Who Is Adam?

Who Is Adam?
Menemani Eliza



Selepas Isya Devano langsung melajukan mobil nya ke sebuah restoran jepang, dia mampir untuk membeli makanan kesukaan Eliza.


Karna selama ini yang dia tahu, Eliza sangat menyukai sushi. Setelah mendapat kan makanan kesukaan Eliza, Devano pun langsung melajukan mobil nya ke rumah sakit tempat Eliza di rawat.


Tiba di depan ruang perawatan Eliza, Devano melihat Tuan Bram yang hendak masuk ke dalam ruangan Eliza.


"Assalamualaikum Om,"Sapa Devano.


"Eh, Waalaikum salam Nak. Om kira ngga jadi dateng,"Ucap Nya seraya melihat jam yang melingkar di tangan nya.


Devano pun langsung tersenyum hangat pada Tuan Bram,"Saya mampir dulu ke resto jepang buat ini,"Ucap Devano seraya mengangkat bungkusan yang ada di tangan kanan nya.


"Rupa nya kamu sangat hapal makanan kesukaan Eliza,kebetulan dia belum makan. Di bujuk buat makan nya susah, "Ucap nya.


"Begitu ya,, kalau begitu mari masuk Om."Ajak Devano.


Tuan Bram pun menganggukan kepala nya, Devano dan Tuan Bram pun masuk secara bersamaan. Saat mereka masuk, Eliza nampak sedang duduk sambil memangku boneka hello kitty .


Dia nampak melamun, karna saat Devano dan Tuan Bram menghampiri nya Eliza terlihat diam saja. Eliza terlihat sedang menatap dinding dengan tatapan kosong.


Devano pun langsung menyimpan sushi uang ia bawa di atas nakas dan kemudian duduk di samping kanan Eliza, sedangkan Tuan Bram berdiri tepat di samping kiri putri semata wayang nya itu.


Tuan Bram langsung mengelus lembut punggung putri nya, Eliza pun terlihat sedikit kaget lalu kemudian langsung tersenyum.


"Pah, "Ucap Nya seraya memeluk erat Tuan Bram.


Tuan Bram pun langsung membalas pelukan putri nya,"Kenapa sayang? "


"Tidak apa-apa Pah, aku hanya sedih saja karna harus cuti kuliah selama satu bulan lebih. Pasti aku kesepian karna ngga bisa ketemu sama temen-teman aku,"Ucap Eliza dengan bibir yang sudah mengkrucut dengan sempurna.


Devano yang melihat nya langsung terkekeh,Eliza yang mendengar suara yang begitu ia kenal langsung melerai pelukan nya.


"Kak Devan? "


"Hem,, ini aku. Kenapa? "


"Sejak kapan kakak di sini? "


"Aku ke sini bareng sama Om Bram, iya kan Om?"


Devano pun mengalih kan tatapan mata nya pada Tuan Bram, Tuan Bram pun menganggukan kepala nya.


"Iya sayang, Devan ke sini bareng Papah."


Eliza nampak memaling kan wajah nya dari Devano, Tuan Bram yang melihat nya hanya bisa menggaruk pelipis nya yang tak gatal.


Dia jadi merasa tak enak hati pada Devano, padahal anak itu biasa nya paling bersemangat jika sedang berdekatan dengan Devano.


"Papah pulang dulu ya sayang, ada yang harus Papah kerjakan dulu. Mungkin malam nanti Papah ke sini lagi,"Pamit nya pada Eliza.


"Tidak usah Om, biar Devano saja yang menjaga Eliza."Tawar Devano.


Tuan Bram pun langsung tersenyum,"Baiklah, kalau begitu Om titip anak Om yang manja ini."Ucap Tuan Bram seraya mengacak pelan rambut putri nya.


"Pah,, "Ucap Eliza dengan tatapan penuh permohonan.


Tuan Bram sebenar nya tahu jika Eliza merasa sungkan jika dia harus di temani oleh Devano, Tapi Tuan Bram yakin jika Devano tak akan berani berbuat macam-macam pada putri nya.


"Papah pulang, "Ucap Nya seraya mengecup kening Eliza, tatapan nya beralih pada Devano."Om titip Eliza, mohon jangan di apa-apain ya kasihan entar dia ngga bisa lari."Canda nya.


Devano pun langsung terkekeh, sedang kan Eliza nampak mengkrucut kan bibir tipis nya.


"Jangan marah, Papah pulang. "Ucap Tuan Bram lagi.


"Hati-hati Om, 'Ucap Devano.


Tuan Bram pun menganggukan kepala nya ,kemudian dia pun pergi dari ruangan tersebut. Selepas kepergian Tuan Bram, Devano pun langsung duduk tepat di samping Eliza.


"Za,makan dulu ya,, aku sudah beliin kamu makanan kesukaan kamu,"Bujuk Devano.


"Aku ngga lapar, "Ucap Eliza seraya memalingkan wajah nya.


Devano pun nampak menghembuskan napas nya,"Maaf, "Ucap Devano.


"Untuk apa? "Tanya Eliza tanpa menoleh ke arah Devano.


"Karna aku kamu jadi begini,"Sesal Devano.


"Ini bukan salah kakak,"Ucap Nya.


Devano jadi tak enak hati pada Eliza, karna semenjak tadi siang Eliza seakan enggan untuk dekat dengan nya.


"Za,, "Panggil Devano.


"Hem,,"Jawab nya.


"Males banget ya liat aku,"Ucap Devano lesu.


Eliza pun menoleh sebentar ke arah Devano, 'Tampan' itu lah kata yang terlintas di otak nya itu. Hati Devano jadi terasa sedih saat melihat Eliza yang terlihat saat enggan saat menatap nya, padahal dari dulu dia tak pernah menganggap Eliza sama sekali.


