
Adam terlihat sangat senang karna bisa bertemu dengan Ayah kandung nya, Adam pun kini sedang menceritakan keseharian nya bersama ibu nya di ibu kota.
Laila terlihat sangat senang melihat kedekatan antara Ayah Dan Anak nya itu, berbeda dengan Devano yang nampak cemberut karna merasa terabaikan.
"Laila, "Panggil Devano.
"Apa? "
"Apa kamu senang karna sudah bisa bertemu dengan Arkana? "
"Antara senang dan takut kak, aku senang karna sekarang Adam bisa bertemu dengan Ayah nya. Tapi aku juga takut, jika tuan dan Nyonya besar akan marah pada ku dan berbuat hal yang tak di ingin kan pada anak ku."Jelas Laila.
"Bagaimana kamu bisa berpikir buruk seperti itu terhadap orang tua kami? "
"Karna mereka sangat tidak setuju jika kami bersatu, bahkan dulu ke dua orang tua Mas Arkana mengancam akan membunuh ku jika aku tak meninggal kan Mas Arkana."
"Benarkah? Tapi kenapa mereka bisa begitu baik pada ku? Padahal aku hanyalah anak angkat mereka, "Ucap Devano lesu.
"Aku sangat tahu jika mereka adalah orang yang baik, tapi aku juga tak tahu kenapa mereka sangat tidak menyukai ku. Karna aku anak orang miskin mungkin,"Jawab Laila.
"Tapi aku juga hanya anak orang miskin, orang tua ku meninggal saat aku kecil. Dan mereka dengan baik hati mengadopsi ku, menyekolahkan kan ku dan membiayai seluruh hidup ku."
"Entah lah Kak, aku juga tak tahu."
Melihat Devano yang terlihat akrab dengan Laila, Arkana pun menggendong Adam dan menghampiri Laila.
"Sayang, apa kamu tidak rindu pada ku?"Tanya Arkana seraya duduk di samping Laila.
Pertanyaan yang di lontar kan oleh Arkana membuat wajah Laila bersemu, Laila sangat malu jika harus mengatakan dia juga rindu.
"Apa sih Mas? "Jawab Laila malu.
Arkana pun terkekeh, dia langsung mengecup pipi kanan Laila dengan mesra.
"Mas,, malu.."Ucap Laila.
"Iya maaf, "Ucap Arkana.
"Bu, boleh Adam bertanya? "
"Ada apa Adam? "
"Kenapa Ibu selalu bilang jika Ayah sudah meninggal? Padahal jika di cerna dari setiap penjelasan ibu, malah membuat ku semakin yakin jika Ayah masih hidup."
"Benarkah begitu sayang? Kamu bilang jika aku sudah meninggal? "Tanya Arkana.
"Maaf Mas, tapi aku terpaksa berbicara seperti itu. Aku takut jika Adam akan mencari mu kalau aku bilang Mas masih hidup, maaf ya Mas."
"Baiklah, Mas bakal Maafin kamu. Tapi ---"
"Tapi apa? "Tanya Laila penasaran.
"Kita harus secepat nya menikah, Mas mau kita segera menikah."
Wajah Devano langsung berubah muram, dia sungguh merasa tak rela jika Laila menikah dengan Arkana. Sedangkan Adam terlihat sangat senang, karna sebentar lagi dia akan mempunyai keluarga yang utuh.
"Tapi Mas, aku takut Tuan Seno dan Nyonya Alina marah lagi pada ku. Aku takut Mas,"Jelas Laila.
"Itu akan menjadi urusan ku sayang. Yang terpenting saat ini adalah Adam dan tentu nya kebahagiaan kita, kalau perlu aku akan ikut kalian dan mencari pekerjaan di sana. Yang penting aku bisa selalu bersama dengan kalian, aku tidak mau lagi berpisah dengan kalian."
"Mas,,, "Panggil Laila.
"Ssssstt, semua nya akan baik baik saja sayang. Percaya sama Mas, Mas akan berusaha untuk mayakin kan kedua orang tua Mas."
Arkana dan Adam yang melihat kegundahan di wajah Laila pun langsung memeluk Laila dengan erat, bahkan Arkana beberapa kali mengecup kening Laila dengan sayang.
"Ehm,, seperti nya aku harus pulang. Aku tidak mau menjadi obat nyamuk, "Ucap Devano.
"Maaf Bang, habis nya aku terlalu rindu pada mereka. Terimakasih ya Bang, karna Abang aku bisa bertemu dengan mereka."
"Sama sama De, ini sudah hampir maghrib. Mau pulang apa masih mau di sini? "
"Abang pulang saja dulu, aku masih kangen sama mereka. Boleh kan Bang? "
"Boleh, nanti kalau mau pulang minta Adam untuk telpon aku. Nanti aku jemput, Abang balik dulu."Ucap Devano.
