
Pukul empat pagi Eliza sudah terbangun dari tidur nya, rasa nya kandungan kemih nya sudah sangat penuh .Begitu terasa mendesak serasa minta segera untuk di keluarkan.
Eliza pun berusaha untuk bangun, dia berusaha untuk menyeret kaki kanan nya yang terasa sangat sakit.
Saat kaki nya sudah menyentuh lantai, Eliza merasa jika kaki nya begitu sakit.
"Aaww,, aduh.. Sakit banget,"Ucap Eliza dengan mata nya yang sudah berkaca-kaca
Devano yang mendengar keluhan Eliza pun langsung bangun dari tidur nya, Devano langsung mengucek mata nya dan melihat ke arah Eliza.
Devano sangat kaget saat melihat Eliza yang sedang berusaha turun dari ranjang pasien, dengan cepat Devano pun bangun dan menghampiri Eliza.
''Za,, "Panggil Devano.
Eliza pun mendongak kan kepala nya, dia memandang wajah Devano yang terlihat cemas.
"Apa sih? "Ketus nya.
"Kamu mau apa? "
"Aku,,aku mau pipis. "Ucap nya pelan.
Devano pun tersenyum dan langsung mengangkat tubuh mungil Eliza, "Bilang dong Za, kan bisa aku bantu."
"Turunin kak, aku ngga mau kakak gendong."Ucap Eliza seraya memaling kan wajah nya.
Devano pun langsung tersenyum ,dia tak menyangka jika wanita yang selalu menggoda nya itu kini malah terlihat cuek pada nya.
Sampai di kamar mandi, Devano langsung menduduk kan Eliza di atas closet.
"Mau di bantu? "
"Enak aja!!, Sono kakak nya keluar ,aku bisa sendiri."Ucap Eliza kesal.
"Oke baik lah, jangan marah-marah nanti cantik nya ilang.Kalau butuh kakak, panggil aja. Kakak tunggu di depan pintu,"Ucap Devano.
Devano pun langsung keluar dari kamar mandi, selepas kepergian Devano, Eliza pun langsung menuntaskan kan hajat nya.
Walaupun terasa susah, tapi Eliza tetap berusaha. Rasa nya dia begitu malu, jika meminta bantuan untuk urusan kamar mandi.
Setelah selsai, Eliza pun berusaha mengambil air untuk mencuci muka nya dan juga menggosok gigi. Lima belas menit kemudian, Eliza pun telah selesai dengan segala aktivitas nya.
Eliza yang tak ingin merepotkan Devano pun berusaha untuk berdiri sendiri, tapi kali nya benar-benar terasa sakit.
"Aduh,, "
Merasa kan kaki nya yang makin sakit, membuat Eliza mengaduh berkali-kali. Devano yang mendengar nya pun langsung masuk ke dalam kamar mandi, tentu nya tanpa izin dari Eliza.
'"Kakak ngapain masuk?! "
Devano tak menjawab, dia langsung menggendong Eliza dan membawa nya keluar dari kamar mandi. Kemudian dengan sangat hati-hati Devano pun langsung merebahkan tubuh Eliza di ranjang pasien.
"Apa sudah lebih baik? "
Eliza tak menjawab, dia hanya memalingkan wajah nya. Sebenarnya kaki nya terasa sangat sakit, tapi dia malu untuk mengatakan nya.
"Ya sudah, aku mandi dulu. Sebentar lagi waktu subuh tiba, "Ucap Devano.
"Hem, "Jawab Eliza.
Devano pun langsung pergi ke kamar mandi, sedangkan Eliza langsung menangis saat melihat Devano yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.
"Hiks,, sakit,, sakit banget.. Papah, Mama,, kaki Eliza sakit.. "Rintih nya.
Devano yang sedang berada di kamar mandi pun langsung tersenyum, ternyata Eliza itu sangat manja juga pikir nya.
Selama ini Devano hanya melihat Eliza itu sebagai wanita penggoda yang begitu bar bar, tapi di balik itu semua masih banyak yang Devano tak tahu rupa nya.
