Who Is Adam?

Who Is Adam?
Kembali Ke Ibu Kota



Hari hari yang Arkana lalui kini terasa lebih berarti, karna bisa hidup bersama dengan istri yang begitu cantik dan perhatian. Tentu nya dengan ada nya anak yang begitu jenius membuat hidup Arkana menjadi sebuah paket komplit.


Arkana juga kini sedang sibuk mempersiapkan ke pergian mereka ke Amerika, dia sengaja melakukan semua nya sendiri dan tak mau merepotkan siapa pun.


Arkana juga sudah menyiap kan baju hangat untuk mereka, karna memang di sana sedang musim dingin. Arkana benar benar mempersiap kan semua nya dengan sempurna, dia tak mau jika mereka akan kerepotan dengan hal sekecil apa pun.


Dua hari sebelum keberangkatan menuju Amerika, Arkana memutuskan untuk pergi ke Ibu kota terlebih dahulu. Karna memang ada beberapa berkas yang harus Adam persiapan kan untuk lomba nya, Adam juga harus ke sekolah nya terlebih dahulu.


Karna memang waktu sekolah sudah tiba, tapi Adam belum bisa masuk kembali dan Adam harus meminta Izin terlebih dahulu pada kepala sekolah atas keberangkatan nya ke Amerika.


"Pah,Ma,, kami mau pamit. Siang ini kami akan berangkat ke ibu kota, karna masih ada hal yang harus kami kerjakan di sana."Pamit Arkana.


"Iya sayang, jagalah anak dan istri mu dengan baik. Jangan sampai kamu mengecewakan mereka,"Pesan Nyonya Alina.


"Papah do'a kan semoga kalian bisa bahagia selalu, dan semoga saja Adam bisa menang dalam lomba di Amerika nanti."Ucap Tuan Seno.


"Semoga saja, karna yang aku lihat peserta nya arsitek ternama semua. Hanya ada dua remaja dan satu anak kecil berusia lima tahun tujuh bulan."Ucap Devano.


"Jangan meremehkan kan aku Om, umur boleh paling muda. Tapi kalau soal desain aku sudah sangat paham,"Ucap Adam.


"Sombong amat,,, "Cibir Devano.


"Ini nama nya Fakta Om, bukan sebuah kesombongan."


"Sudah lah, kalian jangan berdebat terus. Ponakan kamu ini memang lah sangat jenius Dev, kamu lihat sendiri kan perumahan yang baru dua minggu kita bangun, belum selsai masa pembangunan nya. Tapi saat mereka melihat desain nya, mereka langsung ngasih Dp nya. Bahkan sudah delapan puluh persen terisi,luar biasa."Puji Tuan Seno.


"Yayayaa,,keponakan ku memang yang ter- the- best."Puji Devano.


"Semua barang barang sudah di masukan ke dalam mobil oleh supir, kalian segera lah berangkat. Karna kalian akan melakukan penerbangan pukul delapan pagi, jangan lupa kasih kabar kalau sudah sampai."Pesan Nyonya Alina.


Nyonya Alina nampak memeluk Arkana dengan erat, selama ini dia belum pernah berpisah dengan putra nya itu. Dada nya terasa sesak, karna putra semata wayang nya akan pergi, air mata pun meluncur bebas tanpa bisa di tahan lagi.


"Mama, jangan nangis. Aku bukan mau meninggal kan Mama untuk selama nya, aku pasti akan sering mengunjungi Mama."Ucap Arkana.


"Ya, Mama tahu."Ucap Nyonya Alina.


Tuan Seno pun ikut memeluk Arkana, dia mengelus lembut punggung putra nya. Walaupun dia bukan anak kandung nya, tapi dia begitu menyayangi putra nya itu.


"Selalu berhati hati dan jangan lengah, apa lagi nanti kalau saat sedang di Amerika. Aku tahu jika Ayah mu adalah orang baik, tapi keluarga nya selalu berusaha menghasut nya untuk membenci siapa pun pesaing bisnis nya. Maka nya sekarang perusahaan Ayah mu merupakan perusahaan terbesar di sana,siapa pun yang berani pada mereka akan hancur dalam satu malam."Jelas Tuan Seno.


