
Hari hari Adam kini terasa lebih lambat dari biasa nya, setelah obrolan nya dengan Devano kala itu, Adam menjadi tak sabar ingin cepat pergi ke kota K.
Dia sungguh ingin membuktikan dugaan nya, Adam sangat yakin jika adik angkat Devano adalah Ayah nya. Mungkin itu lah yang di sebut dengan ikatan batin antara anak dan Ayah pikir Adam, baru melihat wajah nya saja dia sudah yakin jika orang itu adalah Ayah nya.
Adam juga sangat ingin tahu kenapa ibu nya berkata jika Ayah nya sudah meninggal, apa dia benar benar anak yang terlahir dari sebuah kesalahan? Apa kah Adam adalah anak yang tak di ingin kan?
Begitu banyak pertanyaan yang muncul di benak Adam, dan Adam pun sangat berharap jika ibu nya akan memberi kan izin pada nya untuk berlibur di kota K, agar semua kebenaran bisa segera terungkap.
Malam ini Adam terlihat mondar mandir tak jelas di dalam kamar nya, dia sangat ingin mengutarakan keinginan nya ke kota K.
Karna sampai saat ini Devano belum juga sempat berbicara dengan Laila, karna Devano begitu sibuk dengan project Baru nya.
Adam yang merasa tak sabar pun akhirnya memutus kan untuk pergi ke kamar ibu nya, dia sungguh sudah tak sabar ingin segera meminta izin pada ibu nya.
Sampai di depan kamar Laila, Adam pun langsung mengetuk pintu . Tak lama terdengar lah suara Laila membuka pintu, Adam pun langsung menghambur ke pelukan ibu nya.
"Ada apa sayang? "
Laila bertanya dengan nada heran, pasal nya anak nya tak pernah bertingkah manja. Justru selam ini dia selalu terlihat mandiri dan dewasa.
"Bu, Adam mau bobo sama Ibu."
Adam terlihat memelas ,dan tentu nya Laila pun merasa tak tega. Akhirnya Laila pun mengajak Adam masuk, Adam langsung melompat ke atas kasur Laila.
"Adam,, "Panggil Laila.
"Sorry Bu, "Ucap Adam seraya meloncat loncat di atas kasur.
Laila hanya bisa menggeleng kan kepala nya melihat tingkah menggemaskan putra nya, Adam memang jenius. Dia bahkan sudah bisa menghasilkan kan uang yang banyak dengan kejeniusan nya, tapi Adam tetap anak kecil yang butuh kasih sayang.
Laila pun mengajak Adam untuk tidur, Adam pun langsung memeluk Laila dengan erat.
"Ada apa sayang? Apa ada yang ingin kamu sampaikan pada ibu mu ini? "
"Mmmm, Bu.. Boleh kah aku pergi liburan ke kota K?"
Adam pun langsung menyebutkan keinginan nya, dia sudah tak sabar ingin mendengar jawaban dari Ibu nya.
"Kenapa harus ke kota K sayang?"
Laila pun bertanya dengan nada khawatir bercampur kaget, dia pun bertanya tanya dalam hati nya. Kenapa Putra nya tiba tiba ingin pergi ke kota K?
"Adam ingin melihat kota kelahiran ibu seperti apa, boleh ya Bu? Kita ke sana nya tak hanya berdua, tapi dengan Om Devan juga."
"Tapi sayang, rasa nya ibu begitu enggan untuk pergi ke sana. Di sana ibu sudah tak memiliki sanak sodara, di sana juga mau kemana? "
"Memang nya Nenek di sana ngga punya rumah,Bu?"
"Ada sayang, tetangga sebelah yang mengurus rumah Nenek kamu .Lagian rumah nya juga kecil, apa kamu mau? "
"Mau Bu, Adam mau. Adam tak pernah di ajak liburan ke luar pulau sama ibu, boleh ya Bu? "
"Sangat puas,terimakasih. Adam sayang ibu,"Ucap Adam seraya memeluk ibu nya.
Kini Laila harus memikir kan cara agar Adam tak bertemu dengan Ayah nya, karna Laila takut jika ke dua orang tua kekasih nya itu akan berbuat hal yang tak di ingin kan pada Adam.
Laila pun mengecup kening Adam, dia juga mengelus lembut punggung Adam. Tak perlu waktu lama, anak jenius itu pun sudah terlelap dalam tidur nya.
Laila tersenyum melihat wajah teduh putra nya, di usap nya ke dua pipi Adam. Dia begitu bangga mempunyai anak seperti Adam, Adam mampu membalikan nasib Laila menjadi lebih sempurna.
Laila pun mengerat kan pelukan nya, tak lama dia pun terlelap dalam tidur nya.
*
*
Kini hari yang di tunggu pun telah tiba, pagi pagi sekali Devano sudah datang untuk menjemput Laila dan Adam.Adam nampak begitu antusias, sedangkan Laila terlihat begitu cemas.
Pukul tujuh pagi mereka sudah tiba di bandara, karna sepuluh menit lagi penerbangan akan segera di lakukan.
Devano tak henti henti nya memperhatikan wajah Laila Dan Adam, karna Devano tak melihat raut bahagia di wajah Laila, Devano pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Laila, kenapa kamu terlihat sangat tegang?"
"Ah, tidak apa apa Kak. Aku,, eee maksud ku, ini kali pertama nya aku naik pesawat. "Bohong Laila.
"Pantas saja dari tadi kamu kelihatan sangat gelisah, tenang lah ada aku di samping kamu."Ucap Devan, Laila pun mengangguk.
Tak lama pesawat yang mereka tumpangi pun mulai mengudara ,Adam terlihat senang. Bahkan anak itu terus saja memandang ke arah luar jendela.
Adam begitu antusias saat melihat gumpalan awan awan besar, Adam juga nampak takjub saat melihat keadaan di bawah sana.
Sepanjang perjalanan, Adam tak hentinya berceloteh. Devano pun dengan sabar mendengar kan ocehan anak itu .
Sedangkan Laila terus saja memejamkan mata nya, bukan nya tidur, tapi dia sedang berusaha keras untuk berpikir.
Segala ketakutan muncul begitu saja saat mengingat wajah sang kekasih, apa lagi saat mengingat wajah ke dua orang tua kekasih nya membuat Laila panik.
Dia sangat panik, bagaimana jika tiba tiba saja ke dua orang tua yang dulu pernah mengusir nya berusaha untuk mengambil Adam dari nya? Bagaimana jika mereka berbuat jahat terhadap Adam?
Laila sungguh tidak sanggup lagi untuk berpikir jernih saat ini, dia hanya bisa berharap semoga yang kuasa selalu melindungi diri nya dan juga Adam, semoga yang kuasa menjauhkan Laila dan Adam dari segala bentuk marabahaya.
Hampir dua jam perjalanan yang mereka lewati, kini pesawat yang mereka tumpangi sudah tiba di bandara internasional di kota K.
Mereka bertiga pun langsung turun dari pesawat, Jantung Laila langsung berdegub dengan kencang. Pikiran nya sudah tak menentu, rasa nya dia ingin segera kembali lagi ke ibu kota.
Laila bahkan tanpa sadar berjalan sambil berpegangan erat pada tangan Devano, sedangkan Devano nampak senang akan hal itu.
Sedangkan si tampan Adam, kini berjalan dengan sesekali melompat senang. Akhir nya sebentar lagi dia akan tahu tentang asal usul nya, dan semoga saja sodara angkat Devano memang benar Ayah kandung nya, itu lah do'a Adam hari ini.