Who Is Adam?

Who Is Adam?
Meeting Lagi



Setelah kepergian Leo dan juga Cindy, Gracia terlihat merapikan berkas-berkas yang sudah mereka gunakan untuk meeting tadi.


Begitu pun dengan Mahendra, dia pun ikut membantu Gracia dalam merapikan berkas-berkas tersebut.


Saat Gracia dan Mahendra terlihat sibuk dengan pekerjaannya, Adam terlihat menghampiri kedua manusia berbeda jenis kellamin tersebut.


"Ehm, maaf kalau aku merepotkan kalian lagi. Tuan Zayn meminta pertemuannya untuk dimajukan jadi sekarang saja, karena besok dia harus pergi ke luar negeri." Adam terlihat tak enak hati.


Mahendra terlihat menghentikan aktivitasnya ketika Adam mengatakan nama 'Tuan Zayn'. Adam tersenyum, lalu dia pun memberikan flash disk kepada Mahendra.


"Bahan untuk meeting sudah aku persiapkan, kalian tinggal bawa laptop saja." Adam terlihat menyodorkan 1 buah flashdisk kepada Mahendra.


Mahendra lalu mengambil flashdisk tersebut dari tangan Adam, kemudian dia pun berucap.


"Baiklah, aku akan segera pergi," ucap Mahendra.


Setelah mengatakan hal itu, Mahendra langsung mengambil laptop dan mengajak Gracia untuk segera pergi ke kantor milik Tuan Zayn.


Selama perjalanan menuju kantor Tuan Zayn, baik Mahendra ataupun Gracia terlihat saling diam. Mereka terlihat sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Tiba di perusahaan Tuan Zayn, Mahendra pun langsung memarkirkan mobilnya. Kemudian, dia pun dengan cepat turun dari mobil tersebut.


Gracia pun dengan cepat mensejajari langkah Mahendra, terkadang dia ingin sekali melayangkan protesnya kepada lelaki dingin tersebut.


Kenapa jika berjalan harus begitu cepat? Karena hal itu membuat dirinya kesusahan dalam sejajarkan langkahnya.


Tiba di loby kantor, seorang resepsionis wanita langsung menyambut kedatangan Mahendra dan juga Gracia.


Wanita tersebut langsung mengantarkan Gracia dan juga Mahendra ke ruangan meeting, saat Mahendra dan juga Gracia masuk ternyata di sana sudah ada Tuan Zayn beserta asisten kepercayaannya.


Melihat kedatangan Mahendra dan juga Gracia, Tuan Zayn langsung bangun dan segera mempersilahkan Mahendra dan juga Gracia untuk duduk.


Bahkan Tuan Zayn terlihat menarik sebuah kursi untuk Gracia, Gracia terlihat tersenyum canggung lalu dia pun duduk di kursi tersebut.


Karena hari sudah sore, tanpa basa-basi meeting pun segera dilaksanakan. Selama meeting berlangsung, Tuan Zayn terus saja menatap wajah Gracia.


Namun Gracia tak memedulikannya, karena dia terlihat sedang fokus menjelaskan tentang apa yang berada di dalam flash disk yang Adam serahkan kepada Mahendra.


Satu jam kemudian, meeting pun telah selesai. Tuan Zayn terlihat menghampiri Gracia dan duduk tepat di sampingnya.


"Mau aku antar pulang atau mau makan di luar dulu? Atau mungkin mau belanja dulu, saya siap mengantarkan," ucap Tuan Zayn dengan tatapan nakalnya.


Bahkan matanya tak hentinya menatap dada Gracia, dadanya memang terlihat tidak terlalu besar, namun terlihat begitu menarik di mata Tuan Zayn.


Mendapatkan pertanyaan dari Tuan Zayn dengan tatapan nakalnya, membuat Gracia bergidik ngeri.


Lalu, dia pun terlihat menatap Mahendra. Dia seakan meminta pertolongan kepadanya.


"Bagaimana? Mau apa?" tanya Tuan Zayn.


Tangan Tuhan Zayn terlihat hendak mengusap tangan Gracia, namun dengan cepat Mahendra memberikan laptop kepada Gracia.


"Tolong bawakan laptopnya, kita harus segera pergi. Karena Tuan Adam sudah menunggu," kata Mahendra.


Mendengar ucapan Mahendra, Tuan Zayn terlihat menatap jam mewah yang melingkar di tangannya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, itu artinya sudah waktunya jam pulang kerja. Kenapa Mahendra mengatakan jika mereka sedang ditunggu oleh pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.


Padahal, seharusnya mereka sudah waktunya untuk pulang.


"Ini sudah sore, kenapa harus kembali ke perusahaan?" tanya Tuan Zayn.


"Masih ada pekerjaan yang harus kami selesaikan saat ini juga," jawab Mahendra.


Setelah mengatakan hal itu, Mahendra langsung berpamitan kepada tuan Zayn dan juga asistennya.