"Kenapa liat nya cuma sebentar? Biasa nya kamu betah banget liat aku lama-lama? "


Devano pun langsung terkekeh,"Ya udah kalau kamu mau marah sama aku marah aja, tapi sekarang jangan marah dulu. Makan dulu biar cepet sembuh,"Ucap Devano seraya membuka sushi yang saat dia beli.


"Aku ngga laper, "Jawab nya.


"Laper pasti, "Ucap Devano seraya mendekat kan sushi ke dap wajah Eliza.


Devano sangat tahu jika Eliza memang sangat menyukai sushi, jadi tak mungkin dia dapat menolak pesona kenikmatan sushi. Dan benar saja, Eliza nampak menelan saliva nya berkali-kali.


"Kalau mau ngga usah malu, aku suapin ya?"Tawar Devano.


"Ngga usah, aku ngga mau."Ucap Eliza seraya memaling kan wajah nya, tangan nya pun mempererat pelukan nya pada boneka hello kitty yang sedari tadi berada di pangkuan nya.


"Aku maksa , nanti kamu ngga sembuh-sembuh kalau ngga makan. Mau ya aku suapin? "


Eliza nampak melirik ke arah wajah Devano, nampak rasa penyesalan, kasihan ,rasa bersalah dan ketulusan campur aduk jadi satu.


"Iya, "Jawab Eliza singkat.


Devano pun langsung tersenyum, kemudian dia pun mulai mengambil sumpit dan mulai mengambil sushi dengan sumpit nya.


"Aaa,, buka mulut nya dong.. "Pinta Devano.


Eliza pun langsung membaca basmalah, kemudian Eliza pun dengan cepat langsung melahap sushi yang terlihat begitu menggoda di mata nya, Devano pun langsung tersenyum.


Ternyata dia masih mengingat untuk membaca do'a pikir nya, padahal selama ini kalau di perhatikan Eliza nampak seperti wanita penggoda.


"Enak, lagi.."Pinta nya.


Devano pun dengan senang hati menyuapi Eliza, suapan demi suapan pun masuk ke dalam mulut Eliza. Hingga dalam menit ke lima belas, dari kotak sushi sudah berpindah ke dalam perut Eliza.


"Alhamdulillah,, Kenyang banget.."Ucap Eliza seraya mengelus perut nya.


"Tadi bilang nya ngga mau, tapi satu kotak langsung abis sendiri ngga nawarin aku."Ucap Devano.


"Kakak ih,,, "Ucap Eliza seraya memukul pundak Devano.


"Aduh,, "Ucap Devano seperti orang kesakitan.


Eliza nampak panik, dia pun langsung mengelus lembut pundak Devano.


"Sakit ya? Maaf ya kak aku ngga sengaja, refleks aja gitu."Ucap Nya.


"Aku ngga apa-apa, sekarang kamu mau langsung tidur atau mau apa dulu? "Tanya Devano seraya melirik jam di tangan nya.


Jam sepuluh dan itu sudah malam pikir nya, Eliza harus cepat tidur agar cukup waktu istirahat.


"Aku pengen tidur, udah ngantuk. Tapi tunggu lima belas menit dulu biar makanan yang aku makan ngga jadi penyakit, "Ucap Eliza.


"Ya kamu benar,"Ucap Devano.


Eliza nampak terdiam, tangan nya mengelus-elus boneka hello kitty yang sedari tadi di peluk nya.


Devano pun memperhatikan penampilan Eliza, saat ini Eliza memakai baju tidur hello kitty berwarna merah muda. Nampak lucu pikir Devano, dan hari ini Devano baru tahu jika gadis di depan nya sangat manja dan bahkan menyukai boneka yang seharus nya di sukai oleh anak seusia Chacha.


"Za,, "


"Hemm,,, "


"Terimakasih,"Ucap Devano tulus.


"Untuk? "


Devano meraih tangan kanan Eliza dan menggenggam nya, sedangkan Eliza yang merasa risih langsung berusaha melepas kan tangan nya. Tapi Devano seakan tak mau melepasnya, bahkan malah mempererat nya.


"Terimakasih karna sudah menyelamatkan kan aku, aku ngga tahu apa jadi nya kalau ngga ada kamu."Ucap nya tulus.


Eliza pun memaling kan wajah nya, rasa nya dia tak kuat harus berlama-lama menatap lelaki yang sudah lama dia sukai.


Kalau saja boleh memilih, rasa nya Eliza ingin sekali memeluk dan mencium bibir tebal milik Devano. Tapi kini Eliza mulai sadar jika perasaan memang tak bisa di paksaan, maka nya sebisa mungkin mulai sekarang Eliza akan menjauh dari Devano.


"Za,, "Panggil Devano.


"Hem em,, "Jawab Eliza tanpa menoleh ke arah Devano.


"Kamu lelah ya, ya udah aku bantu kamu untuk merebah kan tubuh kamu."Ucap Devano.


Devano pun langsung bangun dan mengangkat tubuh Eliza dengan perlahan ,karna takut jika kaki Eliza akan terasa sakit. Setelah terlihat tidur dengan posisi nyaman, Devano pun membenahi letak selimut Eliza.


"Tidur lah, sudah malam."Ucap Devano seraya mengelus lembut puncak kepala Eliza.


Tanpa menjawab Eliza langsung menutup mata nya, setelah memastikan Eliza tertidur baru lah Devano merebahkan tubuh lelah nya di atas sofa tunggu.


+


+


+


Jangan lupa dukungan nya Yes, Kaleyan selalu yang terbaik pokok nya..