
Sore ini Devano baru saja selsai dengan pekerjaan nya, dia pun ingin segera pergi ke rumah adik nya. Karna Devano baru saja mendapat kabar, jika mereka sudah sampai di Indonesia.
Dengan langkah cepat Devano pun langsung masuk ke dalam mobil nya, setelah nya dia pun langsung melajukan mobil nya dengan cepat.
"Ah, sial!! Padahal aku sudah tak sabar ingin bertemu dengan Adam, kenapa malah macet? "Kelakar Devano.
Padahal Devano sudah sangat rindu dengan Adik dan keponakan nya, tapi kemacetan seakan memperlambat jalan nya menuju rumah Adam.
perjalanan yang harus nya bisa di tempuh dengan waktu dua puluh menit, kini harus di tempuh dalam waktu satu jam lebih.
Sampai di rumah Adam, ternyata pas dengan waktu maghrib. Mereka pun langsung melaksanakan shalat maghrib berjamaah, selsai shalat mereka pun langsung berkumpul di ruang keluarga.
"Bang, seperti nya Abang sangat lelah."Ucap Arkana pada Devano.
"Ya, Abang sangat lelah. Pekerjaan Abang sedang banyak, di tambah lagi Eliza yang selalu datang ke kantor. Aku jadi kesal di buat nya, "Adu Devano.
Arkana nampak terkekeh dengan penuturan Abang nya itu, dia pun mencoba untuk memberikan solusi pada Abang nya.
"Abang terima saja Eliza, aku rasa Eliza itu wanita yang baik. Hanya sifat nya saja yang sedikit bar bar, aku yakin dia wanita berpendidikan yang pandai menjaga diri nya. "Ucap Arkana.
Devano hendak berbicara, tapi Laila sudah memotong ucapan Devano terlebih dahulu.
"Mas, Kak, aku ke dapur dulu mau masak buat makan malam."Pamit Laila.
"Adam juga mau bantu ibu,"Ucap Adam.
Devano dan Arkana terlihat menganggukkan kepala mereka, Laila dan Adam pun langsung menuju dapur. Mereka akan bertempur dengan alat alat dapur, agar tercipta makanan lezat yang menggugah selera.
Sepeninggal Adam dan Laila, Arkana dan Devano pun langsung melanjut kan obrolan mereka yang sempat tertunda.
"Tapi Abang kurang suka dengan sifat nya yang terkesan memaksa itu De, "Keluh Devano.
"Mungkin dia bersikap seperti itu karna tak dapat respon dari Abang, coba lah Abang berbaik hati sedikit pada nya. Mana tahu wanita itu akan merubah sikap nya lebih lembut sama Abang,"Saran Arkana.
"Nanti akan ku coba, walaupun akan terasa sulit. Tapi memang aku merasa kasihan pada nya, bertahun tahun kerjanya hanya mengejar Abang mu ini."Ucap Devano seraya terkekeh.
"Ya, memang hanya gadis itu yang selalu setia mengejar Abang."
"Kalau kamu bicara seperti itu, secara tak langsung kamu berkata jika Abang mu ini tak laku."
"Jangan marah Bang, pesona mu sangat luar biasa."Puji Arkana.
"Sudah jangan bicara terus, bagaimana dengan Mu? Apa sudah bertemu dengan Ayah mu itu? "
"Hem, sudah. Dia sangat menyebal kan, dia bahkan menyusul ku kemari. Dan apa Abang tahu, perumahan ini juga milik nya? "
"Woow,, Pak tua itu ternyata luar biasa. Aku jadi tak sabar ingin bertemu dengan nya, apa aku akan mengenali nya jika bertemu tanpa mu? "Goda Devano
"Tentu, wajah nya begitu mirip dengan ku dan juga Adam."
"Luar biasa, aku jadi penasaran ingin melihat wajah adik ku dalam versi tua nya."Ucap Devano seraya tergelak.
Dan satu bantal sofa pun melayang ke arah Devano, Devano pun dengan sigap langsung menangkap nya.
"Ck, menyebal kan."Kilah Devano.
"Sudah sudah, jangan berdebat terus. Ibu memanggil Om dan Ayah untuk makan malam bersama, "Ucap Adam.
Devano pun langsung berdiri dan mengangkat tubuh Adam ke atas pundak nya, Adam pun terlihat sangat senang dan langsung tertawa dengan riang nya.
Sedangkan Arkana kini nampak tersenyum melihat keakraban di antara Abang dan putra nya itu.
Sampai di ruang makan, mereka pun langsung makan dengan tenang. Tak ada obrolan apa pun, mereka hanya fokus pada makanan yang sedang mereka santap.
Selsai makan malam Devano pun langsung pamit, karna memang waktu sudah menunjuk kan pukul setengah sembilan malam.
"Om pulang dulu, kamu jangan nakal."Pamit Devano.
