Who Is Adam?

Who Is Adam?
Jebakan Untuk Bella



"Masuklah," Al membuka pintu apartemen miliknya dengan ID card yang dia keluarkan dari dalam dompetnya.


Mata Bella langsung membulat sempurna, kala melihat kemewahan yang begitu memanjakan mata Bella.


"Duduklah dulu, aku akan membuatkan minuman kamu." Al langsung melangkahkan kakinya menuju dapur tanpa memedulikan jawaban atau pun tingkah Bella.


Bukannya duduk, selepas kepergian Al, Bella malah berkeliling dan menyusuri setiap ruangan yang ada di apartemen mewah tersebut.


Matanya tak berhenti mengagumi apa pun yang dia lihat, tangannya pun tak henti meraba barang-barang mewah yang da di sana.


"Ehm, Bel..." panggil Al yang sudah datang dengan membawa nampan di tangannya.


Dia membawa camilan dan juga minuman untuk mereka berdua, Bella langsung menghampiri Al dan mengambil nampan dari tangan Al.


"Terima kasih, Al." Ujar Bella sembari menyimpan minuman dan camilan di atas meja.


"Sama-sama, minumlah dulu. Kamu pasti haus banget," jawab Al.


Bella langsung mengambil gelas berisikan air berwarna kuning kecokelatan, lalu menenggaknya sampai habis.


Al langsung tersenyum, karena langkah pertama sudah dia laksanakan dengan baik, sekarang tinggal langkah kedua, menunggu reaksi dari minuman tersebut.


"Al, mata gue terasa berat. Kepala gue juga pusing banget," kata Bella seraya memijat pelipisnya.


Al hanya bisa tersenyum melihat reaksi dari minuman yang Bella tenggak, Al memang sengaja melakukannya hal itu.


Memberikan Bella minuman beralkohol, dia ingin membuat Bella mabuk agar Al bisa bertanya kepada Bella tentang kejadian sebenarnya.


"Sini, Sayang. Deket-deket aku, sini aku peluk." Kata Al seraya merentangkan kedua tangannya.


Bella langsung bangun dan menghampiri Al, dia duduk tepat di samping Al dan memeluk Al dengan erat.


"Aduh, Al. Pandangan mata gue mulai kabur, kepala gue pusing banget. Gue kenapa Al?" tanya Bella.


Bella mulai memijat tengkuk lehernya, lalu dia pun memijat kedua pelipisnya yang tiba-tiba terasa sakit. Al mengulurkan tangannya, dia mengelus lembut dan sedikit memberikan pijatan di puncak kepala Bella.


"Enakan?" tanya Al.


"Tambah pusing, Al. Kepala gue, tubuh gue kaya melayang Al. Perut gue mual, dada gue mulai sesek." Keluh Bella.


Al segera mengambil air putih miliknya dan memberikannya pada Bella, Bella langsung menenggaknya sampai habis.


Tak lama Bella terlihat meracau tidak jelas, Al pun menggunakan kesempatan tersebut untuk mengintrogasi Bella.


Sebenarnya Al, tahu jika dampak minuman beralkohol itu sangat berbahaya untuk wanita hamil. Tapi, Al tidak punya cara lain lagi.


Hanya itu yang terlintas di otaknya, hanya itu rencana yang Al punya. Al merasa yakin jika ia bisa mengatasi masalahnya sendiri, tentunya tanpa bantuan dari Tuan Arley atau siapa pun itu.


Al langsung mengambil ponsel miliknya lalu mulai menyalakan video, dia ingin memvidiokan bukti dari kejahatan Bella. Semoga saja, Al bisa berhasil, itulah pikirnya.


Di saat Bella sedang asik meracau, Al mulai bertanya pada Bella. "Bella, Sayang. Siapa Ayah dari janin yang kamu kandung?" tanya Al.


"Ah, Tuan Matiew. Kamu tampan sekali, kenapa tak juga datang. Bukankah kamu sendiri yang bilang, kalau milikku sangat nikmat. Berbeda dengan milik istrimu yang katanya engga ada enak-enaknya, terus... kenapa kamu tidak datang menemuiku?" tanya Bella.


