
"jadi begini, Leo dan juga Cindy datang ke sini untuk mengajukan proposal kerjasama sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan oleh Grandpa dulu. Jadi, silakan kamu, Mahendra dan juga Gracia untuk memeriksa berkas tersebut," kata Adam.
Gracia dan Mahendra pun langsung menganggukkan kepala mereka, kini mereka sedang ada dalam situasi bekerja. Mereka harus profesional.
"Iya, Tuan," jawab Mahendra dan Gracia secara bersamaan.
Leo terlihat menyerahkan proposal pengajuan kerjasama kepada Mahendra dan juga Gracia. Dengan senang hati Mahendra dan Gracia pun langsung menerima berkas tersebut.
Kemudian, mereka pun memeriksa berkas tersebut sesuai dengan perintah Adam. Lima belas menit kemudian, Mahendra pun langsung berseru.
"Program kerjanya sangat menarik, Tuan. Jika perusahaan Callweld mengadakan kerja sama bersama dengan Tuan Leo, maka ini akan menjadi project yang bagus," kata Mahendra.
Tentu saja Mahendra memuji pekerjaan Leo, karena saat bekerja di perusahaan Callweld pun selalu saja menuangkan ide Cemerlang.
Walau terkadang kegiatan Leo sering terhambat karena dia terlalu banyak memikirkan pacar-pacarnya, beruntung Leo kini telah berubah semenjak mengenal dan menikah dengan Cindy, bahkan kehidupannya terkesan lebih baik.
Lebih teratur dan lebih sehat karena adanya istri yang mengurusnya dari semenjak mata terbuka hingga matanya kembali terpejam.
"Iya betul, Tuan. Pasti kerja sama ini akan menguntungkan kedua belah pihak," ucap Gracia.
Gracia pun mengemukakan pendapatnya, karena setelah memeriksa berkas yang diajukan oleh Leo, ternyata program kerjasama yang Leo tawarkan sangatlah bagus dan menguntungkan kedua belah pihak.
"Ternyata kalian semua sepemikiran dengan saya," kata Ada. "Baiklah, kalau begitu aku setuju untuk mengadakan kerjasama dengan perusahaan kalian," kata Adam.
Leo terlihat bahagia sekali, dia langsung memeluk istrinya dan mengecupi setiap inci wajah istrinya tanpa malu dan tanpa ragu.
Adam terlihat menggelengkan kepalanya melihat tingkah pengantin baru tersebut berbeda dengan Mahendra dan juga Gracia yang melihat keintiman di antara Leo dan juga Cindy, Mereka terlihat kikuk.
Setelah terjadi kesepakatan, akhirnya tanda tangan dari kedua belah pihak pun ditorehkan.
Leo benar-benar merasa senang karena pengajuan proposal kerja samanya diterima oleh Adam.
Ternyata, Tuan Arley benar-benar membuktikan ucapannya. Jika setelah menikah Leo harus mengelola perusahaannya sendiri, namun dia tetap diberikan kesempatan untuk tetap bekerja sama dengan perusahaan Callweld.
"Kami pun," jawab Adam.
Setelah selesai berbicara dengan Adam, Leo nampak menghampiri Gracia. Dia pun mengelus lembut puncak kepala Gracia.
"Belajar bekerja dengan baik, nanti kamu harus mengelola perusahaan bersama dengan Kakak," kata Leo.
Leo sengaja berbicara seperti itu, agar Gracia belajar bekerja dengan baik. Agar nanti dia bisa siap mengelola perusahaan milik keluarga mereka.
"Iya, Kak," jawab Gracia.
Setelah berbicara dengan Gracia, Leo pun menghampiri Mahendra.
"Gue nitip adik gue sama elu. Jaga dengan baik, kalau ada yang berani macam-macam terhadapnya, elu bisa langsung memberitahukannya sama gue," ucap Leo.
Mahendra tidak menjawab ucapan dari Leo, dia hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum tipis.
"Kakak pergi," pamit Cindy pada Gracia.
Cindy terlihat memeluk Gracia dan menautkan kedua pipinya secara bergantian.
"Iya, Kak. Hati-hati," kata Gracia.
Setelah kepergian Leo dan juga Cindy, Adam pun langsung kembali ke dalam ruangannya begitu pun dengan Mahendra dan juga Gracia.