Who Is Adam?

Who Is Adam?
Surprise



Pagi-pagi sekali Devano sudah terbangun dari tidurnya, dia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. 15 menit kemudian dia pun sudah nampak segar , karna waktu subuh telah tiba, Devano pun ngambil sejadah yang ada di dekat sofa lalu melakukan salat subuh di dekat Eliza.


Eliza sebenarnya sudah terbangun dari tidurnya, tapi dia seakan enggan untuk membuka matanya .Dia merasa kalau terlalu lama menatap Devano, rasa cintanya akan tumbuh semakin besar.


Setelah selesai dengan kewajibannya ,Devano pun langsung duduk di samping Eliza .Lalu Devano mengusap lembut puncak kepala Eliza,dia pun tersenyum hangat sambil menatap wajah cantik Eliza.


" Tumben banget kamu belum bangun, padahal aku harus segera berangkat karena di kantor banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan."


Devano masih begitu betah memandangi wajah Eliza, rasanya jika tertidur seperti itu Eliza nampak terlihat lebih cantik di matanya.


" Aku berangkat kerja dulu ,insya Allah nanti sore aku akan kembali menjengukmu dan menemanimu."Ucap Devano lirih.


Tak lama setelah mengucapkan kata itu Devano pun segera berangkat untuk bekerja ,setelah kepergian Devano Eliza pun nampak membuka matanya.


" Maafkan aku Kak ,aku bukannya tak mau melihat dirimu .Tapi semakin lama aku melihat wajahmu ,rasa cintaku semakin besar kepadamu."Ucap Eliza.


Setelah melakukan perjalanan selama setengah jam, akhirnya Devano pun sampai di perusahaannya. Perusahaan yang benar-benar dia bangun sendiri dari nol,hasil dari kerja keras nya.


Devano pun langsung masuk ke dalam ruangan nya yang barada di lantai dua puluh, setelah masuk ke dalam ruangan nya Devano pun langsung duduk di kursi kebesaran nya.


Untuk sesaat Devano menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi ,tangannya terlipat di depan dadanya dan matanya memandang langit-langit di dalam ruangannya.


" Kalau diperhatikan ,ternyata Eliza tak terlalu buruk. Perempuan itu ternyata mempunyai sisi yang selama ini aku tak pernah tahu, kadang terlihat lucu penakut dan menggemaskan."


Seulas senyum terbit dari bibirnya, kala Devano membayangkan wajah Eliza saat sedang ketakutan.


" Sepertinya aku harus cepat bekerja agar semuanya bisa selesai dengan baik dan tepat waktu, karena 2 hari lagi aku harus ke kota P untuk melakukan peresmian perusahaan baru ku di sana."


Devano pun mulai mengambil berkas yang terlihat menumpuk di atas meja nya ,baru saja Devano akan mengerjakan tugasnya tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


Tok,, Tok,, Tok,,


"Masuk,, "Titah Devano.


Pintu pun terbuka, dan nampaklah nyonya Alina dan Tuan Seno yang sedang tersenyum melihat Devano. Ternyata tak hanya ke dua orang tua nya yang datang, Laila dan Arkana pun ikut dengan mereka.


Dengan setia Arkana dan Laila mengekori Tuan Seno dan nyonya Alina dari belakang,mereka datang dengan membawa banyak bekal di tangan mereka.


Devano pun langsung kaget dibuatnya dia, saking girangnya Devano langsung berlari dan memeluk Tuhan Seno dan juga Nyonya Alina secara bergantian.


"Ma ,Pah kalian sudah datang."Ucap Devano.


"Tentu sayang, kami merindukan kalian."Ucap Tuan Seno seraya menepuk pundak putra nya.


"Duduk lah dulu, kami membawa bekal untuk mu."Ucap Arkana seraya mengangkat bawaan nya.


"Ah, kau benar De .Silah kan,"Ucap Devano.


Tuan Seno dan Nyonya Alina pun langsung duduk. Sedangkan Laila dan Arkana nampak sibuk menata banyak makanan di atas meja.


''Papah sama Mama kapan tiba? Kenapa kalian tak memberi tahu kan aku? "Tanya Devano.


" Kami sengaja ingin memberikan surprise, Papa menaiki pesawat sehabis maghrib .Tadinya Papa dan Mama akan memberikan kejutan ,tapi ternyata saat sampai di rumah kamu ,kami yang terkejut."Ucap Tuan Seno.


" Maksud Papah bagaimana, Devan enggak mengerti?"


Wajah Devano terlihat kebingungan saat mendengar ucapan Tuhan Seno, terkejut kata nya,, terkejut kenapa?


" Papa sama Mama benar-benar terkejut saat mendengar jika kamu tidak ada di rumah karena sedang menunggui seorang perempuan di rumah sakit,"Ucap Tuan Seno.


" Apa kamu tidak mau memperkenalkan perempuan itu pada Mama dan Papah?"Tanya Nyonya Alina.


