
Fernandez datang dengan wajah datar nya, sedangkan semua orang yang ada, nampak berusaha menahan tawa.Abrail yang merasa kasihan pada Fernandez pun langsung berinisiatif untuk mengambil mic dan melanjutkan acara nya kembali.
"Baiklah karna penilaian tahap ke dua sudah selsai,kini saat nya saya mengumum kan siapa saja yang akan masuk lomba ke tahap ke tiga."
Abrail pun segera berjalan dan menghampiri Tuan Arley, Fernandez dan Nona Abigail di meja penjurian.Tuan Arley pun langsung menyerah kan berkas hasil penjurian ,Abrail pun dengan senang hati mengambil nya dari tangan Tuan Arley.
"Terimakasih Tuan Arley yang terhormat, "Ucap Abrail,Tuan Arley pun. mengangguk.
Abrail pun segera naik ke atas panggung, dia membaca sekilas berkas hasil penjurian yang di berikan oleh Tuan Arley. Seketika senyum merekah pun mengembang di wajah cantik Abrail.
"Baiklah, untuk semua peserta yang tak masuk ke tahap sepuluh besar saya harap kalian bisa berlapang dada. Dan untuk kalian yang maju ke babak selanjut nya, saya ucap kan selamat."
Abrail menjeda ucapan nya, dia memandang satu persatu wajah ke lima puluh peserta di sana. Nampak lah wajah wajah tegang dan penuh harap di sana, Abrail pun tersenyum dan langsung membuka mulut nya.
"Sepuluh orang yang terpilih adalah, lima orang bergelar M. ars, empat orang bergelar S. ars dan satu orang bergelar anak tampan yang menggemas kan."Ucap Abrail.
Semua orang yang ada di sana langsung bersorak dengan riuh mendengar ucapan Abrail,"Tenang semua nya tenang, saya akan menyebutkan sepuluh orang yang akan beradu keahlian nya sebentar lagi."Ucap Abrail lagi.
Abrail pun lalu menyebutkan ke sepuluh orang yang masuk ke tahap tiga ,ke sepuluh orang yang nama nya di sebut pun langsung bersorak dan ada juga yang melompat .Begitu pun dengan para wali pendamping, mereka ikut bersorak dan berteriak memanggil nama anak mereka.
Begitu pun dengan Arkana dan Laila yang mendengar nama Adam masuk ke tahap ke tiga, Mereka langsung bersorak dan meneriaki nama Adam.
Empat puluh orang yang nama nya tak di sebut pun langsung mundur dengan teratur ,mereka memang merasa kecewa, tapi mereka harus menerima kekalahan mereka dengan lapang dada.
"Terimakasih untuk sepuluh orang yang sudah bertahan untuk maju ke tahap selanjut nya, silahkan persiapan kan diri kalian karna tantangan kali ini adalah membuat desain perkantoran yang sederhana tapi terlihat elite dengan tema yang sudah di tentukan."
Abrail pun turun dari panggung, tak lama Fernandez pun naik ke atas panggung.
"Karna ini sudah pukul dua belas siang, jadi acara nya kami break dulu selama satu jam .Untuk yang mau makan siang dulu atau pun yang mau melakukan ibadah terlebih dahulu, saya persilahkan."Ucap Fernandez.
Semua yang ada di sana pun nampak bernapas dengan lega,mereka pun langsung berhamburan menuju tempat tujuan mereka.
Ada yang langsung ke kantin untuk makan, ada juga yang langsung ke mushola yang di sediakan pihak perusahaan.
Arkana, Laila dan Adam memilih untuk shalat terlebih dahulu. Setelah itu mereka pun langsung mengeluarkan bekal yang di bawa dari rumah, mereka bertiga nampak makan di Aula gedung tempat duduk para wali pendamping.
Tak perlu waktu lama, sepuluh menit saja makanan yang mereka bawa sudah habis tak tersisa.
"Selamat siang, boleh saya duduk."
Suara seorang pria yang tak lain adalah Tuan Arley pun nampak berdiri di samping Arkana, Arkana tampak mendongakan kepala nya dan menatap Tuan Arley.
"Silah kan duduk Tuan, ini gedung milik anda. Kenapa anda harus minta izin pada kami."Jawab Arkana.
Tuan Arley pun tersenyum, lalu dia pun duduk tepat di samping Arkana.
