
Mom Maura hanya duduk terpaku sambil memeluk foto Ibunda Gracia yang terlihat masih muda dan juga cantik.
Dia benar-benar menyayangkan sikap Ibunda Gracia yang keras kepala, padahal dia sudah memperingatinya berkali-kali jika lelaki yang dia cintai adalah lelaki brengsek yang sering bergonta-ganti pacar di belakang dirinya.
Namun, rasa cinta yang dia rasakan terhadap lelaki tersebut seakan membutakan mata hatinya.
Dia bahkan tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar, seharusnya dia berpikir dengan benar manakala dia datang ke rumah membawa lelaki tersebut dan meminta restu kepada keluarga.
Namun, keluarga menolak dengan terang-terangan. Karena, mereka sangat tahu bagaimana tingkah lelaki yang dia pilih di luaran sana.
Seakan tak terima dengan keputusan dari keluarganya, Ibunda Gracia malah memilih kawin lari dengan lelaki pujaan hatinya.
Sungguh kesalahan yang luar biasa pikir, mom Maura.
Kriet
Pintu kamar nampak terbuka, alangkah kagetnya saat ibunda Gracia masuk termyata ada orang di sana.
Begitupun dengan Mom Maura, dia merasa sangat kaget saat melihat Ibunda Gracia yang terlihat begitu cepat datang.
Padahal mereka belum ada setengah jam pergi dari rumah, apakah acara makan di Restorannya tidak jadi, tanyanya dalam hati.
"K--kak Ma--Maura, sedang apa Kakak di sini?" tanya Ibunda Gracia.
Bukannya menjawab, Mom Maura malah langsung bangun dan menghambur ke pelukan Ibunda Gracia.
Dia memeluk Ibunda Gracia dengan sangat erat, bahkan air matanya tak dapat dia tahan lagi.
Dia menangis sesenggukkan sambil memeluk Ibunda Gracia tersebut, Begitupun dengan Ibunda Gracia dia menangis di dalam pelukan Mom Maura.
"Kenapa nasibmu seperti ini Naura?" tanya Mom Maura.
"Irfan meninggalkan aku, Kak. Dia memilih menikah lagi dengan wanita lain," jawab Ibu Gracia.
"Aduh, Naura. Kenapa kamu bandel sekali? Aku sudah bilang berkali-kali kepadamu, jika lelaki itu adalah lelaki berengsek. Dia tidak pantas untuk kamu, kenapa kamu malah pergi dengan dia?" kesal Mom Maura disela tangisnya.
"Maaf, Kak. Maaf, dulu aku terlalu dibutakan oleh cinta," ucap Ibu Naura seraya terisak.
Mendengar tangis antara kedua wanita cantik itu, Gracia pun langsung masuk ke dalam kamar Ibundanya.
"A--ada apa ini?" tanya Gracia.
Mom Maura dan Ibu Naura langsung melerai pelukannya, mereka langsung menatap Gracia yang tengah kebingungan melihat mereka.
"Tante Maura? Kenapa ada di rumah kami?" tanya Gracia penuh tanda tanya.
"Maaf kalau Tante masuk rumah kalian tanpa izin, Tante hanya ingin membuktikan suatu hal setelah pertemuan kita di Rumah Sakit kemarin. Aku sangat yakin jika perempuan yang datang dengan kamu adalah adik kandungku, ternyata benar. Dia adalah Naura, adikku," jelas Mom Maura.
"Jadi, Tante adalah kakak dari Ibu?" tanya Gracia.
"Ya, dia adalah adikku. umur kami hanya beda dua tahun saja, Mommy sengaja dulu memberikan nama yang hampir sama kepada kami. Karena umur kami pun tak beda jauh," ucapnya lagi.
Gracia terlihat kebingungan, dia bingung harus berbicara seperti apa kepada Mom Maura.
Melihat raut kebingungan di wajah Gracia, Maura langsung menghampirinya dan memeluknya dengan erat.
"Tante senang karena walaupun Ayahmu yang berengsek itu pergi meninggalkan kalian, tapi kalian bisa hidup dengan baik. Apa lagi kamu, Sayang. Tante bangga karena kamu bisa menyelesaikan sekolah kamu dan bekerja di perusahaan terbesar di kota ini," ucap Mom Maura.
