Who Is Adam?

Who Is Adam?
Bertemu



Kini Laila, Devano dan Adam sudah berada di dalam mobil jemputan. Ke dua orang tua angkat Devano sengaja menyuruh supir mereka untuk menjemput Devano.


Dan saat ini Devano sedang berusaha keras membujuk Laila agar mau pulang ke rumah nya, tapi sebelum nya Devano ingin mengajak Laila untuk pergi ke rumah orang tua angkat nya.


"Laila, bagimana kalau kalian menginap saja di rumah ku?"


"Maaf kak, aku rasa aku akan merasa lebih nyaman kalau tinggal di rumah orang tua ku."


"Boy, kamu ngga mau ikut sama Om?"Tanya Devano pada Adam, yang di tanya malah tersenyum dengan sangat manis.


"Maaf Om, aku mau nya ikut sama ibu aja.Tapi besok kalau Om sempat, aku ingin jalan jalan sama Om. Bisa? "


"Tentu Boy, besok siang Om pasti ke rumah kamu. Baiklah Laila, sekarang tunjukan jalan menuju rumah ke dua orang tua mu biar pak supir tak salah jalan."


"Iya Kak, "Jawab Laila.


Laila pun menunjukan alamat rumah nya, setengah jam perjalanan mereka pun sampai di rumah yang sederhana.


Rumah yang lumayan besar, tapi rumah nya setengah bangunan nya dari tembok dan setengah bangunan nya lagi terbuat dari kayu.


Seperti nya rumah itu sangat terawat, karna saat Laila melihat nya. Rumah itu masih nampak sama saat Laila pergi meninggal kan nya, Laila pun menghampiri rumah tetangga nya dan meminta kunci rumah tersebut.


Dengan senang hati tetangga nya yang bernama Pak Man langsung memberikan kunci rumah nya pada Laila, dengan perlahan Laila membuka kunci pintu nya dan membuka pintu itu.


Mata Laila langsung berkaca kaca, dia merasa sangat bersalah terhadap ke dua orang tua nya. Andai saja dia tak berhubungan dengan orang terkaya di kota nya, bahkan bisa di katakan jika mereka orang ternama di dalam negri.


Mungkin nasib Laila tak akan seperti ini, kehilangan orang tua dengan begitu cepat, di usir bahkan di cibir.


Sedangkan Adam terlihat sangat bahagia, anak tampan itu berlari ke sana ke mari sambil sesekali memperhatikan foto foto yang terpajang cantik di setiap ruangan.


Devano yang sedari tadi memperhatikan raut wajah Laila, langsung memeluk nya dan mengusap lembut punggung Laila.


"Kamu kenapa sedih Laila? "


Laila pun berusaha melepaskan pelukan Devano, dia tak mau jika nanti nya akan ada salah paham di antara mereka.


"Aku hanya sedih saja, "Ucap Laila seraya mengusap air mata nya.


"Kalau dengan berdiam di sini membuat mu sedih, bagaimana kalau kamu dan Adam menginap di rumah ku saja? "


"No, kita tak ada hubungan apa apa. Aku tak mau jika nanti nya akan terjadi kesalah pahaman di antara kita,"Ucap Laila tegas.


Devano nampak kecewa, tapi dia sadar jika mereka memang tak memiliki hubungan apa pun.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Besok saat jam makan siang tiba ,aku akan kembali sini. Aku rindu masakan mu Laila, "Ucap Adam seraya terkekeh.


Laila pun tersenyum,"Seperti ,,nya mulai besok aku harus melamar kerja di rumah mu kak."


"Untuk apa kamu bekerja di rumah ku? "


"Untuk jadi asisten rumah tangga, biar setiap hari kakak bisa merasakan masakan ku."


"Hust,, ngaco kamu. Aku akan sangat senang jika kamu melamar menjadi istri ku, "Jawab Devano.


Laila nampak terpaku dengan ucapan Devano, sedangkan Devano nampak sedang menyelidik raut wajah Laila.


"Laila? "


"Eh, maaf kak. Aku malah melamun, kakak pulang sanah. Aku mau istirahat, aku lelah."