Setelah selsai mandi, Devano langsung keluar dari kamar mandi. Eliza pun nampak menyusut air mata nya, bahkan Eliza terlihat menyusut ingus nya dengan piyama tidur nya.
"Jorok, "Ucap Devano yang hendak mengambil sejadah dari atas sofa.
"Biarin,, "Ucap Eliza.
Karna biasa nya Eliza melihat Devano yang terlihat sangat lelah dan cape setelah mengurusi pekerjaan nya, bukan wajah segar seperti saat ini.
Eliza terus saja menatap Devano, sampai dia tak sadar jika Devano sudah selsai dengan shalat nya.
"Za, "Panggil Devano yang kini sudah berada di samping nya.
"Eh, kakak.. "Ucap Eliza seraya memaling kan wajah nya.
"Kenapa Za, kakak ganteng banget ya? Kamu ampe gitu banget lihatin kakak nya, "Ucap Devano.
"Apa sih?! Kakak geer banget ,sono sono..!!"Usir Eliza.
Devano pun langsung terkekeh, kemudian dia pun langsung keluar dari ruangan Eliza. Eliza pun jadi bingung, kenapa Devano langsung keluar begitu saja ?
Tapi Eliza berpikir jika itu tak berpengaruh pada nya, toh dia sudah tak membutuh kan Devano lagi.
Satu jam kemudian, Devano tak kunjung kembali. Eliza pun jadi khawatir, karna takut nya Devano marah karena sudah ia usir.
"Kenapa dia tak kembali juga? Apa dia marah pada ku?"Tanya Eliza pada diri nya sendiri.
Tak lama pintu pun terbuka, nampak lah Adam bersama dengan Laila yang masuk.
"Aunty,,, "Sapa Adam.
Adam langsung berlari menghampiri Eliza,Eliza pun dengan senang hati langsung merentang kan ke dua tangan nya. Adam pun masuk ke dalam pelukan Eliza.
"Pagi Boy, kenapa kalian bisa datang sepagi ini?"
Adam pun tersenyum dengan sangat manis,"Om Devan tadi telpon, kata nya dia harus segera pergi ke kota P untuk melakukan persiapan pembukaan perusahan baru nya. Aku dan ibu di minta Om Devan untuk menemani Aunty,"Jelas Adam.
Eliza pun nampak kecewa,"Begitu ya? "Tanya nya.
Laila yang melihat kekecewaan dari sorot mata Eliza pun langsung menghampiri nya,"Maaf ya Eliza, kakak ku yang tampan itu sedang sibuk. Mungkin nanti sore dia bisa kemari lagi,"Jelas Laila.
"Tidak apa-apa kak, aku tahu dia sibuk."Ucap Eliza dengan suara lemah nya.
''Bukan nya tadi aku yang meminta nya untuk pergi? Tapi saat tahu dia pergi begitu saja, kenapa aku jadi kecewa ya? Ya tuhan, jangan biarkan aku terlarut dengan perasaan ini. Aku tahu dia tak pernah menyukai ku, aku harus berusaha untuk ngelupain kak Devan."
Melihat Eliza yang hanya diam mematung, Laila pun melambaikan tangan nya tepat di depan wajah Eliza.
"Kamu kenapa? "
"Ah, tidak apa-apa. Aku hanya lapar Karna kakak membawa kotak makanan, "Jawab Eliza asal.
"Benarkah? "
Eliza nampak menganggukan kepala nya berkali kali, Laila pun tersenyum.
"Kalau begitu, biar aku suapi."Usul Laila.
"Tak usah, aku makan sendiri saja."Tolak Eliza.
"Baiklah, apa kata mu saja."Ucap Laila.
"Kalau Aunty tak mau di suapi tak apa-apa, Aunty suapi aku saja."Ucap Adam.
"Baiklah Boy, sekarang kamu duduk di samping Aunty. Kita makan bersama, "Ajak Eliza.
Adam pun dengan senang hati naik ke atas ranjang pasien, dengan senang hati Eliza pun menyuapi Adam secara bergantian dengan nya
+
+
+
Yuk jangan bosan bosan untuk mampir ke karya ku,, Jangan lupa buat tinggal kan jejak Yes..
Love untuk Kaleyan semua..