"Aku sengaja berusaha keras Tante untuk bisa bersekolah dan berusaha untuk masuk ke perusahaan besar milik keluarga Caldwell, karena aku ingin membahagiakan ibu. Dari aku kecil Ibu tidak pernah bahagia, karena Ayah selalu saja mengabaikan kami. Dia lebih sering pergi bersama pacarnya daripada mengurusi kami," Adu Gracia.
"Ya Tuhan, kenapa hidup kalian sangat berat sekali? Lagipula seharusnya kamu kembali ke rumah, bukannya malah bertahan dalam kesusahan seperti ini, Naura," ucap Maura.
"Aku malu, Kak. Aku sangat malu, aku tak berani pulang ke rumah," ucap Ibu Naura seraya menunduk.
Mom Maura memperhatikan tubuh Ibu Naura yang begitu kurus, dia merasa sangat iba melihat penampilan adiknya itu.
Bahkan rasanya dadanya terasa sesak saat melihat penampilan Naura yang sekarang, padahal dulu Naura adalah wanita yang sangat cantik.
Banyak lelaki yang begitu menginginkan dirinya, bahkan Mom Maura saja sering merasa iri kepadanya.
Namun, dia malah memilih pria berengsek seperti Irfan. Dia memang tampan, pintar merayu dan juga pandai mengungkapkan kata-kata cinta yang membuat hati para wanita meleleh.
Namun sayangnya, dia hanyalah parasit yang selalu bergantung hidup kepada wanita.
"Kamu ikut Kakak, kamu tinggal di rumah Kakak, ya?" ajak Mom Maura.
Ibu Naura menggeleng lemah, tidak usah. Aku tak mau merepotkan, biarlah aku menikmati hasil dari perbuatanku," ucap Ibu Naura.
"Jangan seperti itu, Naura. Sebentar lagi Leo akan menikah, aku mau kamu tinggal bersama denganku. Agar aku mempunyai teman mengobrol, lagi pula Leo jarang pulang. Dia lebih sering pulang ke apartemen miliknya," rayu Mom Maura.
Naura terlihat dilema, namun dia pun tak ingin mengecewakan kakaknya tersebut. Akhirnya, setelah menimbang-nimbang dan memikirkan tawaran dari kakaknya dia pun mengatakan.
"Baiklah, Kak. Aku akan tinggal bersama dengan dirimu, namun nanti setelah Leo menikah," ucap Naura.
"Baiklah, aku setuju dengan dirimu. Awas aja kalo bohong, aku akan marah padamu," ucap Mom Maura mengancam.
"Iya, Kak. Sekarang kita makan malam bersama saja, kami sudah membeli makanannya di Restoran, kita makan sama-sama ya, Kak?" tawar Ibu Naura.
"Ya, kita makan bersama," ucap Mom Maura.
Akhirnya mereka bertiga pun melakukan makan malam bersama, sesekali Mom Maura dan juga Ibu Naura bertukar cerita.
Gracia pun merasa senang karena ternyata dia masih mempunyai saudara kandung, walaupun selama ini mereka terpisah karena kesalahan Ibunya.
Namun, dia berharap jika dia masih bisa bersilaturahmi dengan baik dengan tentenya tersebut.
...****************...
"Mas, kamu pernah merhatiin Leo sama Gracia ngga?" tanya Sisil.
"Kamu ngapain bahas mereka sih, aku mau bobo. Mau disayang-sayang dulu sama kamu. Ngga usah ngomongin orang lain," protes Adam.
"Ish! Mas ngga pengertian, aku cuma mau bilang kalau Gracia sama Leo itu terlihat mirip kalau dilihat dari samping. Bentuk hidung dan bentuk rahang mereka hampir mirip," ucap Sisil.
"Kamu ngaco, Gracia hanya orang biasa. Sedangkan Leo termasuk orang ada, dia sengaja kerja di perusahaan Grandpa karena ingin belajar sebelum mengemban perusahaan peninggalan Daddynya," jelas Adam.
"Masa sih, Mas?" tanya Sisil tak percaya.
"Iya, Sayang. Sekarang kita tidur, aku udah lelah. Kamu tadi mintanya ngga ngerti," ucap Adam seraya menarik istrinya ke dalam pelukannya.