
Malam Ini Laila sedang mengelus lembut punggung putra nya, karna itu lah kegiatan yang selalu Laila lakukan sebelum putra nya tidur.
"Bu,, "
''Ada apa Adam? "
"Aku lihat dari siang ibu terlihat sangat senang, memang nya ada apa ini? "
Laila pun tersenyum, "Sayang, Ibu sudah beli rumah yang sangat bagus. Maaf tidak memberi tahu, tapi ibu yakin kamu akan suka."
Adam pun langsung duduk, "Benarkah Bu? "
"Benar sayang, rumah nya sangat besar. halaman nya juga luas, nanti ibu akan menanam bunga di halaman depan, dan halaman belakang akan ibu tanam sayuran."
"Lalu bagaimana dengan tempat yang aku pesan?"
Laila pun mengacak pelan rambut putra nya,"Kamu tenang saja sayang, ibu sudah putuskan kalau dua kamar yang ada di samping akan ibu satu kan dan ibu renovasi agar kamu merasa nyaman."
"Lalu bagaimana dengan rencana pembuatan toko furniture yang sudah kita rencanakan Bu? "
"Ibu akan mengubah garasi nya menjadi sebuah toko, biar ngga usah sewa tempat."
"Waah, ibu memang pandai. Besok kan hari sabtu, aku mau ke sana, aku mau melukis di tembok kamar ku.Boleh kan Bu? "
"Boleh dong sayang, semua yang kita nikmati saat ini adalah hasil kerja keras mu nak.Ibu sangat bangga punya anak yang sangat jenius seperti kamu, terimakasih ya sayang.."
Adam memeluk ibu nya, "Adam juga berterima kasih sama ibu, Adam sayang ibu."
Ke dua anak dan ibu itu pun saling memeluk dan mencurahkan kasih sayang, sungguh Laila tidak menyangka jika nasib nya akan berubah setelah melahirkan Adam, anak dari hasil hubungan haram dengan kekasih nya.
*
*
Pagi pagi sekali Laila sudah bangun dari tidur nya, dia sudah memasak untuk sarapan nya dengan Adam. Tak lama Adam pun datang menghampiri Laila, dia sudah terlihat tampan dan wangi.
"Anak ibu sudah bangun? "
"Sudah Bu, aku sudah tak sabar mau ke rumah baru."
"Baiklah, kalau begitu kita sarapan dulu. Makan yang banyak, biar cepet besar dan kuat."
"Iya Bu, aku pasti akan menghabiskan sarapan ku karna masakan ibu selalu enak."
Laila pun tersenyum, dia pun segera duduk di samping Adam. Mereka pun mulai sarapan,tak lama mereka pun telah selsai dan langsung bersiap.
Laila membawa Adam ke perumahan elite tersebut menggunakan sepeda nya, sampai di sana. Laila pun bertemu dengan security yang berjaga kemarin, Laila pun menghampiri nya dan menyapa nya.
"Permisi pak, saya mau ke dalam."
"Silahkan Nyonya,, "
Ucap Nya sopan, security itu nampak begitu sopan pada Laila. Dia tak berani bersikap seperti kemarin, karna ternyata Laila bisa langsung membeli rumah di daerah tersebut tanpa cicilan alias langsung cash.
Ternyata security itu kini bisa menyimpulkan,bahwa penampilan tak menjamin isi dompet. Karna bukti nya banyak orang yang berpenampilan wah, tapi semua benda yang dia pakai merupakan hasil dari cicilan.
Berbeda dengan Laila, dia datang dengan pakaian sederhana. Tapi mampu membeli dengan cara cash, bahkan Laila bersikap seolah orang biasa saja tanpa uang banyak di dalam dompet nya.
Laila dan Adam pun langsung meninggal kan security tersebut, mereka pun segera menghampiri rumah yang sudah Laila beli.
