
Waktu yang di tentukan telah berakhir, Abrail pun telah mengumumkan kan semua pemenang nya. Bahkan saat Abrail berucap, nama pemenang nya pun secara otomatis langsung terpampang dengan jelas di depan layar LED besar yang ada di Aula gedung tersebut.
-Juara pertama jatuh pada Anak Genius tampan bernama Adam Putra Pratama, Asal dari Indonesia.
-Juara ke dua jatuh pada M. ada Haruka ,asal dari jepang.
-Juara ke tiga jatuh pada M. ars Edbert Alwalrd, asal dari Amerika Serikat.
-Juara harapan satu jatuh pada M. ada Justin Linkolin, asal dari inggris.
-Juara harapan dua jatuh pada S. ars Callandra Ouldrey, asal dari Canada
Orang orang yang nama nya telah di sebut oleh Abrail langsung bersorak senang, mereka pun kini sedang saling memeluk dan saling memberi selamat.
Dan Jangan tanya kelakuan mereka terhadap Adam, Adam langsung di angkat dan di lempar dari satu tangan ke tangan lain nya.
Hal itu membuat Adam berteriak dengan sangat kencang, bukan karna senang. Tapi dia begitu takut, jika di antara mereka hanya melempar nya dan tak ada yang menangkap nya kembali.
Setelah aksi bersorak ria selsai, semua pemenang di suruh naik ke atas panggung untuk penyerahan hadiah yang di berikan langsung oleh Tuan Arley.
Semua pemenang mendapat kan uang tunai, piagam serta piala. Tentu nya uang yang mereka terima dengan jumlah yang bervariasi, dan Adam lah yang paling mendapat kan banyak uang di sana.
Acara pun telah selsai, ruangan yang tadi nya begitu penuh dengan manusia, begitu penuh dengan Aura ketegangan, kini berubah menjadi sepi.
Kini tinggal Nona Abigail, Fernandez, Abrail dan tentu nya Tuan Arley.
"Maaf tuan, apa anda akan terus berada di sini?"Tanya Fernandez sopan.
"Ah, tentu saja tidak. Nanti malam aku ingin pergi menemui Adam secara peribadi, apa kau bisa menemani ku?"
Tuan Arley berbicara tanpa melihat ke arah Fernandez, mata nya menerawang jauh entah kemana.
"Bisa Tuan, sangat bisa."Jawab Fernandez.
Fernandez melirik ke arah Abrail dan juga Nona Abigail, mata Fernandez seolah bertanya 'Ada apa sebenarnya dengan Bos kita',ke dua wanita cantik itu hanya menggedikan bahu mereka.
Fernandez pun akhirnya hanya bisa menghembuskan napas kasar, "Kalau begitu, bagaimana jika kita kembali ke kantor utama? "
"Ah, kalian pergi lah. Pasti kalian sangat lelah dengan kegiatan hari ini, aku masih ingin di sini."Terang Tuan Arley.
Untuk sesaat ke tiga orang itu saling pandang, dan pada akhirnya ke tiga orang itu pun pamit untuk pergi ke kantor utama.
Sepeninggal ke tiga bawahan nya, Tuan Arley masih saja asik dengan lamunan nya. Ingatan nya jauh menerawang saat kejadian tiga puluh tahun lalu, saat itu dia sedang mengurus bisnis keluarga nya yang ada di kota K.
Flash back on #
Malam ini Arley muda sedang mewakili Daddy nya untuk mengurus bisnis nya yang ada di kota K yang ada di negara Indonesia , saat itu usia nya baru dua puluh tahun, tapi dia sudah lulus kuliah dari universitas ternama di California.
Bahkan dia sangat pandai dalam mengurus bisnis keluarga yang di pegang nya sekarang ,walau sempat kalah beberapa waktu lalu dari salah satu perusahaan ternama di Amerika, perusahaan yang dia pimpin kini sudah bisa bangkit kembali.
Pukul sepuluh malam, semua pekerjaan pun telah selsai, Arley muda pun memutuskan kan untuk pergi ke sebuah pantai yang ada di sana. Pikir nya malam ini begitu indah sangat sayang jika harus langsung pergi ke hotel tempat dia menginap.
Tiba di pantai, Arley begitu menikmati suasana malam itu. Bulan tanggal lima belas yang terlihat begitu bulat dan sedikit kemerahan, padahal hari sudah malam.
Tapi di sana masih saja banyak pasangan muda mudi yang sedang berpacaran, bahkan ada juga beberapa pasangan suami istri yang sedang berbulan madu.
Karna di sana juga menyediakan penginapan, dengan View yang bagus, semua orang jadi begitu tertarik untuk bermalam di sana.
Arley melihat beberapa orang yang sedang asik berciuman, bahkan ada juga yang sedang berbuat nakal di kegelapan malam.
Arley adalah pria normal, melhat hal itu Arley pun jadi rindu dengan kekasih nya Meilidina, dia pun mengambil ponsel dan menekan nomber kekasih nya tersebut.
Tak lama terdengar lah bunyi ponsel dengan nada dering khas kekasih nya, tapi dia merasa heran karna bunyi nya tak jauh dari tempat dia duduk.
Arley yang penasaran pun langsung bangun dan mencari bunyi ponsel tersebut, dan Arley begitu kecewa saat tahu jika sepasang lelaki dan perempuan yang sedang berbuat nakal di dalam kegelapan itu adalah kekasih nya.