"Siap Om, jangan lupa cari cewek yang cantik dan baik untuk jadi kan istri Om. Adam sudah tak sabar ingin mempunyai Aunty yang cantik, "Ucap Adam.
"Ck, dasar genit."Ucap Devano, sedangkan Adam langsung tertawa.
"De, Laila, Abang pamit."Ucap Devano.
"Hati-hati, "Ucap Arkana dan Laila bersamaan.
Devano pun segera keluar dari rumah mereka, dan dia pun segera masuk ke dalam mobil nya. Devano mulai melajukan mobil nya dengan perlahan, saat melewati taman yang tak jauh dari rumah Adam, Devano melihat Arkana versi tua sedang duduk di bangku taman.
"Malam Tuan, boleh saya duduk? "Tanya Devano sopan.
"Tentu saja anak muda, duduk lah. "Ucap Tuan Arley.
"Udara malam ini sangat dingin ya,, tidak baik untuk pria tua seperti anda duduk sendirian di taman malam malam."Goda Devano.
Tuan Arley pun terkekeh, "Angin malam tak akan membunuh ku anak muda, justru diam nya anak ku yang bisa membuat ku mati perlahan."
"Ck, ternyata pria tua seperti mu sangat membutuhkan bantuan ku."
Tuan Arley pun langsung menatap Devano dengan tajam, "Maksud mu? "
"Perkenalan kan, nama saya Devano Alkahfi Dijaya."Ucap Devano seraya mengulurkan tangan nya.
Tuan Arley pun langsung menyambut uluran tangan Devano,"Kamu anak nya Seno? "
"Yes pak tua, jadi,, apa pria tua seperti mu membutuh kan bantuan ku? "Tanya Devan seraya menaik turun kan alis nya.
"Anak muda yang nakal, baik lah. Aku membutuh kan bantuan mu, "Ucap Tuan Arley.
Tuan Arley merasa jika saat ini Allah begitu baik pada nya, hingga beliau menurun kan malaikat berwujud manusia ke hadapan nya.
"Karna aku merasa kasihan pada pria tua seperti mu, aku putus kan untuk membantu mu."Ucap Devano.
"Jadi, kapan kamu punya waktu luang? "
"Maksud anda pak tua? "
"Ck, aku bahkan merasa diri ku selalu muda. Tapi tak apa yang penting kamu mau membantu ku, pertemukan aku dengan gadis kecil itu."
"Gadis kecil? "
"Ah maksud ku, wanita yang pernah aku renggut kesucian nya."Ucap Tuan Arley dengan suara yang hampir tak terdengar.
"Maksud anda Mama Alina? "
"Aku tak tahu siapa nama nya, yang aku tahu dia gadis cantik yang lugu. Pekerjaan nya setiap hari mengambil cangkang kerang untuk di jadikan aksesoris,"Ucap Tuan Arley seraya menunduk."
"Akan aku usaha kan, sebentar lagi aku akan meresmikan cabang perusahaan ku yang ada di kota B. Mungkin itu waktu yang tepat untuk kalian bertemu,"Jawab Devano.
"Terimakasih, kau adalah pemuda yang sangat baik."Ucap Tuan Arley seraya menepuk pundak Devano.
"Tentu saja, karna Papah ku juga orang baik."
"Ya, dia sangat baik. Walaupun gadis kecil itu telah aku hancur kan, tapi Seno sangat baik karna masih mau menikahi nya."Ucap Tuan Arley dengan penuh penyesalan.
"Apa anda tahu pak tua? Mama Alina sempat depresi selama satu tahun, beruntung Arkana bisa lahir dengan selamat. Bahkan Arkana lah yang menyembuhkan Mama Alina, padahal wajah Arkana begitu mirip dengan anda."Ucap Devano.
Tuan Arley nampak terkejut dengan ucapan Devano,"Maaf,"Ucap Nya lirih.
"Sudah lah pak tua, labuh baik kau pulang. Nanti aku pasti aku akan menghubungi mu bila Mama Alina sudah datang,"Ucap Devano seraya menepuk pundak tuan Arley.
"Terimakasih, ini kartu nama ku."Ucap Tuan Arley.
"Sama -sama pak tua, saya permisi."Ucap Devano seraya mengambil kartu nama daribtangan Tuan Arley.
Devano pun langsung pergi meninggal kan Tuan Arley, setelah kepergian Devano, Tuan Arley pun langsung pulang menuju rumah nya.
+
+
+
Duh,,, kira kira gimana ya reaksi Mama Alina kalau nanti ketemu dengan si pak tua?
Semoga saja dia tidak akan lari, dan semoga saja Tuan Arley secepat nya mendapat kan kata maaf dari Mama Alina dan juga Arkana.
Aku kasihan soal nya kalau melihat pak tua yang masih terlihat tampan terus menderita, semoga hidup di masa tua nya akan lebih berharga.
Selamat malam sabtu ya gengs..
TBC