"Hanya teman,"Jawab Devano singkat.


"Teman? Tapi kamu tuh rela banget menungguinya sampai harus tidur di rumah sakit bersamanya,"Ucap Tuan Seno.


" Hem,, kami rela berangkat sore agar bisa memberikan surprise kepadamu. Tapi ternyata ,kamu tidak ada di rumah. Beruntung Arkana segera menjemput Papah, kalau tidak Papah sama Mama bisa lumutan nunggu di depan rumah kamu."Ucap Tuan Seno.


"Maaf Pah, Ma Devan ngga tahu kalau kalian mau datang. "Sesal Devano.


" Ya sudah, daripada berdebat terus. Bagaimana kalau kita sarapan terlebih dahulu?"


Arkana pun mencoba untuk melerai perdebatan antara Ayah dan anak itu, dan dengan senang hati akhirnya mereka pun memutuskan untuk langsung sarapan bersama.


Pagi ini ruangan kerja Devano serasa sangat ramai, ruangan yang biasanya terlihat sepi kini begitu menghangat. Karena kehadiran kedua orang tuanya dan juga adik-adiknya.


Setelah selesai sarapan, mereka pun melepas rindu dengan bercerita. Hampir 1 jam mereka mengobrol bersama ,setelah itu Tuan Seno bersama Arkana berkeliling kantornya Devano.


Sedangkan Laila dan Nyonya Alina masih setia bercengkerama di ruangan kerjanya milik Devano, mereka terlihat masih ingin melepas rindu.


Lalu ,bagaimana dengan Devano ?


Tentu saja pria itu sedang serius dalam mengerjakan tugas-tugasnya ,dia harus bekerja dengan ekstra agar semuanya kelar tepat waktu .


Apalagi dua hari lagi Devano akan membuka kantor barunya ,dia harus benar-benar mempersiapkan semuanya dengan sempurna.


Tanpa terasa waktu pun berjalan dengan sangat cepat, sore pun telah tiba .Tuan Seno dan nyonya Alina bahkan Arkana dan juga Layla sudah pulang sejak tadi siang,sedangkan Devano kini baru saja selsai dengan pekerjaannya .


" Akhirnya pekerjaanku selesai juga, kini saatnya untuk aku pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Eliza."


Devano pun berkata Seraya meregangkan otot-ototnya yang terasa sangat kaku ,setelah seharian bekerja Akhirnya kini Devano bisa berada dalam mode santai.


Setelah semuanya dirasa rapi ,Devano pun pergi meninggalkan kantornya untuk menjenguk Eliza. Sebelum ke rumah sakit, Devano mampir terlebih dahulu di toko kiekesukaan Eliza.


Setelah itu, Devano pun langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit tempat Elisa dirawat .Sampai di rumah sakit ,Devano pun langsung masuk ke ruangan tempat dimana Eliza dirawat.


Tapi ,alangkah kagetnya saat Devano sudah berada di dalam sana .Karena Eliza sudah tidak ada di sana, ruangan tersebut terlihat sudah rapi dan tak berpenghuni.


Devano pun dengan cepat keluar dari ruangan tersebut dan pergi menuju ruangan dokter yang menangani Eliza, sampai di depan ruangan dokter tersebut Devano pun langsung mengetuk pintunya.


Tak lama terdengar lah sahutan dari dalam, Devano pun langsung masuk dan menghampiri dokter tersebut.


" Selamat sore Dokter ,maaf jika kehadiran saya mengganggu aktivitas dokter."Sapa Devano.


"Tidak apa-apa Pak Devan, apa ada yang perlu saya bantu?"


"Saya mau bertanya tentang Eliza Dok ,kenapa dia sudah tidak berada di dalam ruangannya?"Tanya Devano sopan.


"Nona Eliza sudah pulang dari tadi siang, dia minta dirawat secara intensif di dalam rumah saja. Bahkan ia menyewa Seorang perawat untuk membantu dirinya dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari."Jelas Dokter.


" Begitu ya Dok ,kalau saya boleh tahu apakah luka di kakinya itu sangat parah?"


" Luka di kakinya lumayan parah , tapi seiring berjalannya waktu nanti bisa sembuh kok Pak. Cuma masak kesembuhannya itu memerlukan waktu selama 2 bulan, dan jika Nona Eliza sembuh pun dia tidak akan bisa berjalan secara normal."


Mendengar ucapan Dokter, rasa bersalah kini menyeruak di dalam hati Devano.


" Baik Dok, terima kasih atas penjelasannya, kalau begitu saya permisi."


Devano pun segera pergi dari rumah sakit tersebut ,dan tujuannya saat ini adalah pergi ke rumah Eliza.


+


+


+


Duh duh duh,, kenapa pulang sebelum waktunya sih? Kan jadi nya bikin Babang Devan cemas, kamu kenapa Eliza?


Tunggui jawaban nya di episode selanjut nya, jangan lupa like nya ya..