Who Is Adam?

Who Is Adam?
Kuda-kudaan



Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, rumah Arkana yang tadinya terlihat sangat ramai, kini terasa sangat sepi, karena semua orang sudah pulang ke rumah masing-masing.


Dapur yang tadi terlihat berantakan pun, kini sudah rapi kembali. Dapur Laila yang sangat berantakan itu, dibersihkan oleh 2 orang asisten rumah tangga yang dikirimkan khusus oleh Tuan Arley.


Tuan Arley sengaja menugaskan dua orang asisten rumah tangga, untuk membantu Laila. Dia tidak mau menantu kesayangannya itu merasa kecapekan, apa lagi sekarang Laila sedang mengandung.


Tuan Arley tak mau mengambil risiko, walaupun kata Dokter, janin Laila begitu kuat, tapi tetap saja, kita sebagai manusia harus berjaga-jaga.


Padahal Arkana pun bisa melakukannya, tapi ternyata, Daddynya itu lebih cekatan dari putranya.


Kini, Laila sudah bersiap untuk tidur. Dia sudah merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur besar tempat dia membuat pulau tak berpenghuni.


Arkana pun sudah selsai dengan segala aktivitasnya, kemudian dia merangkak ke atas kasur menyusul istrinya.


Laila langsung merentangkan kedua tangannya," Peluk." ucapnya dengan nada manja.


Arkana langsung terkekeh, kemudian dia memeluk istrinya dan menghujani wajah Laila dengan ciuman.


"I love you, My Wife." ucap Arkana.


"I love you too, My Husband." balas Laila.


Arkana pun langsung menautkan bibirnya, dia begitu gemas melihat wajah Laila. Karena kehamilannya, kini Laila terlihat lebih cantik dan juga seksi.


Bahkan ukuran buah kesukaan Arkana pun, nampak lebih besar. Dan hal itu, membuat Arkana ingin selalu mencumbui istrinya.


Apa lagi, di kehamilannya ini. Laila terlihat begitu agresif, bahkan Laila tak pernah malu untuk memintanya terlebih dahulu.


Hal itu, tentu saja membuat Arkana sangat senang bukan kepalang. Arkana begitu bersyukur, tapi Arkana kadang suka kesal, kala Laila meminta hal yang aneh-aneh padanya, dan tentunya harus di turuti.


Saat sedang asik berciuman, tiba-tiba saja, pintu kamar mereka terbuka. Sontak Laila dan Arkana pun. melepaskan tautan bibir mereka.


Mereka langsung melihat ke arah pintu, dan sudah pasti, pelakunya tidak lain tidak bukan adalah Adam Putra Pratama.


Adam langsung masuk dan tidur di antara Laila dan Arkana, sontak hal itu membuat Laila kesal. Pasalnya, ibu hamil itu sedang menginginkan sesuatu yang bisa membuatnya menggelinjang.


"Sayang, kenapa belum bobo?" tanya Laila.


"Adam, mau bobo sama Ibu." jawab Adam.


Laila langsung menggeleng lemah, bisa sakit kepala jika dia tak bisa mendapatkan apa yang dia mau.


"Adam sudah besar, biasanya bobo sendiri. Kenapa, sekarang mau bobo sama Ibu?" tanya Laila.


"Apa Ibu tidak dengar, tadi Kakek berpesan. Jika aku, harus menjaga ibu sama Dede bayi. Jadi, aku mau tidur sama ibu, agar bisa menjaga ibu sama Dede bayi." jawab Adam polos.


Laila langsung menatap Arkana, dia seakan meminta pertolongan kepada suaminya tersebut. Tetapi, Arkana malah menggedikan kedua bahunya, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya terhadap putranya tersebut.


"Mas,,, " rengek Laila.


Arkana pun langsung mengelus lembut kepala Adam, dia harus bisa merayu anak genius itu.


"Boy, kasihan Ibu. Kalau orang hamil itu, suka kegerahan. Adam bobo sendiri ya?" rayu Arkana.


"No! No! No!" ucap Adam seraya mengeratkan pelukannya.


Laila langsung pasrah, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dengan wajah di tekuk, Laila langsung membalas pelukan Adam, lalu, Laila pun menepuk-nepuk punggung Adam.


Sedangkan Arkana, langsung turun dari ranjang dan duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Dia mengirimkan pesan kepada Daddynya, mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dilakukannya bersama istrinya.


Arkana juga tak lupa mengirimkan pesan untuk Tuan Seno, dia sangat berterima kasih karena Papah dan Mamanya, sudah mau tinggal di Jakarta selama 1 bulan ini.


Di saat Arkana sibuk berbalas pesan, Laila sibuk menina bobokan Adam. Dalam waktu sepuluh menit saja, ternyata Adam sudah tertidur dengan pulas. Laila pun langsung tersenyum, dia langsung turun dari ranjang dan menghampiri Arkana.


"Mas, " Laila langsung duduk di pangkuan Arkana..


Arkana langsung melihat kearah ranjang, dia takut jika Adam belum tertidur. Dan ternyata, Adam sudah tidur dengan sangat pulas.


Arkana pun bisa bernafas dengan lega, Arkana menyimpan ponselnya di atas meja, kemudian dia pun memeluk Laila dan mencium bibir Laila dengan lembut.


"Mau apa?" tanya Arkana ketika tautannya telah terlepas.


"Mau ini," ucap Laila seraya mengelus pangkal paha Arkana.


Arkana langsung terkekeh, ternyata di kehamilan Laila yang ke dua. Laila sangat genit, dan banyak maunya.


"Ada Adam, Sayang." ucap Arkana.


"Kita pindah," ajak Laila.


"Kemana?" tanya Arkana.


"Kamar tamu," jawab Laila cepat.


Laila pun langsung menarik tangan Arkana, dengan tak sabar, Laila langsung mengajak Arkana ke kamar tamu. Sampai di kamar tamu, Laila langsung mengunci pintunya dan langsung mendorong Arkana sampai suaminya itu terjatuh di atas ranjang.


"Ya ampun... Sabar, Sayang. Kamu jadi agresif banget," ucap Arkana seraya terkekeh.


Laila seolah tak mendengar ucapan Arkana, dia langsung menghempaskan semua kain yang menempel di tubuhnya.


Dan tanpa ragu, Laila langsung naik ke atas tubuh suaminya. Laila sedikit menggoyangkan pinggulnya, membuat Arkana menahan napas karena takut kenapa-kenapa dengan bayi mereka.


"Kamu, mau ngapain?" tanya Arkana.


"Mau ngajakin Mas, naik kuda-kudaan." jawab Laila.


"Jangan, Sayang. Nanti, anak kita pusing di dalem sini." ucap Arkana seraya mengelus perut Laila.


"Mas, jangan khawatir. Aku sudah tanya sama Dokter, katanya BOLEH. Selama ngelakuinnya dalam batas wajar," jawab Laila santai.


"Ya ampun.. Ini istri ku apa bukan?" tanya Arkana.


Sedangkan Laila, kini sudah mulai membuka kain penghalang di tubuh Arkana. Dengan perlahan tapi pasti, Laila pun mulai membungkuk. Dia memberikan sentuhan-sentuhan kecil, yang membuat Arkana merasa tak tahan.


Apa lagi saat Laila mulai menyatukan tubuh mereka, rasanya Arkana ingin berteriak. Dia tidak menyangka, jika istrinya akan menjadi sangat nakal, tapi... Arkana sangat suka.