"Bella, Sayang. Siapa Tuan Matiew?" tanya Al.


"Tentu saja kamu pengusaha kaya, yang merupakan investor terbesar di perusahaan milik Ayah. Kamu merayuku sampai satu minggu, agar aku mau tidur dengan kamu. Tentu saja aku mau, apa lagi punya kamu gede banget. Aku jadi ketagihan, sampai dua bulan aku terus kamu gauli." Kata Bella dengan bibir yang mulai mengecupi leher Al.


"Lalu, kenapa elu malah berbicara jika Altezza Reiki Caldwell yang sudah membuat elu hamil?" tanya Al.


Bella tertawa, lalu dia memainkan tangannya di bagian tubuh bawah Al yang masih terbungkus dengan celananya.


Al berusaha untuk melepaskan diri dari Bella, namun dia malah menarik paksa baju Al hingga Al kini bertelanjang dada.


"Al tampan, dia juga anak dan cucu dari orang kaya. Hidup gue pasti terjamin dan bahagia." Jawab Bella.


"Tapi, kenapa harus orang lain yang bertanggung jawab? Bukankah ada Ayahnya?" tanya Al.


Bella mengecupi dada Al, lalu dia pun mendongakkan wajahnya dia menatap Al dengan penuh damba.


"Karena Tuan Matiew sudah beristri, gue takut dia tak mau bertanggung jawab. Kalau Al'kan masih single, muda, kaya dan juga miliknya sangat besar untuk ukuran seusianya. Gue pikir, Al'pun tak apa." Bella tertawa dengan keras membuat Al menutup telinganya dengan cepat.


Bella terlihat begitu bernafsu, dia sudah seperti kucing betina yang ingin kawin. Benar-benar sangat liar dan menjijikkan.


Bella langsung naik ke atas tubuh Al, dia langsung mengecupi dada bidang Al dan sesekali menggigitnya. Al yang merupakan lelaki normal pun mulai terpancing, miliknya mulai bangun dan ingin merasakan liang kelembutan yang membuat otaknya jadi traveling, namun dia tahu jika ini salah.


Al langsung mematikan rekaman videonya, lalu dia bangun dengan paksa. Membuat Bella langsung jatuh dan tersungkur di lantai, dengan cepat Al memakai bajunya kembali.


Dia dengan cepat keluar dari apartemen miliknya lalu mencari security untuk meminta bantuan. Anak itu ternyata benar-benar ingin berusaha untuk menyelsaikan masalahnya dengan segera.


Tak lama Al datang kembali dengan 2 orang security ke dalam apartemen mewahnya, Al pun meminta kedua security tersebut untuk mengikat Bella.


Karena Bella benar-benar seperti perempuan jallang yang menginginkan untuk dipuaskan, akhirnya security itu pun mau membantu Al untuk mengikat Bella.


Tentunya, sebelum Bella diikat Al pun meminta kedua security tersebut untuk memasukkan Bella ke dalam kamar miliknya. Kedua tangan Bella pun diikat ke atas ranjang, sebenarnya Al merasa tak tega karena walau bagaimanapun juga Bella tetaplah perempuan yang pernah memberikan kebahagiaan kepada Al.


Wanita yang pernah mengisi hari-harinya, wanita yang pernah ada di hati Al. Namun, Al sudah terlanjur kecewa, Karena wanita itu benar-benar membuat Al benci dan tidak ingin lagi mengenal yang namanya perempuan.


Setelah Bella diikat, Bella masih terlihat meronta. Bahkan dia terus meliukkan tubuhnya di atas ranjang, Al yang tidak tahan melihat kondisi tersebut pun langsung keluar dari dalam kamar tersebut dan menguncinya dari luar.


Al juga tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada dua security tersebut, bahkan Al juga memberikan uang tips karena mereka yang membelikan minuman beralkohol tersebut untuk Al.


+


+


+


Hai Hai Hai,,, selamat siang eperibadeh. Semoga Kaleyan sehat selalu, gampang rezeky dan selalu mendukung Othor yang Ceritanya kadang tak beralur ini..