Who Is Adam?

Who Is Adam?
Cemburu Nya Tuan Seno



Nyonya Alina Lina berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Tuan Arley, dengan susah payah Nyonya Alina menggeser tubuhnya agar lebih jauh lagi dari Tuan Arley.


Tuan Arley nampak tersenyum melihat tingkah Nyonya Alina, menurutnya itu terlalu kekanak-kanakan. Tak perlu mereka duduk berjauhan pikirnya, toh Tuan Arley tidak akan melakukan apa-apa,karna dia hanya ingin meminta maaf.


Wajah Nyonya Alina terlihat sangat tegang, tangannya tampak meremas ujung baju yang dia kenakan .Tuan Arley pun nampak terkekeh melihat kelakuannya, tapi sejurus kemudian rasa bersalah pun muncul dalam hati nya.


" Maaf jika aku pernah menghancurkan hidupmu ,aku juga minta maaf karena perbuatanku dulu kamu sempat depresi dan juga mengalami trauma."Ucap Tuan Arley tulus.


Nyonya Alina tampak memberanikan diri untuk menatap Tuan Arley, dia melihat wajah Tuan Arley yang begitu tulus mengucapkan kata maaf padanya.


Nyonya Alina pun nampak menghela napas berat, dia menjadi bingung harus berkata apa. Sesungguhnya Nyonya Alina memang sudah memaafkan perbutan Tuan Arley, menurut nya itu hanyalah kesialan di masa lalu.


Tapi entah kenapa dia juga serasa enggan untuk mengucapkan kata 'maaf' untuk Tuan Arley, karna hanya dengan melihat wajah nya saja bibir nya merasa kelu.


Tuan Arley pun akhirnya bangkit dari duduknya, kemudian dia pun berjongkok tepat di depan Nyonya Alina yang sedang duduk di bangku taman.


Nyonya Alina pun langsung gelagapan, rasanya dia sangat takut dan ingin berlari saja saat melihat Tuan Arley yang menatapnya dengan lekat.


"Jangan takut Alina, aku hanya ingin meminta maaf. Tolong maafkan atas semua kesalahan ku, aku janji aku tidak akan menggagumu .Aku hanya mengharapakan kata maaf dari bibir mu, "Ucap Tuan Arley dengan wajah penuh permohonan.


Nyonya Alina pun dengan cepat menganggukkan kepalanya,"I - iya, aku memaafkan kamu."Ucap Nya terbata.


Setelah mengucapkan kata itu ,Nyonya Alina langsung memejamkan matanya. Dia merasa tak kuasa memandang wajah Tuan Arley yang begitu dekat, andai saja bisa memilih, ingin rasanya dia pingsan saat ini juga.


Wajah Tuan Arley pun kini berubah menjadi sumringah, dia sangat senang mendengar kata maaf dari bibir Nyonya Alina.


Dan Tuan Arley pun merasa sangat bersyukur karena wanita yang pernah dia hancurkan masa depannya,dan pernah dia renggut paksa kehormatannya,ternyata masih mau memaafkannya.


Tuan Arley pun kembali memegang kedua tangan Nyonya Alina ,dan dia pun berucap dengan sangat tulus kepada wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik di matanya.


"Terimakasih Alina, terimakasih karna kamu sudah sangat baik padaku. Aku ingin meminta sesuatu dari mu, apa boleh? "


Tuan Arley berucap seraya memandang wajah Nyonya Alina dengan intens, dan hal itu membuat Nyonya Alina salah tingkah.


"Boleh kan jika aku sering mengunjungi putra kita?"


"Kalau itu, kamu tanya sendiri saja pada Arkana."


Nyonya Alina berkata dengan sangat gugup, antara takut dan ingin berbicara dengan Tuan Arley.


" Jadi benar kan sesuai dugaanku, kalau Arkana adalah putra kita?"


Nyonya Alina pun menganggukkan kepalanya,"Iya, dia adalah anak hasil dari perbuatan bejat mu. Tapi walaupun seperti itu, alu sangat menyayanginya.Bahkan Mas Seno pun sangat memanjakan Arkana, dan apa pun yang dia minta pasti langsung dituri nya."


" Terimakasih karena kau telah membesarkan Arkana, terimakasih karena kau sudah bersedia mengandung benih dariku .Walaupun perbuatan yang aku lakukan saat itu adalah perbuatan yang salah."


Tuan Arley pun bangun dengan tangannya yang masih menggenggam tangan Nyonya Alina, lalu dia pun tersenyum hangat pada Nyonya Alina.


" Ayo bangun biar ku antar kamu pulang, Ini sudah malam dan udara malam tidak baik untukmu."


