
hari ini merupakan hari yang sangat melelahkan untuk Eliza ,karena dari pagi sampai sore menjelang banyak sekali teman dan kerabat yang datang menjenguknya.
Eliza bahkan sampai merasa sangat lelah dan ngantuk di buat nya, hingga baru saja magrib tiba Eliza sudah pulas dengan tidurnya.
Saat malam tiba Eliza merasa jika tenggorokan nya sangat kering ,dia pun terbangun dari tidur nya. Dia mengusap mata nya ,dan mengedar kan pandangan nya.
Eliza sangat haus, tapi saat melihat air putih yang berada jauh dari nya, Eliza pun jadi bingung untuk mengambil nya.
"Ma, Mama di mana? "Panggil Eliza.
Seingat nya saat dia hendak tidur, Mama nya ada di samping nya. Tapi Saat Eliza mengedar kan pandangan nya, tak ada siapa pun di sana.
Eliza yang memang penakut langsung memeluk erat boneka hello kitty yang ada di samping nya, rasa nya saat ini dia ingin menangis saja.
Tak lama Eliza pun mendengar bunyi Gemericik air dari kamar mandi, rasa takut nya pun makin bertambah.
Eliza pun langsung menutup mata nya dengan boneka hello kitty yang dia peluk, kalau saja kaki nya tak sakit, sudah pasti dia akan berlari dengan cepat.
"Mama, Eliza takut. Eliza mau pulang, "Ucap Nya lirih.
Eliza pun berusaha untuk setenang mungkin, tapi tiba tiba saja tangan nya terasa basah Eliza pun langsung menjerit.
"Hua ,,,,Mama,, Eliza takut.."
"Hey,, jangan berteriak seperti itu. Ini aku, Devano."Ucap Devano.
Eliza pun memberanikan diri untuk membuka mata nya,"Kakak,, "Ucap Eliza seraya memeluk Devano dengan erat.
Devano pun langsung membalas pelukan Eliza, kemudian dia pun mengelus lembut puncak kepala Eliza.
"Kenapa menangis? "Tanya Devano.
"Aku takut kak, aku di tinggal sendiri sama Mama."Keluh Eliza.
"Kakak yang menyuruh tante Berlin untuk pulang, karna Kakak yang akan nemenin kamu malam ini."
Eliza pun melonggar kan pelukan nya,dia menatap Devano dari atas sampai bawah. Nampak Devano masih menggunakan kemeja yang tadi pagi, wajah nya terlihat sangat lelah.
Rambut nya terlihat sedikit basah, tapi walaupun begitu, tetap saja Devano terlihat sangat tampan di mata Eliza.
"Kenapa menatap ku seperti itu? "
"Ah, tidak apa apa. Kakak kelihatan capek banget, kakak tidur sana."Ucap Eliza seraya melepas kan pelukan nya.
Devano pun langsung tersenyum, dia langsung duduk tepat di samping Eliza.
"Kamu kenapa bangun? Laper? "
Eliza pun menggeleng kan kepala nya, Devano pun nampak tersenyum.
"Haus? "
Eliza pun langsung mengangguk kan kepala nya, Devano pun langsung bangun dan mengambil paper bag dan juga sebotol air mineral.
"Minum lah,"Ucap Devano.
Eliza pun menurut, Eliza yang sudah sangat haus pun langsung menenggak minuman nya sampai habis setengah botol.
Devano lalu membuka paper bag yang dia bawa, kemudian menyerah kan sekotak manisan ke pada Eliza.
"Tadi aku habis mengurus persiapan pembukaan kantor baru di kota P, sebelum pulang aku beli manisan sama beberapa kue di jalan. Kamu mau?"
"Kalau manisan aku suka, tapi kalau makan malem malem begini aku takut gemuk."Ucap Eliza.
"Badan kamu kurus banget, makan manisan ngga bakal bikin kamu gendut."
"Kakak jahat,,!! Badan aku itu bagus tahu, masa di kata kurus?! Kalau kata temen temen aku ,ini nama nya body goal. Kalu jadi model pasti bagus,"Ucap Eliza.
