
Adam masih setia memandangi pria itu, di lihat dari sisi mana pun dia begitu tampan menurut Adam. Walupun mata nya terlihat sangat lelah dan bahkan di bawah matanya terlihat lingkar hitam, pria itu tetap terlihat sangat tampan di mata Adam.
Adam pun tersenyum, dia pun duduk di samping pria itu. Tanpa di duga Adam memeluk pria itu dari samping dan menyandarkan kepala nya di dada nya ,hal itu membuat Devano mengernyit heran.
Devano merasa jika Adam terlalu berlebihan ,Adam bahkan tak mengenal adik angkat nya. Tapi dengan mudah nya dia memeluk nya dengan sayang, bahkan tatapan nya pun begitu teduh saat melihat adik angkat nya itu.
Mata peria yang sedari tadi hanya memancarkan tatapan kosong itu, kini beralih melihat Adam yang sedang memeluk nya dengan erat.
Tangan kecil Adam melingkar manja di perut pria itu, sebuah kehangatan kini menghampiri pria itu. Senyum yang sudah lima tahun tak terlihat di bibir nya, kini terulas dengan sempurna.
"Kamu siapa? "
Adam pun mendongak kan kepala nya, dia memberikan senyuman termanis nya untuk pria itu. Pria itu terlihat kaget, bahkan pria itu langsung melepaskan pelukan Adam dan berusaha untuk menjauh dari Adam, tapi pria itu malah jatuh dan tersungkur ke tanah.
Devano pun terlihat kaget melihat respon dari adik angkat nya, dia pun segera menghampiri nya dan membantu nya berdiri.
"Kamu ngga apa apa De? "Tanya Devano khawatir.
Bukan nya menjawab, pria itu malah balik bertanya,"Bang, sejak kapan Abang di sini? "
Devano pun langsung tersenyum,"Alhamdulillah, Ade Abang ini rupa nya sudah mulai mau berbicara kembali."
"Memang nya aku kenapa? "
"Sudah empat tahun ini kamu seperti orang keder, tak pernah berbicara. Hanya diam mematung, seperti patung yang tak bernyawa. "
"Benarkah? Lalu dia siapa? Kenapa saat melihat nya aku merasa melihat diri ku? "
"Kau bercanda? Dia masih kecil, tapi kau bilang seperti diri mu? "
Pria itu pun merasa penasaran dan dengan cepat dia menghampiri Adam lalu menggendong nya, Adam pun dengan senang hati memeluk leher pria itu dengan erat.
"Nama Kamu siapa sayang? "
"Adam Putra Pratama ,nama ku bagus kan Om?"
"Pratama ? Apa kah ibu mu bernama Laila Natalie Pratama?"
"Benar, Om sangat pandai. Apa Om kenal dengan ibu ku? "
Bukan nya menjawab, pria itu malah menangis. Dia pun menciumi wajah Adam ,sedangkan Devano kini terlihat bingung karna ternyata adik nya mengenal Laila.
"Om kenapa menangis? "Tanya Adam.
"Apa Om boleh bertemu dengan ibu mu?"
"Tentu saja boleh, "Jawab Adam.
Pria itu pun melihat ke arah Devano, "Bang, tolong antarkan aku ke rumah Laila. "
"Baiklah, tapi kamu harus menjelaskan semua ini pada ku."
"Nanti aku jelaskan di mobil, sekarang tolong antarkan aku? "
"Iya cerewet, Ayo.."
Akhirnya Devano pun mengajak Pria itu ke rumah Laila, sedangkan Adam terlihat tak ingin lepas dari pria yang baru dia temui itu.
Adam terus saja memeluk pria itu sambil memandang nya dengan intens, sedangkan pria itu terlihat sedang memberikan senyuman terbaik nya pada Adam.
"De, tolong jelaskan pada Abang sebenar nya ada apa ini? "
"Kalau dugaan ku benar, Adam adalah putra ku dengan Laila."
Devano terlihat syok dengan penuturan Adik angkat nya, sedang kan Adam terlihat sangat senang. Bahkan wajah nya pun langsung berbinar, dan senyum nya kian mengembang.