"Iya Bang, hati hati."
"Boy,, "Panggil Devano pada Adam.
"Apa Om? "
Adam pun tersenyum, dia langsung bangun dan memeluk Devano dengan erat.
"Makasih ya Om, ini semua berkat Om. Om selalu jadi yang terbaik untuk Adam, tentu nya setelah Ayah."
"Ya,, Om paham. Sekarang Om jadi nomber dua,"Ucap Devano lesu.
Adam pun terkekeh, Adam melepaskan pelukan nya dan menciumi wajah Devano dengan sayang. Setelah mendapat kan ciuman dari Adam, Devano pun pergi dengan wajah lesu nya.
"Ayo Mas, ayo Adam kita bersiap untuk shalat maghrib."Ajak Laila.
Adam dan Arkana pun langsung bersiap, karna memang waktu maghrib sudah tiba. Setelah shalat maghrib berjamaah, mereka pun makan malam bersama mereka sudah seperti keluarga kecil yang bahagia.
Selepas makan malam, Adam dan Arkana terlihat asik mengobrol .Adam begitu senang karna tahu masih punya Ayah, bahkan dia seakan tak mau melepas kan Ayah nya itu walau hanya sebentar.
Pukul sembilan malam Adam pun sudah tertidur dengan pulas, Arkana pun meninggal kan Adam di kamar nya Dia pun mencari Laila, dia ingin melepas rindu dengan Laila.
Arkana menyusuri setiap ruangan yang ada di rumah Laila, dan ternyata Arkana tak menemukan Laila .Arkana pun memutuskan untuk mencari Laila di taman belakang rumah, karna setahu nya Laila begitu suka menghabiskan waktu di sana.
Dan benar saja, Laila sedang duduk di bangku taman sambil menengadah kan wajah nya. Arkana pun menghampiri Laila dan langsung memeluk nya, Laila pun terlihat sangat kaget.
"Mas,, "Panggil Laila.
"Mas kangen, jangan suruh Mas buat lepasin pelukan nya."
"Adam sudah tidur? "
"Hem, sudah pulas malah. Sekarang ibu nya Adam mau tidur tidak? "Tawar Arkana.
"Belum ngantuk, "Jawab Laila.
"Belum ngantuk, apa belum puas melepas rindu sama Mas? "
"Apa sih Mas? "Jawab Laila malu malu.
"Kamu tahu sayang,, selama ini aku sangat tersiksa. Aku selalu mencari kamu kemana mana, aku sudah seperti orang yang tak tentu arah. Bahkan aku selalu mengingat saat terakhir kita bersama, kamu terlihat sangat cantik saat mengandung Adam kala itu."
"Maaf kan aku Mas, tapi aku beneran takut sama ke dua orang tua kamu. "
"Kamu tahu,, siang malam aku mikirin kamu dan bayi kita. Aku takut jika kalian kenapa kenapa, "Ucap Arkana seraya mengusap lembut bibir Laila.
Laila pun menjadi salah tingkah, sedangkan Arkana sudah merasa tak tahan ingin segera mengecup bibir Laila.
"Boleh? "Tanya Arkana.
Laila pun mengangguk, Arkana pun langsung mengikis jarak di antara mereka. Setelah lima tahun lebih tak pernah merasakan manis nya bibir Laila, kini Arkana merasakan nya kembali.
Begitu manis dan memabukan, rasa nya Arkana ingin menghisap nya dengan kuat. Tapi Arkana tahu, jika Laila sangat suka di perlakukan dengan lembut.
Mereka begitu asik berciuman, sampai tak sadar jika Devano kini sudah berada di sana. Devano merasa sangat kesal dan cemburu, rasa nya dia ingin menarik Arkana agar bisa menjauh dari Laila.
Tapi Devano sadar, jika dia bukan siapa siapa nya Laila.
"Ehm,, "Devano pun berdehem dengan keras.
Arkana dan Laila pun langsung melepaskan pagutan nya, mereka langsung melihat ku arah Devano.
"Ada apa Bang? "
"Papah sama Mamah nyariin, ayo pulang dulu."
Arkana pun terlihat lesu, "Aku pulang dulu ya sayang, nanti aku akan usahain agar bisa cepet ketemu lagi."
Laila pun mengangguk setuju, Arkana pun akhir nya pulang bersama Devano. Tapi sebelum itu, Arkana kembali mencium bibir Laila dengan mesra.
Hal itu membuat Devano merasa sangat mual, rasa nya dia ingin muntah saja saat itu juga.
*
*
*
Sok lah ek kumaha eta ari tos kitu? 🤔🤔🤔🤔
Apakah Devano akan merelakan Laila? Atau malah sebaliknya nya, menjadi jahat demi apa yang dia ingin kan.
TBC