"Iya bagus, udah sekarang mending kamu makan dulu manisan nya. Atau mau kue aja? "
"Kue aja Kak, kayak nya kue nya enak. "Ucap Eliza seraya melihat gambar yang ada di paper bag nya.
Devano pun mengambil kue nya dan mengambil satu potong kue buat Eliza.
"Buka mulut nya, "Titah Devano.
Eliza pun langsung membuka mulut nya, dan satu suapan kue langsung mendarat di mulut Eliza.
"Enak? "
Eliza pun langsung menganggukan kepalanya, "Enak Kak, rasa nya kaya ubi ungu."Ucap nya dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Memang bahan dasar nya ubi ungu,kamu suka? "
"Suka, kakak juga makan. Rasa nya enak, tidak terlalu manis."Ucap Eliza.
Eliza pun lalu mengambil sepotong kue dan menyuap kan nya pada Devano, Walupun merasa enggan tapi Devano tetap menerima suapan dari Eliza.
Eliza pun memakan kue nya sampai habis tiga potong, sedangkan Devano yang tak terlalu menyukai makanan manis hanya makan satu potong saja.
Devano melihat jam yang melingkar di tangan nya, waktu sudah menunjuk kan pukul dua belas malam. Sudah tengah malam pikir nya, dia bahkan belum istirahat sama sekali.
Rasa nya sangat lelah, badan nya pun terasa remuk. Devano sangat ingin memakan kan mata nya, Eliza pun menyadari akan hal itu, karna Devano terlihat menguap beberapa kali.
"Kakak ngantuk yah? Kakak tidur duluan saja, aku masih ingin makan."Ucap Eliza beralasan."
''Baiklah, kakak tidur dulu. Kamu juga cepet tidur lagi,"Ucap Devano.
Eliza pun mengangguk kan kepalanya,"Iya Kak,"Jawab nya.
Devano pun langsung melangkahkan kakinya nya menuju sofa, kemudian dia langsung merebahkan tubuh lelah nya.
Tak lama, Devano pun nampak terlelap dalam tidur nya. Eliza nampak tersenyum melihat wajah damai Devano saat pulas dalam tidur nya.
"Ya ampun,, dia tampan sekali. Tapi aku ngga boleh terlalu dekat dengan nya, nanti aku malah tambah cinta sama dia. "Ucap Eliza lirih.
Eliza sadar kalau Eliza begitu mencintai lelaki yang kini berada satu ruangan dengan nya, bahkan Eliza nampak seperti wanita ****** yang berusaha untuk mengejar cinta Devano.
Tapi kini Eliza sadar, jika cinta tak harus memiliki. Eliza pun akan mencoba untuk melepas kan Devano, apa lagi tadi sore Dokter sempat berkata.
Eliza akan sembuh total dalam waktu dua bulan, tapi dia tidak bisa berjalan dengan sempurna. Eliza tentu tak mau jika Devano nanti nya akan merasa malu, jika mereka sedang berjalan bersama.
"Maaf kan aku kak, aku selalu berusaha mengejar cinta kakak. Aku sadar kak, semakin aku berusaha untuk mendekati kakak, kakak akan semakin jauh dari ku. Maaf karna aku terlalu terobsesi untuk dapetin cinta kamu, aku janji kalau mulai hari ini aku akan berusaha untuk melepas kan semua rasa cinta ini."Ucap Eliza.
Eliza pun kini merebah kan tubuh lelah nya, dia menatap Devano yang kini sudah entah berada di alam yang mana.
"Mulai sekarang aku akan mengikhlaskan kakak, aku tahu kakak ngga pernah suka sama aku. Semoga kakak dapat jodoh yang terbaik,"Ucap Eliza sebelum dia terlelap.
+
+
+
Ramein kuy,, mau bahas kakak Eliza sama kakak Devano dulu ya untuk beberapa bab kali ini.
Jangan bosan untuk mampir dan baca cerita aku, semoga Kaleyan sehat selalu, murah rezeki dan selalu like, vote dan juga kasih hadiah buat aku..