Dia bahkan menyaksikan sendiri kekasih nya sedang menikmati setiap apa yang di lakukan oleh pasangan nya, kekasih nya bersandar pada pohon kelapa dengan kaki nya yang berada di atas pundak lelaki yang sedang berusaha memuaskan kekasih nya itu.
Arley pun langsung pergi tanpa meminta penjelasan dari kekasih nya, dia pergi ke sebuah club malam yang terkenal di daerah pantai itu.
Arley nampak meminum banyak cairan beralkohol itu, hingga dia pun mabuk berat. Arley bahkan sampai di keluarkan oleh petugas club,
Arley yang begitu mabuk pun hanya duduk diam di dalam mobil yang dia parkir kan di pinggir jalan, Arley merasa tak akan sanggup jika harus mengendarai mobil nya. Arley pun tertidur di dalam mobil nya dengan keadaan pintu mobil yang terbuka.
Perempuan desa yang cantik itu tak lain adalah Alina, melihat Arley yang tertidur dengan pintu mobil yang terbuka, Alina pun mendekat dan mencoba membangun kan Arley.
"Tuan, bangun Tuan. Jangan tidur dengan pintu yang terbuka seperti ini, nanti barang barang anda bisa di malingin orang."
Alina pun berusaha membangun kan Arley dengan terus menggoyangkan badan nya, Arley yang mendengar suara lembut seorang wanita pun langsung bangun.
"Cantik, kamu sangat cantik."Ucap Arley.
Tanpa membuang waktu Arley langsung menarik tubuh kecil Alina ke dalam mobil nya, dia pun langsung mencumbui Alina dengan kasar.
Alina pun langsung menangis dan memberontak, dia begitu takut melihat lelaki yang kini berada di atas tubuh nya. Lelaki itu nampak begitu bernafsu dan sudah tak bisa lagi menahan hasrat nya.
"Tuan,, hiks ,,tolong jangan lakukan ini pada saya Tuan."Pinta Alina dengan air mata yang sudah membasahi wajah nya.
Arley yang melihat Alina menangis pun langsung menatap mata Aluna dengan lembut,"Aku akan melakukan nya dengan lembut, jadi berhenti lah menangis.."Ucap Nya.
Arley pun memulai kembali aksi nya, Alina yang tak pernah di senti oleh lelaki pun merasa jika tubuh nya terasa berkhianat.
"Ja-jangan Tuan saya mohon, sebentar lagi saya akan menikah.Saya takut jika lelaki yang menikahi saya akan kecewa, tolong jangan lakukan ini pada saya, hiks."Pinta Alina.
Arley menghentikan aksi nya, "Siapa memang nya lelaki yang akan menjadi suamiu itu? "Ucap Arley dengan bibir nya yang tak henti nya mengecupi leher Alina.
"Tuan Seno Dijaya, dia akan menikahi saya. Saya mohon jangan perkosa saya Tuan,"Pinta Alina.
Mendengar nama Dijaya, Arley pun langsung menyeringai. Mungkin ini lah saat nya untuk membalas kekalahan nya beberapa waktu lalu pikir nya.
"Kamu calon istri nya Seno? "
"I-iya Tuan, "Jawab Alina ketakutan.
"Bagus, apa kamu masih perawan? "
"Te-tentu Tuan, "Jawab Alina.
"Waah, aku dapat jackpot .Kalau begitu, biar aku membuka segel mu, nanti Seno biar tak susah lagi."Ucap Arley.
Dan Arley pun langsung membuka segel Alina, karna sadar jika Alina masih perawan Arley pun memperlakukan nya dengan lembut.
Bahkan walaupun Alina terus memberontak di bawah lingkungan Arley, Alina sempat beberapa kali merasakan pelepasan nya.
Arley begitu puas saat dia sampai di puncak nya, bahkan dia pun saat mencium Alina kembali dan mengucap kan terimakasih.
Alina hanya bisa menangis sambil memeluk ke dua lutut nya, dia begitu takut jika Seno tak akan jadi menikahi nya.
"Pakai lah baju mu, atau kau mau melakukan nya lagi?"Tanya Arley.
"Ti-tidak Tuan, jangan!! Saya mohon ampun, saya tidak mau lagi, ini sangat sakit."Ucap Aluna.
"Hahahaha,, tentu saja sakit. Karna ini yang pertama untuk mu, dan kau tahu,, ini juga yang pertama untuk ku."Arley pun tertawa dengan puas.
Alina terlihat makin takut di buat nya, dia pun segera memakai baju dan memakai nya. Alina berniat untuk keluar dari mobil Arley, tapi dia merasa malu karna hari sudah mulai terang dan orang orang sudah mulai berlalu lalang .
Arley pun seperti paham dengan kegundahan Alina, dia pun langsung melajukan mobil nya ke hotel tempat dia menginap.
Bahkan Arley mengulang kembali apa yang dia lakukan pada Alina di dalam mobil, Arley melakukan nya hingga berkali kali sampai Alina pingsan.
Flashback Of #
Tuan Arley nampak menghela napas berat, dia tahu apa yang dia lakukan itu salah.
"Maaf kan aku gadis kecil, karna kekesalan ku pada kekasih ku, dan karna kebencian ku pada kakek dan Nenek nya Seno membuat mu menjadi korban. Aku yakin jika Arkana adalah hasil dari benih yang aku tanam, maaf."
+
+
+
TBC