
Pukul empat pagi Devano sudah terbangun dari tidur nya, dia segera mandi dan melakukan shalat subuh. Setelah selsai, Devano segera bersiap dengan setelan kantor nya.
Devano terlihat buru buru pergi dan bahkan dia menyetir sendiri, asisten rumah tangga nya pun sampai bengong karna tak biasa nya tuan nya akan pergi sepagi ini.
Dan di sini lah Devano sekarang, di depan rumah Laila. Dia begitu ingin bertemu dengan wanita itu, tapi dia bingung harus beralasan apa.
Yang pertama dia sadar betul kalau mereka tak ada hubungan, dan yang ke dua ini masih terlalu pagi untuk bertemu. Tapi jika dia pergi dari sana, rasa nya sudah kepalang tanggung.
Devano masih berdiam diri di dalam mobil nya, sesekali dia melirik ke arah pintu yang masih tertutup. Devano juga terkadang terlihat mengetuk ngetuk kan jari nya di atas setir mobil, sungguh dia sudah seperti seorang pengintai.
Tak lama pintu rumah Laila nampak terbuka, Laila keluar dengan menggunakan daster rumahan. Walaupun berpenampilan sederhana, tapi dia terlihat sangat cantik .
Devano pun langsung turun dari mobil nya dan berjalan menuju gerbang yang masih terkunci, dia memperhatikan Laila yang sedang memetik tomat di pinggir rumah nya.
"Ehm,, "Devano berdehem dengan sangat keras.
Laila pun menoleh ke arah Devano, dahi nya nampak berkerut saat melihat siapa yang telah berdehem.
"Kak Devan? "
"Eh, iya Laila. Ini aku, "Ucap Devano gugup.
"Ada apa sepagi ini kakak sudah di sini? "
"Eee,, itu.. Aku ingin bertemu Adam. "
"Ya ampun kak, ini masih pagi sekali. Tapi Adam sudah bangun kok, mari masuk Kak."
Laila pun membuka pintu gerbang nya dan mempersilahkan Devano untuk masuk, Devano pun dengan senang hati langsung mengekori Laila yang masuk ke dalam rumah nya.
"Kakak duduk saja dulu, biar saya panggil kan Adam nya."
"Tidak usah terburu buru, maksud ku kamu sekarang mau ngapain? "
"Aku mau masak kak, Adam minta di buatin ikan gurame asam manis dan tumis kangkung."
"Kalau begitu, aku ikut kamu masak saja. Aku nanti ngobrol sama Adam nya sekalian berangkat sekolah saja, "Usul Devano.
"Memang nya kakak mau nganterin Adam sekolah lagi? "
"Dengan senang hati Laila, "Ucap Devano seraya tersenyum.
"Kakak aneh, tadi bilang nya mau ketemu Adam. Tapi sekarang malah mau ikut masak, "Protes Laila.
"Aku ikut kamu masak supaya bisa ikut sarapan pagi secara gratis, "Devano beralasan.
"Baiklah,ayo.."
Akhirnya Laila dan Devano pun menuju dapur, Laila mulai mencuci ikan nya sedangkan Devano nampak berdiri sambil memperhatikan wajah cantik Laila.
Laila yang di perhatikan nampak biasa saja, dia hanya fokus pada pekerjaan nya. Setelah selsai, Laila pun langsung menyiap kan beberapa bumbu dapur dan mengambil kangkung yang sudah di siangi.
"Kakak beneran mau bantuin aku kan? "
Devano yang sedang asik memandangi wajah Laila pun langsung tersentak,"Ah, iya. Tentu saja, apa yang perlu ku bantu? "
"Tolong Iris bawang sama cabe nya ya kak, jangan sampai tangan nya yang teriris . "
Devano pun tersenyum mendengar ucapan Laila, Devano memang terlahir dari keluarga biasa. Tapi Devano tak pernah berurusan dengan alat dapur, walaupun seperti itu Devano tetap menurut.