"Aku ke sana hanya akan mengantarkan anak ku mengikuti lomba saja Pah, aku tak perduli dengan Ayah kandung ku. Karna bagi ku Papah lah Ayah kandung ku, Papah lah yang selalu memberikan kasih sayang yang berlimpah untuk ku."Ucap Arkana.


"Ck, waktu keberangkatan kita sebentar lagi. Kalau kalian terus berpelukan nanti kita bisa terlambat,"Protes Devano.


"Kalian benar,"Ucap Nyonya Alina dan Tuan Seno.


Tuan Seno pun melerai pelukan nya, dia pun kini memeluk Devano dengan erat bergantian dengan Nyonya Alina. Setelah itu Adam dan Laila pun bergantian memeluk Tuan Seno dan Nyonya Alina.


"Jaga diri mu baik baik sayang, Papah mau kamu segera menikah. Bawalah segera wanita yang kamu sukai, agar Papah bisa segera menikah kan mu."Ucap Tuan Seno.


"Tenang saja Pah, aku selalu menjaga diri ku dengan baik. Kalau soal wanita, aku bukan nya tak laku, hanya saja aku belum menemukan wanita yang bisa menggetar kan hati ku."Ucap Devano seraya terkekeh.


"Ya,, Papah percaya. Sekarang kalian berangkat lah,"Ucap Tuan Seno.


"Kek, Nek, "Panggil Adam.


Adam pun kembali memeluk ke dua kakek dan Nenek nya, dia masih merasa enggan untuk meninggalkan mereka.


"Jadi anak yang pandai,jangan nakal. Ok?!"


"Siap kek, Nek."Jawab Adam.


Setelah berpamitan, akhir nya Adam, Arkana, Laila dan juga Devano langsung berangkat menuju Bandara. Mereka pun melakukan penerbangan selama dua jam hingga mereka sampai di Bandara jakarta.


Devano langsung memutuskan untuk pulang ke rumah nya, karna saat tiba di Bandara dia sudah di jemput oleh Asisten nya. Sedangkan Arkana ikut ke rumah Adam dan Laila,mereka pun pulang dengan menggunakan taxi.


Sampai di rumah, Arkana merasa kagum saat melihat rumah yang Adam tempati. Begitu indah dan luas ,apa lagi saat melihat lukisan di dinding hasil buatan Adam ,Arkana nampak terkagum kagum.


Arkana juga langsung berkeliling rumah dengan di temani Adam, Sedangkan Laila langsung masuk ke dapur karna memang waktu sudah menunjuk kan pukul sebelas siang, itu arti nya dia harus segera memasak untuk makan siang.


Beruntung saat di jalan tadi Laila sempat meminta supir taxi nya untuk berhenti sebentar di pasar swalayan, membuat Laila merasa mudah untuk menentukan masakan.


Saat Arkana melihat ruang kerja Adam, dia nampak membuka mulut nya lebar lebar. Dia merasa tak percaya dengan apa yang di buat oleh anak itu.


"Sayang, kamu membuat lukisan apa di dinding kamar kamu?"


"Itu Lukisan rumah impian Adam,"Jawab Adam.


"Kalau lukisan dan hiasan yang terpasang cantik di dinding dan di setiap sudut ruangan ,siapa yang bikin?"


"Aku Yah, semua nya terbuat dari barang bekas."


"Wow,, Boy kamu sangat luar biasa. Ayah bangga sama kamu sayang,"Ucap Arkana seraya menggendong putra nya dan mendudukan Adam di pundak nya.


Adam terlihat begitu senang, Adam pun jadi berpikir. Kenapa tidak dari dulu saja mencari Ayah nya? Rasa nya berpisah dari Ayah nya merupakan hal yang sia sia bagi nya.


+


+


+


TBC