Who Is Adam?

Who Is Adam?
Obrolan Antara Cucu Dan Kakek Nya.



Adam begitu serius memperhatikan setiap ruangan yang ada di rumah peribadi milik Tuan Arley, kadang kening nya berkerut, kadang bibir nya mengkrucut dan kadang alis nya menaut.


Tuan Arley hanya duduk sambil memperhatikan tingkah Adam, menurut nya walaupun adam terlihat jeli dalam memperhatikan setiap detail rumah nya, tapi tetap saja Adam adalah anak kecil yang sangat menggemas kan.


"Boy, apa kamu tidak mau makan atau minum? "


"Tak, usah grandpa. Nanti kalau aku haus aku akan bilang, aku masih mau melihat lihat. Siapa tahu ada sesuatu yang enak di pandang mata,"Ucap Adam.


Kening Tuan Arley mengkerut, dia jadi bertanya tanya dengan apa yang di ucap kan oleh Adam.


"Maksud mu Boy? "


"Ck, rumah grandpa sangat membosan kan. Seperti nya butuh renovasi di mana-mana, dan tentu nya butuh beberapa lukisan atau semacam hiasan agar rumah grandpa terasa lebih hidup."


"Maksud mu rumah ku terasa sepi seperti kuburan? "


"Yes,sudah warna rumah nya hanya di dominasi dengan warna yang gelap, tak ada hiasan dan tak ada seorang perempuan yang mengurus tempat ini."


"Hey,, asisten rumah tangga ku seorang perempuan !!"Protes Tuan Arley.


"Maksud ku seorang istri, ingat grandpa, seorang asisten rumah tangga tak akan bisa berperan menjadi seorang istri. Sedangkan seorang istri, mampu mengerjakan semua nya. Bahkan hal yang terlihat mustahil sekalipun,"Ucap Adam.


"Issh,, tahu apa kamu soal itu? "


"Tentu aku tahu, seperti ibu ku. Seorang istri yang mampu mengerjakan semua nya, bahkan saat dia harus melahirkan dan membesar kan ku sendirian, dia tetap saja sanggup melakukan semua nya meski harus menerima banyak cibiran."


Mendengar ucapan Adam, Tuan Arley pun jadi tertarik. Tuan Arley pun langsung mengajak Adam untuk duduk dan menceritakan semua nya, Adam pun dengan senang hati menceritakan semua nya.


Tuan Arley pun mendengar kan nya dengan baik, Adam menceritakan nya tanpa ada yang terlewati sedikit pun.


"Begitu lah cerita nya,, "Ucap Adam mengakhiri cerita nya.


"Ck, ternyata dia sama saja seperti ku. Menghamili anak gadis orang, beda nya mereka saling mencintai. Sedang kan aku, merenggut kesucian gadis kecil itu karna aku sedang mabuk. "Ucap Tuan Arley dengan suara terendah nya.


Adam seakan mendengar Tuan Arley bergumam, tapi tak begitu jelas.


"Grandpa bicara apa? "


"No Boy, grandpa lapar. Mau makan dengan ku? "


Adam melihat jam yang bertengger cantik di dinding, waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi.


"Tapi ini bukan waktu nya untuk makan,"Protes Adam.


"Tadi pagi aku belum sempat sarapan, jadi anggap lah ini makan siang yang di gabung dengan sarapan pagi."


Adam pun terkekeh, "Baiklah grandpa, aku akan menemani mu makan. Tapi hanya menemani, aku tak ikut makan."


Tuan Arley pun bangun dari duduk nya,"Come on Boy,"Ajak Tuan Arley.


Adam pun menurut, adam menautkan jari jari kecil nya di tangan Tuan Arley. Mereka pun berjalan beriringan ke arah ruang makan, asisten rumah tangga yang sedang merapikan ruangan tersebut pun langsung melongo tak percaya.


Pasal nya baru kali ini dia melihat anak kecil yang sama persis wajah nya dengan Tuan nya, karna setahu nya memang Tuan nya itu masih single.


"Bi Min, "Panggil Tuan Arley.


"Yes Master, "Jawab nya dengan tatapan mata yang teralihkan dari wajah Adam.


"Dan tolong buat kan aku jus mangga, "Titah Adam.


Bi Min pun langsung meninggal kan mereka berdua dan langsung menuju dapur, sedangkan Adam dan Tuan Arley langsung duduk.


"Boy,, "Panggil Tuan Arley.


"Yes grandpa, "Sahut Adam.


"Apa kau benar benar tidak ingin makan bersama ku?"


"No, grandpa.Nanti saja di rumah, "Tolak Adam halus.


"Baiklah ,apa pun yang kamu ingin kan."


Tuan Arley pun pasrah, padahal dia sangat ingin sekali makan bersama Adam. Tapi seperti nya anak itu terlalu tepat waktu, dan selalu menjaga kebersamaan nya dengan ke dua orang tua nya.


Bi Min pun datang dengan membawa beberapa menu makanan di tangan nya, setelah di hidang kan dengan apik, Tuan Arley pun langsung mengendok nasi dan beberapa lauk nya.


Tuan Arley pun mulai makan ,sedangkan Adam terlihat memperhatikan pria paruh baya itu. Ada rasa kasihan di hati Adam saat melihat pria itu makan sendirian, tapi di dasar hati nya yang paling dalam dia tak mau melewat kan kebersamaan nya bersama dengan ke dua orang tua nya.


Lima belas menit kemudian, Tuan Arley pun sudah selsai dengan acara makan nya. Tuan Arley pun langsung mengajak Adam ke taman belakang, mereka pun menikmati sisa kebersamaan mereka di sana.


Taman belakang milik Tuan Arley begitu luas, berbagai macam bunga di taman di sana. Dari kecil Tuan Arley memang menyukai bunga, maka nya saat melihat halaman rumah Adam, dia begitu menyukai nya.


Menurut nya Laila itu merupakan menantu idaman, mempunyai hobi bercocok tanam sama seperti nya.


Waktu terasa berjalan dengan cepat, tanpa terasa sudah mau pukul dua belas. Dengan sangat terpaksa Tuan Arley pun langsung mengantarkan Adam dengan mobil mewah nya.


Setelah sampai di depan rumah Adam, Adam pun langsung mencium kening Tuan Arley.


"See you latter tonigh grandpa, "Ucap Adam.


"Hem,, aku pasti datang nanti malam."


"Adam tunggu, "Jawab Adam.


Adam pun segera turun dan langsung masuk ke dalam rumah nya, sedangkan Tuan Arley langsung pergi ke kantor pusat karna ada beberapa hal yang harus dia kerjakan di sana.


Dan benar saja, sampai di kantor pusat Tuan Arley sudah di tunggu dengan setumpuk berkas yang sudah meronta minta di selesaikan.


+


+


+


Selamat bermalam minggu ya gengs, semoga selalu sehat dan bahagia. Do'a yang terbaik selalu ku panjat kan untuk Kaleyan semua, tanpa Kaleyan apa lah arti nya aku..


IG. suliani_cucu


I Love You all,,


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓 Seempang Buaya..


TBC