"Apa Om sungguh Ayah ku? "
Devano pun nampak memperhatikan wajah mereka berdua, dan benar saja mereka memang sangat mirip.
"Kalau Adam adalah anak nya Arkana, berarti sudah tidak ada harapan untuk ku mendekati Laila. " Batin Devano
Mobil Devano pun sudah terparkir tepat di depan rumah Laila, mereka pun langsung turun . Arkana dan Devano terlihat berjalan beriringan, sedangkan Adam masih setia di gendongan Arkana.
"Assalamualaikum,, "Devano pun mengucap kan salam.
"Waalaikum salam, "Terdengar Laila menyahut dari dalam.
Tak lama kemudian, Laila pun keluar dari dalam rumah nya. Tubuh nya langsung terpaku saat melihat Arkana yang sedang menggendong putra nya, sedangkan Arkana terlihat melebarkan senyum nya saat melihat Laila.
Arkana menurun kan Adam dari gendongan nya, dia pun langsung memeluk Laila dengan erat.
"Laila, aku rindu. Kenapa kamu begitu tega meninggal kan aku, aku sudah mencari mu kemana mana tapi tak pernah ketemu."Ucap Arkana.
Laila hanya diam saja mendengar ucapan Arkana, hanya air mata yang mampu menjawab nya.
"Laila sayang, kenapa kamu diam saja. Bicaralah sayang,Mas rindu."Ucap Nya lagi.
Laila pun melepaskan pelukan Arkana, dia terlihat sendu saat menatap lelaki yang sudah lima tahun lebih dia tinggal kan.
"Maaf Mas, maaf kan aku. Aku tidak mungkin sanggup melawan ke dua orang tua mu, mereka mengancam akan membunuh ku dan bayi yang ada di kandungan ku kalau aku tak meninggal kan kamu."Jawab Laila seraya terisak.
"Aku tahu itu, tapi kamu kan juga tahu jika aku akan selalu bersama dengan mu dan juga anak kita."Pandangan Arkana pun beralih pada Adam,"Dia anak kita kan? "
"Hem em,, dia sangat mirip dengan mu."
"Bang, sudah ku bilang kan saat aku melihat nya ,aku seperti melihat diri ku.."Jelas Arkana pada Devano.
Devano yang masih syok mengetahui hal ini hanya bisa manggut manggut, dia merasa tak percaya jika wanita yang sudah menyita perhatian nya adalah ibu dari anak adik nya.
"Jadi Om beneran Ayah ku? "Tanya Adam.
"Yes, aku Ayah mu Nak."Jelas Arkana.
"Sudah ku duga jika kau adalah Ayah ku."Jawab Adam percaya diri.
Sedangkan Devano, Laila dan juga Arkana terlihat bingung dengan apa yang di ucap kan oleh Adam.
"Maksud kamu Boy? "Tanya Devano.
"Tentu saja aku minta Om membujuk ibu ku untuk datang ke sini karna Ayah ku, aku ingin memastikan jika Ayah ku masih hidup. Karna saat aku melihat foto kebersamaan Om kala di kantor itu, aku yakin jika itu adalah Ayah ku."Jawab Adam.
"Ya ampun, anak Ayah sangat pintar."Ucap Arkana seraya menggendong putra nya.
"Bukan hanya pintar, tapi dia sangat jenius. Kamu tahu Mas, dia sudah pandai mencari uang. Bahkan hidup kami kini sangat lah baik, karna penghasilan yang di dapat kan oleh Adam. "Jelas Laila.
"Ayah bangga sama kamu sayang, "Ucap Arkana seraya menghujani wajah Adam dengan ciuman.
Laila terlihat mengembangkan senyuman nya, dia merasa sangat bahagia saat melihat Adam bisa bertemu dengan Ayah nya. Tapi Laila juga merasa khawatir, jika nanti orang tua Arkana mengetahui keberadaan ny dengan Adam.
+
+
+
Minta dukungan nya ya guys, untuk si aku penulis yang masih amatiran ini. Minta Vote, kembang dan juga like atau komentar nya aku tunggu.
πππππππππππππππππππππππππππBanyak banyak untuk Kaleyan semua.
TBC