Who Is Adam?

Who Is Adam?
Rencana



Arkana dan Tuan Arley kini sedang duduk berdua di bangku taman ,mereka terlihat sangat dekat.


Sesekali Tuan Arley terlihat mengulas senyum, dan Arkana pun nampak membalas senyuman dari Deddy nya itu .


Kini Arkana dan Tuan Arley terlihat sedang melepas rindu ,dan ternyata kata melepas rindu tidak hanya berlaku untuk sepasang kekasih tapi berlaku juga untuk ayah dan anak seperti mereka.


Sedangkan Laila, Adam dan Devano. Kini terlihat sedang memperhatikan mereka, mereka nampak malu-malu.


Dari tatapan mata mereka terlihat sekali jika mereka saling merindu, tapi mereka nampak menjaga gengsi.


"Om,"Panggil Adam.


"Yes Boy, Jawab Devano.


"Tugas ku sudah selesai ,sekarang giliran Om,"Ucap Adam.


" Tugas? Tugas apa Boy ?"ucap Devano dengan wajah bingung nya.


"Ck, tentu saja tugas untuk mempertemukan Grandpa dan nenek ."Ucap Adam.


"Wah wah wah ,,ternyata keponakan ku tersayang ini sangatlah pintar."Puji Devano.


"Apa Om lupa jika aku adalah anak jenius yang paling jenius di dunia,, "Ucap Adam Jumawa.


"Ya, Om hampir lupa. Jika keponakan Om yang tampan ini baru saja pulang dengan membawa gelar juara satu tingkat dunia, dan bahkan kemarin kamu sudah mendapat kan hadiah satu triliun."


"Om benar, dan aku harap besok Om mau mengantar kan aku ke showroom mobil besok. "Ucap Adam.


"Ck, pergilah bersama Ayah mu itu.""


Devano berujar setengah kesal, pasal nya apa-apa Adam selalu mengandalkan nya. Seakan anak itu tahu jika Ayah nya perlu banyak waktu berdua dengan ibu nya.


"No, No, No,, aku mau nya di antar Om. Ok?! "


Adam berucap setengah memaksa, Devano pun terlihat pasrah.


"Baiklah, Om menurut. "


Adam pun langsung tersenyum senang, Adam bahkan langsung melompat ke dalam pelukan Devano dan menghujani wajah Devano dengan ciuman.


"Terimakasih Om, Om memang orang yang sangat perhatian."


"Hem, "Jawab Devano.


Laila yang melihat keakraban di antara anak dan kakak nya merasa jadi terabaikan, dia pun langsung melayang kan protes nya.


"Seperti nya ibu hanya di anggap obat nyamuk saja, mending ibu masuk ke dalam rumah."Ucap Laila.


Adam pun turun dari pangkuan Devano, dan langsung memeluk ibu nya.


"Jangan marah bu, ibu tetap lah yang terbaik. "Ucap Adam seraya menghujani wajah ibu nya dengan ciuman.


"Kamu memang pandai merayu,"Ucap Laila.


"Jadi, apa kah ibu mau membantu kami? "


Laila nampak mengernyit, dia tak paham dengan apa yang di inginkan oleh putra nya itu.


"Apa yang bisa ibu bantu? "


Laila pun bertanya dengan raut penasaran, sedangkan Devano nampak terkekeh melihat ekspresi dari Laila.


"Kita harus bisa mempertemukan Tuan Arley dan Mama Alina, Apakah kamu mau membantu Kakak mau ini?"


" Kenapa mereka harus bertemu?" Tanya Laila dengan raut wajah yang tidak paham.


" Karena Tuan Arley sangat ingin meminta maaf kepada Mama Alina atas kesalahannya di masa lalu, dia merasa sangat bersalah terhadap Mama Alina .Kamu mau kan membantu kakak?"


Laila nampak menghela nafas berat ,sebenarnya dia agak keberatan .Tapi akhirnya Laila pun menyanggupinya, karena memang Semua orang berhak mendapatkan Kesempatan Kedua.


" Baiklah Kak ,aku akan membantu mu .Sekarang katakan apa yang harus aku lakukan,"Ucap Laila.


" Kita telepon Mama Alina, kita minta dia untuk datang ke Jakarta. Bilang saja kalau kamu akan membangun kantor baru untuk Adam dan Arkana, dan kamu ingin Mama datang dengan Papah ke sini. Bisa kan?"


" Akan aku coba kak, semoga saja Mama dan Papah mau datang kemari."


