Who Is Adam?

Who Is Adam?
Catatan Harian Nayla



Devano dan Arkana akhirnya pulang dari kediaman Laila, entah apa yang ingin di bicarakan oleh Tuan Seno dan Nyonya Alina .


Yang pasti saat ini Laila merasa sangat khawatir, dia sangat takut jika suatu hal yang buruk akan menimpa diri nya dan Adam.


Laila pun masuk ke dalam kamar nya, dia mencoba memejamkan mata nya. Tapi rasa kantuk tak kunjung datang, Laila pun memutuskan untuk pergi ke kamar ibu nya.


Saat masuk ke kamar ibu nya Laila melihat foto keluarga yang terpajang cantik di dinding kamar, sedih,, itu lah yang Laila rasakan saat melihat foto tersebut.


Laila pun kembali menelisik setiap sudut ruangan kamar yang berukuran tiga kali empat meter tersebut,dia bahkan membuka lemari pakaian ibu nya.


Terlihat masih tersusun dengan sangat rapih baju baju ibu nya itu, hanya saja bau nya terasa apek. Laila pun meraba helaian baju ibu dan bapak nya, tanpa sengaja dia menemukan sebuah buku.


Boleh di katakan, seperti sebuah buku Diary .Laila yang penasaran pun langsung mengambil buku tersebut, dia pun membawa buku itu dan duduk di tepi ranjang milik Alm ibu nya.


Laila pun mulai membaca buku Diary milik ibu nya, setiap lembaran buku tersebut terus saja dia baca. Mata Laila langsung membulat sempurna kala membaca tulisan ibu nya, di dalam buku itu ibu nya menulis kan tentang sepeenggal kisah hidup nya bersama Tuan Seno, dia pun membaca nya sambil menutup mulut nya tak percaya.


*Catatan Harian Nayla *


*Hari hari yang kulalui terasa begitu indah, apa lagi setelah Mas Seno mengatakan cinta nya pada ku.Aku sangat mencintai nya ,karna dia adalah lelaki yang sangat baik.


Walaupun dia terlahir dari keluarga kaya, tapi dia tak pernah malu membawa aku kemana pun saat dia pergi. Bahkan dia selalu mengenal kan ku pada setiap teman dan kerabat nya, aku begitu bangga pada nya.


Bahkan ke dua orang tua nya pun menerima ku dengan baik, mereka tak menganggap ku hina walau terlahir dari keluarga miskin.


Tapi sebuah kemalangan menghampiri ku, saat Kakek dan Nenek nya Mas Seno datang dari luar negri. Mereka tak menyetujui hubungan ku dengan Mas Seno, mereka pun berusaha memisahkan ku dengan Mas Seno.


Padahal pernikahan ku dengan Mas Seno sudah di tentukan kala itu, tapi dengan tega nya kakek dan nenek nya Mas Seno membawa ku pergi jauh ke sebuah kampung terpencil.


Padahal saat itu aku sedang mengandung anak nya Mas Seno, tapi mereka sangat tega mengurung ku di sebuah rumah dengan hanya di temani seorang perawat.


Aku memang di perlakukan dengan baik di sana, sampai akhirnya aku melahirkan seorang bayi laki laki yang sangat tampan.


Aku begitu senang saat melihat bayi ku lahir dengan selamat, tapi tanpa ku duga kakek dan Nenek nya mas Seno membawa putra ku setelah melakukan tes DNA yang menunjukan kalau dia anak kandung mas Seno.


Aku sangat terpuruk kala itu, tapi nenek dan kakek nya mas Seno seakan tak perduli. Mereka begitu tega memisahkan ku dengan putra ku, dia hanya berkata kalau aku ingin melihat anak ku hidup aku harus pergi sejauh mungkin dan pergi menghindar dari mas Seno.


Aku pun menurut kala itu, aku takut jika mereka akan membunuh anak ku. Aku hanya bisa berharap, semoga putra ku baik baik saja.


Aku begitu menderita, tiap malam aku bermimpi buruk tentang putra ku. Aku selalu tak tenang, aku selalu merindukan putra ku yang ku kandung dan aku lahirkan.


Aku terpuruk, aku bahkan sampai depresi. Sampai akhirnya aku bertemu dengan Mas Reno, dia selalu menghibur ku. Mas Reno selalu menjadi penyemangat ku, hingga akhirnya aku merasa berhutang budi pada nya dan akhirnya aku menikah dengan nya.


Mas Seno, maaf kan aku. Aku bukan nya tak mencintai kamu, aku pergi bukan karna tak sayang. Tapi Kakek dan nenek kamu yang tak menyetujui hubungan kita, aku harap Mas menemukan anak kita, putra kita, buah hati kita*.


-


-


Laila pun langsung menangis setelah membaca curahan hati Ibu nya, mungkin ini alasan nya kenapa Papah nya Mas Arkana tak menyetujui hubungan mereka pikir nya.


Pasti Tuan Seno berpikir buruk tentang ibu nya, bagaimana tidak berpikir buruk, jika sang pengantin wanita terlihat seperti kabur saat hari pernikahan sudah hampir tiba.


Padahal jika Tuan Seno tahu apa penyebab nya, pasti dia akan berpikir ulang tentang pikiran nya terhadap ibu nya Naila.


Laila merebahkan tubuh nya, dia menangis tanpa suara. Dia menangis sambil memeluk buku Diary milik ibu nya, dia merasa begitu terpukul dengan kenyataan ini.


Dia merasa jika ujian hidup terasa datang secara beruntun, dan tak mau memberikan waktu untuk Laila bernapas.


"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku harus memberikan buku Diary ini pada Tuan Seno?"Ucap Laila seraya terisak.


Laila pun terus menangis meratapi nasib nya dan juga menangis karna sedih saat tahu tentang masa lalu ibu nya, dia pun bangun karna teringat akan tulisan ibu nya yang menyatakan jika dia punya anak laki laki hasil buah cinta nya bersama Tuan Seno.


"Jadi aku mempunyai kakak laki-laki? Di mana dia sekarang?Apa Tuan Seno tahu jika ibu melahirkan seorang putra lelaki hasil buah hati mereka?"Ucap Laila lirih.


Laila pun kembali ke dalam kamar nya, dia mencoba merebahkan tubuh nya. Dia berharap bisa dengan cepat terlelap, tapi tak kunjung bisa.


Laila masih terus berpikir tentang kakak laki laki nya, tapi dia juga bingung harus berbuat apa. Laila hanya bisa berharap, semoga semua nya akan baik baik saja.


Lama berpikir membuat kepala Laila menjadi pusing, dan pada akhirnya Laila pun bisa tidur dan masuk ke alam mimpi nya.


+


+


+


Terimakasih untuk kalian yang sudah mampir, terimakasih juga untuk dukungan nya.


Aku masih setia menunggu like, koment, Vote, kritik, saran dan juga hadiah dari Kaleyan semua.


πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“Banyak banyak untuk Kaleyan semua.


TBC