" Tidak usah terimakasih ,"Ucapan Nyonya Alina Seraya menarik tangannya dari genggaman Tuan Arley.


Tapi sayangnya tangan Tuan Arley menggenggam tangan Nyonya Alina begitu erat, sehingga tangan itu pun tidak terlepas.


"Singkirkan tangan kotor mu dari tangan istriku,,!!!"


Terdengar suara berat Tuan Seno yang memerintah Tuan Arley, wajah Tuan Seno nampak memerah, rahang nya mengeras dan tatapan mata nya begitu tajam saat melihat Tuan Arley.


"Maaf Seno, aku tidak bermaksud untuk mengganggu istrimu. Aku hanya --"


Belum sempat Tuan Arley menyelsaikan ucapan nya, tapi Tuan Seno sudah melayangkan tinju nya tepat di pipi kanan Tuan Arley.


Tuan Arley pun langsung tersungkur ke tanah, sudut bibir nya pun nampak berdarah.


Tuan Seno langsung menghampiri Tuan Arley dan menarik kerah kemejanya, dia menatap Tuan Arley dengan tajam.


'' Jangan pernah sentuh istriku dan jangan pernah berpikir untuk mengulangi kesalahan di masa lalu!!Aku sudah cukup sabar selama ini mendiamkanmu !!"


Tuan Seno mengucapkan kata itu dengan penuh kemarahan ,tapi sepertinya dia masih bisa mengendalikan dirinya.


Tuan Arley nampak tersenyum ,sama sekali dia tidak berpikir untuk membalas Tuhan Seno. Dia hanya ingin meminta maaf dan berterima kasih kepadanya,karna telah mau membesarkan Arkana dengan tulus.


Tuan Arley langsung menjatuhkan tubuhnya dan dia pun langsung memeluk kedua kaki Tuan Seno, Tuan Seno nampak bingung akan hal itu.


"Maafkan aku Seno, maafkan atas kesalahanku selama ini. Aku tahu perbuatan ku kala itu adalah hal yang sangat menjijikkan, aku mohon maafkan aku."


Tuan Seno bergeming, sedangkan Arkana dan Laila yang sedari tadi menonton kini mulai iba dengan Tuan Arley.


Arkana pun menghampiri Tuan Seno dan langsung memeluk nya, "Pah, tolong maafkan Daddy."Ucap Arkana dalam pelukan Tuan Seno.


"Cih,,!! Bahkan kamu sudah memanggil nya Daddy, lalu apa arti aku di matamu?! "


Tuan Seno terlihat sangat kesal, tapi dia sama sekali tak berniat untuk melerai pelukan nya dengan putra tiri nya itu.


"Jangan marah pada Arkana Seno, kalau kamu mau marah, marah saja pada ku . Kamu boleh memukul ku sepuasnya ,tapi jangan melakukan apapun kepada Arkana."


Tanpa banyak bicara Tuan Seno langsung melerai pelukan Arkana ,kemudian dia pun menyingkirkan tangan Tuan Harley yang memeluk kakinya.


Setelah itu dia pun langsung menghampiri Nyonya Alina, Tuan Seno langsung menarik tangan Nyonya Alina dan mengajak nya pergi, Nyonya Alina nampak kesusahan mensejajari langkah suaminya.


Nyonya Alina masih terlihat syok dengan apa yang dia lihat, dan Nyonya Alina juga masih merasa sangat lemas karna baru saja bertemu dengan lelaki yang dulu pernah menghancurkan hidupnya.


Saat Tuan Seno menyadari jika istrinya terlihat kesusahan mengimbangi langkahnya,tanpa basa-basi Tuan Seno pun langsung menggendong istrinya dan membawanya pulang ke rumah Arkana.


Tuan Arley, Arkan dan Laila nampak tersenyum melihat tingkah posesif Tuan Seno.


"Boy,, "Panggil Tuan Arley.


"Yes Dad,"Jawab Arkana.


"Mereka begitu saling mencintai,"Ucap Tuan Arley lesu.


Arkana pun langsung menatap Daddy nya, dia pun menepuk pundak Daddy nya dengan lembut.


"Makanya Dad, pergunakan waktu mu itu dengan hal yang bermanfaat. Jangan mementingkan kesenangan sesaat yang tak menguntungkan,"Ucap Arkana.


"Ck,, kamu ini anak kandungku. Tapi kamu tak membelai, malah mengutuk perbuatan ku."Ucap Tuan Arley lesu.


"Sudahlah Dad, nikmati masa tua mu. Jangan mengeluh, dan mulai sekarang pergunakanlah sisa waktumu dengan sebaik-baiknya."


Ucapan Arkana terasa sebagai batu besar yang menghantam dadanya, Tuan Arley pun sadar jika dia telah melewati masa muda nya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.