Laila pun langsung mengambil ponsel nya, dia pun segera menekan nomer Papah Seno. Tak lama ,Papah Seno pun nampak mengangkat panggilan dari Laila.


"Halo Assalamualaikum Laila sayang, ada apa malam-malam telpon Papah."Tanya Tuan Seno dari sebrang sana.


"Pasti sayang, Papah pasti akan usahakan untuk datang. "Jawab Tuan Seno.


"Sama Mama juga kan Pah? "


Tuan Seno terdengar tertawa renyah di sebrang sana, lalu dia pun kembali berucap.


"Apa kalian merindukan pasangan paruh baya ini?"


"Tentu Yah, aku sangat rindu pada kalian."Jawab Laila.


"Baiklah, Papah dan Mama akan datang ke sana empat hari lagi. Apa kamu senang? "


Sangat Pah, Laila sangat senang."Ucap Laila.


"Hem, sekarang tidur lah. Sudah malam, jangan terlalu sering begadang nanti malah tak jadi-jadi. "Ucap Tuan Seno seraya tertawa.


"Pah,,!! "Kesal Laila.


"Yayaya,, Assalamualaikum.."Ucap Tuan Seno mengakhiri percakapan.


"Waalaikum salam.."Jawab Laila.


Setelah mendengar jawaban dari Tuan Seno, Laila pun langsung mematikan sambungan teleponnya. Setelah itu Laila pun menatap wajah Devano dan menaik turunkan alisnya .


Devano nampak tersenyum puas ,kemudian dia pun langsung memeluk Laila dengan erat .


"Terima kasih adikku sayang ,terima kasih karena sudah mau membantu .Masalah yang telah lalu memang telah berlalu ,tapi Tuan Arley tetap saja membutuhkan kata maaf dari mama ALina."


" Ya Kakak benar ,Mama Alina dan Tuan Arley memang harus menyelesaikan masalah mereka. Tuan Arley harus meminta maaf kepada mama Alina,"Ucap Laila.


" Hem,, semoga saja mama Alina mau memaafkan Tuan Arley. Dan semoga saja mama Alina tidak ketakutan jika bertemu dengan Tuan Arley, "Ucap Devano.


Devano Dan Laila pun melerai perlukan mereka, setelah itu Laila pun menghampiri Arkana dan Tuan Arley.


"Mas, ini sudah malam sebaiknya Mas beristirahat. Begitu juga dengan Tuan ,sebaik nya pulang dulu."


" Kamu benar Laila ,untuk lelaki tua sepertiku memang harus istirahat tepat waktu. Jangan terlalu malam,oh iya Laila boleh kah aku bertanya? "Ucap Tuan Arley.


"Tentu Tuan Arley, tanyakan saja apa yang ingin Tuan tanyakan pada saya."


" Sebelumnya aku minta pada mu, jangan memanggil aku Tuan lagi. Panggil aku Daddy seperti suami mu memanggil ku,"Pinta Tuan Arley.


" Baiklah Dad ,sekarang tanyakanlah apa yang ingin kau tahu dari ku."Ucap Laila.


" Apakah kamu bisa menganggap ku Ayah kandung mu sama seperti Arkana?"


" Tentu Dad dengan senang hati, Daddy nya Arkana adalah Daddy ku juga."Ucap Laila tulus.


Tuan Arley pun langsung bangun dan memeluk dengan erat, dia pun mengelus lembut punggung Laila.


" Terima kasih Laila ,kamu memang perempuan yang baik. Kamu adalah menantu yang baik ,terima kasih."Ucap Tuan Arley.


"Ehem,,"


Terdengar suara deheman berbunyi dengan keras dan pelaku nya tak lain adalah Adam, Tuan Arley pun langsung meterai pelukan nya.


Kini tatapan nya tertuju pada cucu tampan nya, "Boy, apa kah kamu sedang cemburu? "


"Yes grandpa, aku belum dapat pengakuan resmi dari mu. Aku masih bersetatus cucu yang sangsi keberadaan nya, "Ucap Adam.


"Bahasa mu itu loh, bikin grandpa ga nahan.."Ucap Tuan Arley.


Mendengar ucapan Tuan Arley, semua orang yang ada di sana langsung tertawa.


+


+


+


Hayo, ada yang bisa nebak ngga ya gimana reaksi nya Mama Alina saat bertemu dengan Tuan Arley?


Tunggu besok ya kelanjutan nya, saya mau nyari ilham dulu..


Semoga kalian sehat selalu dan mau membaca karya receh aku selanjut nya..