Who Is Adam?

Who Is Adam?
Minta Izin Kepsek



Arkana begitu sibuk mengikuti langkah Adam ,Adam mengajak Arkana untuk berkeliling rumah. Adam dengan begitu bangganya memperlihatkan semua karyanya, Adam juga mengajak Arkana ke garasi yang disulap menjadi tempat pembuatan furniture.


"Adam, ini sangat luar biasa, Sayang. Barang-barang yang kamu buat juga menggunakan kayu yang berkualitas, siapa yang mengajari kamu?" tanya Arkana.


"Kalau untuk desainnya Adam yang mengerjakan, untuk pembuatannya ada orang orang yang di kirim oleh pak Agus. Kalau untuk saran bahan dengan kualitas bagus, tentu saja Om Devan yang menyarankan."Jelas Adam.


"Kalau begitu, boleh tidak jika Ayah membuat toko furniture? Ayah akan mempekerjakan banyak orang, Ayah akan membuat furniture dari harga sedang hingga yang termahal . Tentunya Ayah akan menggunakan jasa kamu dalam urusan desain nya,"usul Arkana.


Adam terlihat mengangguk-anggukan kepalanya, tanda setuju.


"Boleh, Yah. Kalau seperti itu, Adam dengan senang hati akan membuatkan desainnya untuk Ayah. Akan tetapi soal harga tetap profesional ya..."ucap Adam.


Arkana pun terkekeh,"siap Tuan muda."


Setelah puas berkeliling, Arkana pun mengajak Adam untuk ke dapur. Arkana berpikir mungkin saja Laila sudah selsai dengan masakannya dan benar saja saat Arkana dan Adam sampai di dapur, Laila sedang menuangkan hasil masakannya ke dalam piring.


Arkana dan Adam pun langsung membantu Laila untuk membawakan masakan yang sudah matang ke ruang makan, setelah semua nya tertata dengan rapi mereka pun langsung melakukan makan siang bersama.


Arkana dan Adam makan dengan sangat lahap, ternyata Arkana dan Adam benar-benar mempunyai selera makan yang sama.


Arkana memang selalu di manjakan dengan kemewahan oleh Tuan Seno. Akan tetapi kalau soal makanan, dia selalu memakan masakan rumahan.


Arkana kurang menyukai makanan yang di beli dari Resto, lebih enak masakan rumah pikirnya.


Bahkan Arkana sudah memesan makanan untuk di Amerika nanti pada Layia, Arkana meminta di buatkan rendang, kentang mustofa, kerupuk dan ikan Asin.


Karna sudah pasti makanan itu akan susah di dapat di sana, nanti jika mereka sampai rendang pun akan dengan mudah untuk dihangatkan.


Selsai makan siang, Laila mengajak Arkana dan Adam untuk shalat dzuhur berjamaah. Adam terlihat sangat senang, karna bisa shalat berjamaah dan Arkana sebagai imam shalat nya.


"Sayang, terima kasih karna kalian sudah memberikan kesempatan pada Mas untuk berada di tengah tengah kalian."Ucap Arkana seraya menyodorkan tangan kanan nya.


Laila dan Adam pun mencium punggung tangan Arkana secara bergantian, karena memang shalat dzuhur telah selsai.


"Sama-sama, Mas. Aku sadar jika kita memang saling membutuhkan, terutama Adam yang begitu membutuhkan kasih sayang dari orang tua yang lengkap."Ucap Laila.


"Ibu, benar. Adam sangat senang karena akhirnya Adam mempunyai orang tua yang lengkap seperti teman teman Adam."


"Sekarang kita harus bersiap, karna harus ke sekolahan kamu Adam. "Ucap Laila.


"Iya Bu, Adam akan salin baju dulu."


Adam langsung berlari menuju kamar nya, Laila yang melihat nya hanya bisa tersenyum.


"Mas juga ganti baju dulu, ayo..."Ajak Laila.


"Baiklah, Sayang."Jawab Arkan.


Laila dan Arkana pun langsung berjalan menuju kamar Laila, saat masuk ke alam kamar Laila Arkana pun langsung berdecak kagum.


"Kamar kamu bagus banget sayang, pasti anak kita yang mendesain kamar kamu ini."


"Semuanya memang karna Adam Mas, aku bisa merasakan hidup enak juga karna Adam."


"Ya, memang anak itu sangat genius. Anak pembawa berkah memang, "jawab Arkana.


"Ayo cepet ganti baju nya, nanti Adam nya ke buru datang."


"Siap, Sayang. Baju Masnya di simpan di mana?"


"Masih di koper di dekat kasur, "jawab Laila.


Arkana pun langsung mengambil bajunya dalam koper dan menggantinya, begitu pun dengan Laila. Laila mengambil baju dari lemari dan memakai nya, seperti biasa nya, Laila hanya memakai celana jeans panjang dan kemeja saja.


