisil, tiba di depan kamar Sisil, Adam langsung mengetuk pintunya dengan perlahan.
Tak lama kemudian, Sisil pun membukakan pintu. Dia terlihat memakai piyama tidur panjang, rambut panjangnya dia ikat asal.
Tetap terlihat cantik, walaupun dengan tampilan sederhananya.
"Ada apa, Mas?" tanya Sisil heran.
Pasalnya Adam tak pernah mengetuk pintu kamarnya, apa lagi ini sudah pukul sepuluh malam.
"Rindu," ucap Adam.
Wajah Sisil langsung tersipu, baru kali ini Adam bersikap seperti itu, pikirnya. Terlihat romantis, tapi berbahaya.
Sisil takut, akan terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan jika mereka berduaan di malam hari.
"Ini udah malem, Mas. Besok kita ketemu lagi," kata Sisil.
"Mas, ngga bisa tidur. Bayangan wajah kamu memenuhi isi otak, Mas." Terang Adam.
Sisil langsung terkekeh, sejak kapan pikirnya Adam jadi berubah seperti ini.
"Jangan gombal, sekarang Mas bobo aja. Aku juga mau bobo," kata Sisil.
"Ehm... kasih kiss, Kak. Dia ngga bisa tidur, kalau dapat kiss dari kakak, pasti pules." Kata Al yang tiba-tiba muncul dari balik tubuh Adam.
"Al!" pekik Sisil.
"Elu, ganggu." Kesal Adam seraya mendorong tubuh tinggi semampai adiknya.
Al langsung pergi, karena sudah cukup menurutnya menggoda Kakakny itu.
Sisil hanya bisa tertawa melihat kekesalan di wajah Adam, untuk mengobati rasa kesal di hati Adam Sisil pun menempelkan dua jarinya di bibirnya, kemudian dia menempelkan dua jarinya itu di bibir Adam.
Adam langsung mengecup jari Sisil, lalu tersenyum dengan sangat manis.
"Besok-besok aku mau yang itu," tunjuk Adam pada bibir Sisil.
"Halalin dulu," kata Sisil.
"Secepatnya, kamu harus siap-siap. Karena... kalau udah halal, aku ngga cuma mau bibir kamu. Aku mau yang lainnya juga," kata Adam.
"Ck, Mas mulai ngantuk. Pasti karena seharian ngobrol sama, Mas Leo." Keluh Sisil.
Adam langsung terkekeh, karena hal itu memang benar adanya.
"Ya udah, kamu bobo. Aku balik ke kamar, mimpiin aku ya.... "
Adam langsung mengecup kening Sisil, lalu berlari menuju kamarnya. Sisil hanya bisa melongo tak percaya melihat kelakuan Adam.
Dia jadi bertanya-tanya, di mana Ada yang selalu kalem dan irit bicara.
Sisil mengusap keningnya, lalu dia pun tersenyum. Setelah itu, dia pun masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya itu.
Untuk sesaat, dia memegang dadanya yang terasa bedegup dengan cepat. Baru di kecup keningnya saja sudah merasa salah tingkah.
Lalu, bagaiamana jika dia mendapatkan kecupan di area yang lainnya? Bagaimana jima merasakan hal yang lebih dari sekedar itu?
"Astagfirullah, kenapa pikiran aku jadi traveling kaya gini?" tanya Sisil.
*/*
Pagi pun menjelang, Adam yang tak sabar pun langsung bersiap untuk pergi ke rumah Tuan Arley. Padahal hari masih sangat pagi, akan tetapi ada benar-benar sudah ingin bertemu dengan Tuan Arley.
Laila dan Arkana yang melihat Adam pun langsung bertanya-tanya, weekend tapi terlihat sangat rapih. Walau memang masih dengan setelan santainya.
"Mau kemana?" tanya Laila.
"Ke rumah, Grandpa." Jawab adam.
"Sarapan dulu!" titah Arkana.
"Nanti saja, Yah. Aku buru-buru," jawab Adam.
Adam langsung mengambil kunci mobilnya, kemudian dia pun langsung melajukan mobilnya ke rumah Tuan Arley.
Arkana dan Laila hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Adam, Laila jadi mengingat Arkana dikala muda dulu yang tidak pernah sabar Jika menginginkan sesuatu.
Apalagi yang berhubungan dengan dirinya, tentu saja dia tidak sabar. Kalau saja Arkana sabar sudah dipastikan Laila tidak akan hamil diluar nikah.
Beruntung Adam merupakan anak yang terlihat sangat bisa mengontrol dirinya, jadi Laila tidak merasa khawatir dengan apa yang akan dilakukan oleh Adam. Laila sangat percaya, jika Adam bisa melakukan hal yang terbaik untuk dirinya sendiri.
Tiba di depan rumah Tuan Arley, Adam terlihat keheranan. Pasalnya, di dalam rumah Tuan Arley terdengar sangat ramai.
Dengan perlahan, Adam pun masuk kedalam rumah Tuan Arley. Saat dia tiba di dalam ruang keluarga, dia pun melihat ada Devano, Eliza dan juga ketiga Putri mereka.' Pantas aja pikirnya terasa sangat ramai, ternyata sedang ada tamu.
Adisha dan Eliza terlihat sedang mengobrol, Tuan Arley pun terlihat sedang berbicara serius dengan Devano. Sedangkan Haidar terlihat sedang memperhatikan, Alicia, Airin dan juga Anggelica.
"Assalamualaikum..." sapa Adam.
"Waalaikum salam," jawab mereka serempak.
"Waah, ada apa ini? Kenapa rame banget?" tanya Adam.
Adam langsung menghampiri semua yang da di sana, lalu Adam mencium tangan Tuan Arley, Nini Adisha, Om Devano dan juga Aunty Eliza.
"Anak-anak mau tour, acara perpisahan kelas tiga SMP." Jawab Tuan Arley.
Tuan Arley dan Devano saling pandang, pasti ada maunya jika Adam sudah keluar dari wilayah kekuasaannya.
"Pantas ramai, kapan caranya?" tanya Adam.
Adam langsung duduk sambil menyandarkan kepalanya di pundak Om Devano, Devano terlihat sangat senang, karena Adam masih sama seperti biasanya.
"Jam sepuluh siang," Jawab Devano.
Haidar, Alicia, Airin dan Anggelica langsung menghampiri Adam, mereka lalu mencium punggung tangan Adam secara bergantian.
"Padahal aku datang ke sini ada perlu, Kayaknya ngga bisa di bahas sekarang." Kata Adam.
Tuan Arley dan Devano langsung terkekeh, mereka merasa lucu saat melihat Adam yang terlihat sedang sangat menginginkan sesuatu.
"Ada apa, Boy?" tanya Tuan Arley.
"Itu, anu.... "
+
+
+
Selamat malam guys, semoga kalian sehat selalu. Jangan kaya Othor yang kelewat sholeha ini ya...
Punya asam lambung tapi maksain makan jengkol balado, alhasil asam lambungnya kambuh selama tiga hari. Asam lambungnya sekarang udah baikan, tapi tenggorokannya sakit banget.
Jangan lupa jaga kesehatan.. 😘😘😘