Who Is Adam?

Who Is Adam?
Ramai



Adisha nampak tersenyum melihat kekesalan di wajah Tuan Arley, kemudian Adisha pun memeluk tangan Tuan Arley dan mengusapnya dengan lembut.


Tuan Arley langsung melihat Adisha, dan tersenyum ketika melihat kelakuan kekasihnya tersebut. Dia tahu, jika Adisha sedang berusaha menenangkan hatinya.


"Jangan marah, nanti gantengnya ilang." ucap Adisha.


"Mana ada yang seperti itu?! Aku akan tetap tampan walaupun dalam keadaan marah," ucap Tuan Arley.


"Issh,, udah ah. Kenalin sayang, ini adik aku yang pertama namanya Arga Wicaksana. Dia bekerja di kantor cabang juga," jelas Adisha.


Arga pun langsung maju dan mencium punggung tangan Tuan Arley, Tuan Arley nampak senang dan mengusap puncak kepala Arga.


"Ini, adik aku yang kedua. Namanya Manggala Aditya, dia bekerja sebagai pengajar." jelas Adisha.


Menggala pun maju dan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh Arga.


"Ini adik aku yang ketiga, namanya Mahesa Kabinawa. Dan ini, adik aku yang ke empat, namanya Udayana Devandra. Mereka masih kuliah," ucap Adisha.


Dan seperti yang sudah-sudah, mereka langsung maju dan mencium punggung tangan Tuan Arley.


Setelah berkenalan dengan keempat Adiknya Adisha, Tuan Arley, langsung melihat ke arah Arkana, Laila dan juga Adam.


Arkana dan Laila nampak tersenyum hangat kepadanya, sedangkan Adam nampak duduk sambil cemberut dengan tangan yang terlipat di depan dadanya.


Tuan Arley pun langsung terkekeh, kemudian dia pun menghampiri cucunya dan langsung menggendong cucunya tersebut.


" Cucu Grandpa, kenapa cemberut terus? Apa kamu tidak senang karena sudah bertemu dengan Grandpa?" tanya Tuan Arley.


Adam nampak menggelengkan kepalanya," Grandpa jahat, mentang-mentang sudah punya keluarga baru Adam yang dilupakan !!"


" Tidak ada yang melupakan Adam, Adam tetaplah cucu Grandpa, yang paling Grandpa sayangi." ucap Tuan Arley.


"Benarkah?"


"Benar," jawab Tuan Arley.


Wajah Adam yang tadinya terlihat suram, kini berubah menjadi senang.


Kemudian, Adam pun menangkup kedua pipi Grandpanya dan menghujani wajah Tuan Arley dengan ciuman.


" Adam sayang Grandpa," ucap Adam.


Tuan Arley nampak tersenyum, kemudian Tuan Arley langsung memperkenalkan Arkana dan Laila.


Adisha nampak senang, karena anak dan menantu Tuan Arley nampak baik dan ramah.


Setelah memperkenalkan putra dan juga menantunya, Tuan Arley langsung mengenalkan Adam pada Adisha.


" Perkenalkan, Sayang. Ini adalah cucuku." ucap Tuan Arley kepada Adisha.


Adisha pun langsung mengambil Adam dari gendongan Tuan Arley, kemudian Adisha pun mencium kening Adam dengan penuh kasih sayang.


Adam memundurkan kepalanya, kemudian dia menatap Adisha dengan intens.


"Gadis baik, pekerja keras, penyayang, penurut dan pemalu." ucap Adam.


"Eh? Maksudnya?" tanya Adisha.


"Maksudnya, Grandpa sangat beruntung." ucap Adam.


"Dasar anak nakal, apakah sekarang kamu sudah berubah profesi?" tanya Arkana.


"No, aku hanya melihat kepribadian gadis cantik ini dari raut wajahnya." jelas Adam.


"Ck, selalu saja mengungkapkan hal yang tak terduga." ucap Laila.


Semua yang ada di sana hanya bisa tertawa melihat tingkah Adam, sedangkan Adisha kini merasa bingung dan bertanya-tanya. Memangnya apa saja keahlian anak kecil, yang bernama Adam ini?


Tuan Arley seakan mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh Adisha, Tuan Arley pun langsung merangkul pundak Adisha dan berbisik tepat di telinganya.