Setelah mematut wajah nya di depan cermin, Laila pun menyiapkan berkas Adam yang sudah diperbaharui untuk keperluan sekolah nya.


"Ayo Mas, aku sudah siap. "


Arkana pun langsung menoleh ke arah Laila,"Kamu cantik, Sayang." Puji Arkana.


"Iya iya, ayo kita pergi. Nanti pulang nya mampir swalayan dulu, aku mau beli bahan bahan untuk kamu masak nanti sore."


"Iya Mas Arkana, Sayang, "jawab Laila.


Arkana pun mendekati Laila dan menyempatkan diri untuk mencium bibir istri nya itu, Laila pun segera memukul dada Arkana.


Kalau dibiarkan, sudah pasti akan berlangsung lama. Laila khawatir jika Adam akan melihat nya. Arkana pun mengalah, akhirnya mereka pun memilih segera keluar dari kamar.


Saat keluar kamar, ternyata Adam sudah duduk di ruang keluarga dengan membawa tas sekolah nya.


"Ck, kalian lama sekali. Aku sudah hampir jamuran nungguin Ayah sama Ibu, "protes Adam.


Laila dan Arkana hanya saling pandang, kemudian mereka pun tersenyum. Untung saja mereka tak melakukan hal lebih, kalau iya... maka akan menghabiskan lagi banyak waktu.


"Maaf ya sayang, ayo kita berangkat. Ibu sudah memesan taxi online dan taxi nya sudah datang."Ucap Laila.


Adam pun menurut, kini mereka bertiga pun langsung menuju sekolah elite tempat Adam menimba ilmu. Hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai di sana.


Setelah membayar uang taxi nya, mereka bertiga pun langsung masuk ke sekolahan Adam dan langsung menuju ke ruang kepala sekolah.


Karna memang sehari sebelum nya, Laila sudah membuat janji temu dengan beliau. Saat mereka datang, bapak kepala sekolahnya langsung menyambut dengan baik.


"Silahkan duduk, Bu Laila,"ucap Pak kepala sekolah.


"Terima kasih pak,"ucap Laila.


Laila, Adam dan juga Arkana pun duduk berhadapan langsung dengan pak kepala sekolah. pak kepala sekolah yang baru melihat Arkana pun, menatap nya secara intens.


"Maaf Bapak siapa nya Adam? "


"Kenal kan Pak, saya Arkana. Ayah nya Adam," ucap Arkana seraya mengulurkan tangan nya.


Pak Adit selaku kepala sekolah pun langsung menyambut uluran tangan Arkana, dia pun tersenyum hangat pada Arkana.


"Saya Adit pak, senang bisa bertemu dengan anda. Akan tetapi saya minta maaf sebelumnya, bukan kah Ayahnya Adam sudah meninggal ya? "


Laila nampak tertunduk malu, sedangkan Arkana malah tersenyum mendengar pertanyaan dari pak Adit.


"Maaf pak, jika Laila berkata kalau saya sudah meninggal. Itu karna ada masalah di dalam keluarga kami, tapi sekarang masalah nya sudah selsai dan saya memang benar Ayah kandung nya Adam, Bapak bisa melihat sendiri dari wajah kami yang sangat mirip."Jelas Arkana.


Pak Adit pun nampak melihat ke arah Adam dan Arkana secara bergantian, tak lama kemudian dia pun nampak mengangguk-anggukan kepala nya.


"Yayaya, bapak benar. Kalian sangat mirip,"ucap pak kepala sekolah.


"Oiya pak, data Adam sudah saya perbaharui. Nanti tolong bapak perbaharui di dalam data sekolah ya pak," pinta Laila.


Laila pun menyerah kan berkas yang sudah dia siapkan, tentunya di sana ada data Adam yang sudah diperbaharui.


"Siap Bu, nanti saya ubah data nya. Oiya, kata nya Adam mau ikut lomba ya? "


"Iya pak, besok kami akan berangkat ke Amerika. Maka dari itu, saya meminta izin selama satu minggu untuk Adam pulang pergi melaksanakan lomba." Ucap Arkana.


"Baiklah Pak, Bu. Saya izinkan, semoga pulang nanti, Adam membawa gelar juara dan mengharumkan nama sekolah." Ucap Pak Adit.


"Aamiin..." ucap mereka bersamaan.


Setelah mendapat kan izin, Arkana, Adam dan juga Laila nampak pamit. Setelah dari sekolah, mereka pun langsung ke swalayan, membeli bahan makanan yang mereka perlukan.


Arkana bertugas membawa troly besar, Adam pun ikut masuk ke dalam troly tersebut.Sedangkan Laila dengan cekatan memilih bahan makanan yang diperlukan, dia harus membeli banyak bahan karna permintaan Arkana yang begitu banyak.


+


+


+


Hari ini aku mau vaksin yang ke dua, jangan nyariin kalau ngga up lagi.. By By.. kalau ada tyfo tolong dimaafkan..