Devano pun langsung kecewa, ternyata nama nya tak sedikit pun terlintas di hati Laila pikir nya. Terbukti dari wajah Laila yang nampak kaget dan sangat terlihat jika Laila tak menyukai nya dari sorot mata nya itu.


"Baiklah, "Ucap Devano, pandangan mata nya pun tertuju pada Adam. "Boy, Om pulang dulu. Besok Om ke sini lagi, kita jalan jalan."


Adam pun langsung berlari dan melompat ke dalam pelukan Devano, "Tank you Om, kamu selalu menjadi orang yang terbaik untuk kami."


"Hem, Om pulang. Jangan lupa kasih kabar kalau ada apa apa, Ok?! "


Selepas kepergian Devano, Laila langsung masuk ke kamar nya. Nampak sama dan begitu terawat, bahkan saat dia membuka laci nakas pun, Laila masih menemukan foto kebersamaan nya dengan Arkana.


"Mas, kamu apa kabar. Aku selalu rindu sama kamu, kamu tahu? Anak kita sudah besar, dan juga begitu tampan seperti mu. Semoga kamu selalu bahagia, tanpa aku tentu nya."Ucap Laila lirih.


Adam yang hendak menghampiri ibu nya malah mengurung kan niat nya, dia malah penasaran dengan apa yang di pegang oleh Laila.


Tak lama Adam melihat jika Laila menyimpan foto ke dalam laci nakas, Adam pun berniat akan melihat nya nanti jika ibu nya sedang tak ada.


*


Keesokan hari nya, Devano benar benar datang ke rumah Laila. Dia pun datang tepat di saat Laila dan Adam hendak makan siang,Laila pun langsung mempersilahkan Devano untuk makan bersama.


Devano nampak senang dan langsung makan dengan lahap, padahal Laila hanya memasak ikan goreng, sambel terasi dan lalap daun singkong .


Tapi bagi Devano, makan apa pun jika Laila yang memasak nya sudah sangat enak dan tentu nya spesial.


Selsai makan siang, Devano mengajak Laila dan Adam untuk jalan jalan. Tapi Laila menolak, akhirnya Adam lah yang pergi dengan Devano.


Saat di perjalanan, Adam pun bertanya pada Devano.


"Om akan mengajak aku kemana? "


"Kamu mau nya kemana? "


"Om, boleh kah aku bertanya? "


"Boleh dong Boy, apa yang ingin kamu tanyakan?"


"Emmm,, sodara Om itu sekarang tinggal dimana?"


"Siapa? Maksud kamu adik Om? "


"Hem em,,"


"Dia di rumah Om, kata mama nya Om. Dia selalu mengamuk kalau di rumah utama, jadi dia di bawa ke rumah Om agar lebih tenang."


"Apa dia sakit? "


"Bisa di bilang seperti itu, kamu mau bertemu dengan nya? "


"Mau Om,"Jawab Adam Cepat.


Devano pun langsung tersenyum,dia pun langsung melajukan mobil nya menuju kediaman nya. Tak lama sampailah mereka di sebuah rumah yan terlihat begitu besar, Adam pun terlihat sangat kagum saat melihat rumah Devano.


"Suka sama rumah Om? "


"Suka Om, dimana adik nya Om? "


"Kamu ternyata orang nya memang tak sabaran, dia ada di taman belakang bersama dua orang perawat nya. Ayo.."


Devan pun mengajak Adam ke taman belakang, tatapan Adam langsung tertuju pada seorang pria yang sedang duduk di bangku taman dengan tatapan kosong.


Pria itu terlihat sangat tampan walau badan nya terlihat kurus, namun di wajah nya terlihat jika dia begitu tertekan.


Adam pun melangkah kan kaki nya ,dia menghampiri lelaki yang sedang duduk terpaku itu. Adam pun kini sudah berdiri tepat di hadapan nya, Adam memperhatikan pria itu dari atas sampai bawah.


Dia begitu mirip dengan ku, aku harus segera mencari tahu kebenaran nya. Aku ingin tahu, apa kah dia Ayah ku atau bukan?


+


+


+


TBC