"Kamu jangan heran dengan Adam, Sayang. Dia memang anak Genius, apa yang ada di dalam pikirannya terkadang berada di luar kemampuan kita, Sayang." ucap Tuan Arley.


"Hebat sekali, aku mau satu yang kaya Adam." ucap Adisha tanpa sadar.


Sontak semua orang yang ada di sana langsung menatap Adisha, mereka tidak paham dengan apa yang diucapkan oleh Adisha. Termasuk Haidar dan juga Rena.


"Kalau begitu, kita buat yang seperti Adam, sekarang juga." ajak Tuan Arley.


"Hah?" Adisha nampak terlihat bodoh dengan wajah bingungnya.


Tuan Arley pun langsung terkekeh, kemudian dia pun mencubit kecil dagu Adisha.


Arkana yang paham, langsung menghampiri Tuan Arley," Sudah lah, Dad. Jangan menggodanya terus, nanti kalau sudah Sah, Daddy langsung praktek saja."


Tuan Arley pun langsung meninju lengan kanan Arkana, Arkana hanya terkekeh melihat kelakuan Daddynya.


"Sudah-sudah, daripada banyak omong. Mending kita ke ruang makan, makan siang sudah siap." ajak Laila.


Akhirnya semuanya menurut, kini mereka pun langsung makan siang bersama. Rumah megah Tuan Arley yang biasanya terlihat sepi, kini terlihat sangat ramai.


Tuan Arley, nampak begitu menyukainya. Dia merasa sangat bahagia, karena sang pencipta masih memberikan kesempatan padanya untuk menikmati hidup.


Awalnya, Tuan Arley, sempat putus asa. Mana mungkin, Tuhan, berbaik hati pada seorang pendosa seperti dirinya. Tapi ternyata dia salah, Tuhan memang maha baik, maha pengampun dan maha penyayang.


...****************...


Siang telah berganti malam, selepas makan malam. Semua orang nampak masuk ke dalam kamar mereka untuk beristirahat.


Tapi, itu tidak berlaku untuk Adisha dan Tuan Arley. Mereka berdua sedang menikmati keindahan malam, sambil bersantai di balkon lantai dua.


"Em, Sayang. Katanya ada yang mau dibicarakan, apa?" tanya Adisha.


"Aku sudah menyiapkan pernikahan kita, semuanya sudah hampir siap. Lusa, kita akan menikah." ucap Tuan Arley.


"Hah?! Lusa!?" tanya Adisha.


"Iya, Sayang. Daripada nunggu lama, nanti aku takut khilaf. Mending buruan dihalalin, mau ngapain juga'kan udah halal." ucap Tuan Arley dengan tatapan nakalnya.


Bantal sofa yang ada di samping Adisha pun, langsung melayang ke wajah Tuan Arley.


Tuan Arley pun langsung terkekeh mendapatkan perlakuan seperti itu dari calon istrinya.


"Jangan suka galak, nanti kalau kamu sudah merasakan permainanku, pasti minta lagi." ucap Tuan Arley.


"Permainan? Minta lagi? Maksudnya?" tanya Adisha.


Tuan Arley langsung menepuk jidatnya Adisha dengan pelan, Dia lupa jika Adisha adalah wanita matang yang masih sangat polos.


"Iiih, sakit." ucap Adisha manja.


Tuan Arley langsung tersenyum, dia suka Adisha yang manja.


"Maaf, sekarang kamu tidur sana." titah Tuan Arley.


"Hem, aku tidur dulu."


Adisha langsung bangun dan hendak pergi meninggalkan Tuan Arley, Tapi dengan cepat Tuan Arley menarik tangan Adisha, hingga Adisha langsung jatuh di pangkuan Tuan Arley.


"Aah !!!" Adisha memekik kaget.


"Kaget?? " tanya Tuan Arley.


"Iish, jangan suka nakal!!" kesal Adisha.


"Tidak nakal, aku hanya mau minta cium, boleh?" tanya Tuan Arley.


"No !!!" Adisha langsung mendorong wajah Tuan Arley, kemudian Adisha langsung bangun dan berlari.


Tuan Arley nampak menggelengkan kepalanya, dia sangat suka dengan kepolosan gadis itu.


+


+


+


Happy weekend guys.. Selamat berleha-leha..