"Boleh aku bertanya hal yang sedikit peribadi!?"
Tuan Arley bertanya dengan sangat hati hati, dia takut Arkana akan tersinggung dengan ucapan nya.
"Silah kan,"Jawab Arkana.
"Apa kau mengenal lelaki yang bernama Seno Dijaya? Seorang pengusaha yang berasal dari kota K ,dan perusahaan nya lebih condong di bidang Furniture."Tanya Tuan Arley.
''Tentu saja, dia adalah Ayah ku."Jawab Arkana.
"Dan dia juga adalah kakek ku,"Jawab Adam tak mau kalah.
Tuan Arley pun tersenyum,"Boleh aku bertanya lagi?"
"Tentu,"Jawab Arkana.
Tuan Arley bertanya dengan raut wajah yang serius, sedangkan Adam malah melihat ke arah Arkana dan Tuan Arley secara bergantian.
"Mirip,"Ucap Adam ,Tuan Arley pun tersenyum.
"Kalau begitu kau pasti putra ku,"Ucap Tuan Arley pasti.
"Maaf Tuan, apa kah anda tidak pernah mendengar istilah kata 'Jika kita mempunyai tujuh kembaran yang tersebar di seluruh muka bumi ini?"Tanya Arkana.
"Pernah,"Ucap Tuan Arley.
"kalau begitu anggap lah aku ini adalah kembaran mu, tapi bertemu di lain usia."Jawab Arkana.
"Tapi, aku tidak percaya dengan istilah seperti itu."Ucap Tuan Arley.
"Sudah lah Tuan, sepuluh menit lagi acara akan di mulai. Lebih baik anda segera duduk di meja penjurian,tak baik terlalu dekat dengan saya."Ucap Arkana.
"Kenapa kau keras kepala sekali?! "Ucap Tuan Arley seraya berlalu.
Arkana nampak menghembuskan napas berat, Arkana tak menyangka jika Tuan Arley adalah orang yang tak suka berbasa basi.
Arkana merasa sedikit kesal dengan ucapan Tuan Arley, karna dengan mudah nya dia berkata tentang 'anak'.Bahkan Arkana merasa sangat malu jika mengingat kalau diri nya hanyalah anak hasil perkosaan.
"Ayah, "Panggil Adam.
"Apa sayang? ''Tanya Arkana.
"Apa benar apa yang di katakan oleh orang tadi?"Tanya Adam.
Arkana nampak enggan untuk menjelaskan, dia pun mengelus lembut puncak kepala Adam dan mencium kening nya.
"Lihat lah ,peserta yang lain sudah duduk di kursi peserta. Adam juga harus segera bergabung dengan mereka, semangat dan selalu berdo'a. Oke Boy?"
"Oke Yah,"Ucap Adam.
Adam pun memeluk Arkana dan Laila secara bergantian, setelah itu Adam langsung melangkah kan kaki nya untuk bergabung dengan peserta lain nya.
Tak lama setelah Adam duduk, Abrail pun mengomando dan lomba pun di mulai kembali. Kali ini para peserta di beri tantangan yang sulit, harus membuat desain yang lebih kreatif tapi dengan sebuah penentuan.
Waktu yang di berikan pun cuma toga puluh menit saja, semua peserta pun nampak serius dengan pemikiran mereka masing masing.
Tatapan mata mereka begitu Fokus, jari tangan mereka begitu lincah bergerak di atas Touchpad .Suasana begitu hening, seakan untuk bernapas saja mereka sengaja menjeda nya.
Tuan Arley saat ini terlihat tak fokus, dia masih teringat akan apa yang di ucap kan oleh Arkana. Apakah Arkana sedang menyangkal atau memang Arkana hanya kebetulan mirip dengan nya?
Tapi kalau hanya kebetulan mirip, kenapa jurusan yang mereka geluti pun di bidang yang sama?
Tuan Arley kini sedang bergelut dengan banyak nya pertanyaan yang melintas di otak nya, sesekali dia hanya memutar muter bolpoin yang dia pegang dengan tatapan menerawang jauh entah kemana.
+
+
+
Di Tunggu Vote sama kembang nya ya.. Buat yang sudah ngasih terimakasih banyak, 💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓poko namah untuk Kaleyan semua.
TBC