Saat Laila memasukan sepeda nya ke halaman rumah nya, Adam terlihat begitu kagum. Rumah nya terlihat begitu besar dengan halaman yang sangat luas, Adam pun terlihat berlari ke belakang.
Mata Adam langsung berbinar, walaupun rumah tersebut masih terlihat kosong. Tapi dalam pikiran Adam sudah terpilih apa yang nanti akan di letakan di dalam rumah nya, bahkan langsung terlintas di pikiran Adam untuk membuat sendiri beberapa Furniture yang sangat ia ingin tempat kan di rumah tersebut.
Laila pun menghampiri putra nya, "Suka kan sama rumah nya ? "
"Adam sangat suka, Ibu sangat pandai memilih rumah. Adam mau hari ini juga ibu mulai renovasi rumah nya, Adam mau seminggu lagi kita sudah pindah ke sini. Bisa? "
"Insya Allah bisa sayang, sekarang apa yang ingin Adam lakukan? "
"Adam mau melukis tembok di kamar Adam,boleh?"
"Tentu sayang, apa pun yang membuat kamu senang boleh kamu lakukan."
"Kalau begitu, tolong bawakan peralatan melukis aku Bu.. "Pinta Adam
"Siap Adam Putra Pratama,Ibu akan membeli yang baru. Kemarin ibu lihat di daerah sini ada toko yang menjual perlengkapan melukis, apa Adam mau ikut?"
"Tentu Bu, Adam mau pilih sendiri semua yang Adam mau. Uang nya masih cukup kan Bu? "
"Masih sayang, uang kamu masih banyak. Apa lagi malem pak Tono sudah mentransfer uang buat hasil karya kamu kemarin, dia bilang sangat puas dengan apa yang kamu buat. "
"Alhamdulillah Bu, kalau gitu. Adam senang, Adam akan terus belajar buat nyiptain barang baru dengan harga jual tinggi."
"Ibu tahu kamu mampu sayang, ayo kita pergi. Kita beli semua barang yang kamu mau, ibu akan temani."
Adam pun langsung lari ke luar dan menunggu Laila di sepeda, sedangkan Laila langsung menutup pintu dan mengunci nya.
"Kita ke tempat pengelola perumahan ini dulu, ok?!"
"Siap Ibu ku yang cantik."
Laila pun terkekeh dan langsung menaiki sepeda nya, Laila pun langsung pergi menuju kantor Pak Agus. Sampai di sana Laila langsung di sambut ramah oleh pak Agus, Laila pun menyampaikan maksudnya.
"Maaf tuan mengganggu, apa saya bisa minta tolong?"
Pak Agus pun tersenyum,"Boleh banget Nyonya, bantuan apa yang anda perlukan? "
"Saya mau merenovasi dua kamar yang ada di samping kanan, saya mau menjadikan nya satu kamar. Apa kah tuan bisa membantu saya mencari tukang? Kalau masalah uang nya tuan tidak usah khawatir, saya yang akan mengupahi mereka."
"Bisa Nyonya, butuh berapa orang? "
"Kra kira berapa orang ya pak ?saya mau nya kelar dalam waktu tiga hari.."
"Lima orang cukup, Kalau begitu saya akan menghubungi mereka, kira kira satu jam lagi mereka akan langsung ke rumah nyonya."
"Terimakasih banyak Tuan, saya permisi. "
Laila dan Adam pun langsung pergi, mereka berdua langsung pergi ke tempat penjualan alat lukis yang tak jauh dari komplek.
Adam begitu senang, Adam sampai tak sadar jika dia sudah memilih banyak barang yang dia perlukan. Bahkan mereka sampai tak bisa membawa nya, sehingga pemilik toko pun mengajukan diri untuk mengantar barang belanjaan Adam.
Adam dan Laila pun nampak senang, mulai hari ini mereka akan mendesain sendiri rumah impian mereka. Setelah hari hari Laila lalui dengan banyak cibiran dan hinaan, akhir nya kini dengan lahir nya Adam merubah semua nya.
+
+
+
TBC