Devano mulai mengiris bawang merah, sedangkan Laila kini sedang menggoreng ikan gurame yang sudah di marinasi.
Sesekali Devano nampak terisak, akibat perih yang dia rasa dari bawang merah tersebut. Laila nampak ingin tertawa, tapi dia segera mengatup kan mulut nya.
"Kak, biar aku saja. Kakak duduk lah,"Titah Laila.
Devano pun menurut, dia dengan anteng nya duduk sambil memperhatikan Laila yang begitu cekatan dalam memasak.
Setengah jam kemudian, tumis kangkung dan gurame asam manis sudah terhidang di atas meja. Devano pun nampak tak sabar untuk mencicipi nya, dia nampak mengambil sendok dan bertanya pada Laila.
"Boleh aku mencicipi nya? "
"Kita langsung makan saja, tapi tunggu sebentar. Karna aku harus panggil Adam dulu, "Jawab Laila.
Baru saja hendak mengetuk pintu, tapi ternyata Adam sudah membuka pintu nya.
"Aku sudah siap Bu, apa pesanan ku sudah matang?"
Laila pun tersenyum, "Sudah sayang, makanya ibu kasini. Ibu mau panggil kamu, tapi ternyata kamu nya sudah siap. "
"Ayo Bu, aku sudah lapar. "
"Baiklah, mari kita eksekusi hasil masakan Ibu pagi ini."
Laila dan Adam pun berjalan beriringan, sampai di ruang makan dahi Adam nampak berkerut.
"Om Devan? "
"Yes Boy, "Jawab Devan.
"Om ngapain di sini? "
"Mau numpang makan, "Ucap Devano seraya memamerkan deretan gigi putih nya.
"Ck,, baiklah. Tapi Om jangan ngabisin jatah makan pagi aku, "Ancam Adam.
"Ibu masak ikan nya banyak sayang, sekarang duduk lah dan makan yang banyak. "
Adam pun langsung duduk, dia langsung mengambil piring dan menuangkan nasi beserta lauk nya. Adam makan dengan lahap nya, begitu pun dengan Devano,sedangkan Laila hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah mereka berdua.
Selsai sarapan Devano dan Adam langsung berpamitan ,dengan senang hati Devano menawarkan diri untuk mengantar kan Adam.
Terang saja Adam mau, karna hal itu merupakan hal yang sangat menyenang kan untuk Adam. Di sepanjang perjalanan menuju sekolah, Devano pun mengajak Adam mengobrol.
"Boy, tadi malam kamu makan malam sama siapa?"
"Sama Om Edward, dia orang nya asik."
"Asikan mana sama Om Devan? "
"Dua dua nya asik, "Jawab Adam.
"Ck, Om lebih asik . Memang nya apa yang kalian bahas,Kenapa kalian terlihat akrab sekali? "
"Om Edward meminta ku untuk melukis nya saat bersama kekasih nya, "Jelas Adam.
Senyum Devano pun langsung mengembang,ternyata hanya pelanggan biasa pikir nya.
"Oh iya, Om pengen kamu buat suasana ruangan kerja Om lebih hidup. Kamu bisa bantu? "
"Kalau Om mau mengajak aku ke kantor Om, mungkin aku bisa bantu."
"Kenapa harus ke kantor Om? "
"Aku tidak bisa mengubah ruangan kerja Om tanpa melihat nya, "Jelas Adam.
"Kamu benar, kalau begitu nanti siang Om jemput. Kita makan siang, habis itu kita ke kantor Om."
"Siap Om, yang penting doku nya ya Om."
"Siap Boy, sekarang turun lah dan belajar yang rajin."
Ucap Devano, karna kini mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah nya Adam. Dengan senang hati Adam pun langsung turun dari mobil Devano, tak lupa dia pun mencium punggung tangan Devano sebelum dia turun.
Devano pun memandangi tubuh kecil Adam sampai masuk ke dalam kelas nya, setelah itu barulah Devano pergi ke kantor nya.
+
+
+
TBC