Who Is Adam?

Who Is Adam?
Putus



Setelah mengeluarkan kata yang sangat ingin dia ucapkan terhadap Daffa, Cindy pun langsung keluar dari Caffe tersebut.


Saat Leo melihat kedatangan Cindy, dia langsung membukakan pintu mobilnya agar Cindy bisa masuk dengan lebih mudah.


"Terima kasih," ucap Cindy.


"Iya, sama-sama," jawab Leo.


Setelah melihat Cindy duduk dengan nyaman, Leo pun lalu menutup pintu mobilnya. Tak lama kemudian Leo pun ikut menyusul dan duduk di balik kemudi.


"Sudah lega?" tanya Leo.


"Hem, sudah mendingan," jawab Cindy.


Sebenarnya, Cindy masih merasa sakit hati karena ternyata lelaki yang selalu dia bangga-banggakan ternyata hanya ingin hartanya saja.


Dia sangat ingin mencakar Daffa dan juga menampakkan wajah tampannya, namun dia tidak ingin mempermalukan orang lain.


Katena yang terpenting, dia sudah tahu jika Daffa tidak mencintainya dengan tulus. Padahal selama ini dia sangat royal pada Daffa dan juga sering memberikan perhatian lebih kepadanya.


"Jadi, sudah bisa pergi sekarang?" tanya Leo.


"Ya, kita pulang sekarang. Aku sudah lelah," ucap Cindy.


Cindy terlihat menghela nafas panjang, lalu mengeluarkannya secara perlahan. Sedangkan Leo terlihat mulai melajukan mobilnya menuju kediaman Cindy.


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam saat Leo dan juga Cindy tiba di kediaman Tuan Bram, mereka berdua terlihat sangat lelah.


"Terima kasih karena sudah mengantarkan aku pulang," ucap Cindy tulus.


"Sama-sama," Jawab Leo.


Setelah mengucapkan terima kasih, Cindy pun berniat untuk membuka pintu mobilnya. Karena dia ingin segera turun, namun Leo mencegah pergerakan tangan Cindy.


Dia memegang tangan Cindy dengan erat, Leo seolah masih ingin menyampaikan sesuatu.


"Ada apa?" tanya Cindy.


"Kalau kamu merasa sedih atas kejadian tadi, kamu bisa memelukku untuk meringankan rasa sedihmu," ucap Leo.


"Tidak usah, jawab Cindy.


Namun sayangnya Leo seolah tak mengindahkan ucapan Cindy, Leo langsung menarik Cindy ke dalam pelukannya.


Leo elus lembut punggung Cindy dan sebisa mungkin dia berusaha untuk menenangkan hati Cindy yang terlihat kalut.


"Beristirahatlah, jangan terlalu berpikiran yang tidak-tidak." Leo melerai pelukannya, lalu tersenyum dengan sangat manis kepada Cindy.


"Ya, aku masuk dulu." Cindy mengusap tangan. Leo dengan lembut dan keluar dari mobil Leo.


Setelah melihat Cindy masuk ke dalam rumahnya, dia Leo pun langsung melajukan mobilnya menuju apartemen milik kekasihnya.


Dia sudah rindu dengan wanitanya, tentu saja rindu dalam artian aktivitasnya di atas ranjang. Karena selama ini dia tak pernah benar-benar mencintai kekasihnya.


Sampai di apartemen kekasihnya, Caterine. Leo langsung menekan kode paswordnya dengan tergesa, saat pintunya terbuka, Leo langsung masuk dan mencari wanita yang sangat dia rindukan.


Panggilan mesra yang selalu dia ucapkan pada kekasihnya itu.


Tak lama Caterine pun keluar dari dalam kamarnya, seperti biasanya. Dia hanya menggunakan baju tidur yang terlihat sangat tipis.


"Kamu seksi banget, Yang." Leo langsung mengangkat tubuh Caterine dan dengan tak sabarnya langsung menautkan bibirnya.


Caterine pun nampak membalas ciuman dari Leo, namun beberapa detik kemudian.


"Bisa kamu turunkan aku, Yang," pinta Caterine.


Leo menurut, dia menurunkan Caterine dan mendudukannya di atas sofa.


"Ada apa?" tanya Leo.


"Sayang, aku di terima jadi model di agensi ternama. Aku harus menjalani masa kerja di negar A selama dua tahun," ucap Caterine.


"Lalu?" tanya Leo.


"Aku mau kita putus, karena aku tak bisa melanjutkan hubungan kita. Aku mau serius menekuni pekerjaanku," ucap Caterine.


Leo tersenyum sinis mendengar ucapan Caterine, selama ini dia selalu berkata tak bisa jauh darinya. Namun, demi jadi model ternama dia rela memutuskan hubungannya dengan Leo.


Namun, tak apa, pikirnya. Itu lebih baik, lagi pula dia juga akan segera menikah dengan Cindy. Karena menurutnya, Cindy wanita yang baik.


Tentu saja sebelum Leo memutuskan untuk jalan dengan Cindy, dia sudah menyelidiki keseharian Cindy. Sedangkan bersama Caterine, hanya hubungan simbiosis mutualisme saja.


Dia membutuhkan rekan di atas ranjang sebagai pemuas naffsunya, sedangkan Caterine membutuhkan sogokan dana untuk hidupnya.


"Baiklah, semoga kamu bahagia dengan keputusan kamu. Aku pergi," ucap Leo.


Leo langsung membuktikan ucapannya, dia langsung pergi dari apartemen milik Cindy. Tentu saja apartemen itu dibeli dari hasil kerja keras Leo selama ini.


Tepat saat Leo hendak membuka pintu apartemen, Caterine langsung memeluk Leo dari belakang. Leo pun langsung menghentikan langkahnya.


"Ada apa lagi?" tanya Leo.


"Apa kamu tidak mau menghabiskan malam bersama dengan aku Leo? Kita sudah hampir satu bulan tidak melakukannya," ajak Caterine.


"Tidak, terima kasih," ucao Leo.


Leo lalu melepaskan pelukan Caterine, Setelah itu dia pun langsung berlalu dari apartemen milik Caterine.


Caterine hanya bisa menatap kepergian Leo dengan tatapan nanar.


Baru kali ini Leo menolaknya, karena biasanya Leo akan sangat agresif dan galak ketika di atas ranjang. Hal itu mampu membuat Caterine menikmati setiap permainan yang Leo suguhkan untuknya.


+


+


Selamat malam, semoga kaleyan sehat selalu. Jangan lupa, like, koment, vote dan hadiahnya ya... 😘😘😘