Who Is Adam?

Who Is Adam?
Lamaran Yang Tak Romantis



"Kakak, kapan kakak pulang? "


Tanya Eliza dengan wajah yang begitu terkejut, hal itu membuat Devano merasa sangat gemas pada wanita yang dulu dia benci.


"Kakak baru saja pulang dan langsung kemari, ini aku bawakan oleh-oleh untuk kamu." ucap Devano.


Wajah Eliza nampak berbinar, Eliza pun langsung berusaha untuk bangun dan Devano pun langsung membantunya.


"Kakak bawa apa aja? "


"Bawa Simping, Rengginang ,kaluwa jeruk ,kerupuk miskin sama semprong." jawab Devano.


"Kerupuk miskin? Kenapa namanya kerupuk miskin? "


"Karena digorengnya nggak pake minyak tapi pake pasir, " jawab Devano.


Devano pun langsung membuka bungkusan yang berisi kerupuk miskin, kemudian dia langsung memakannya.


"Enak? "


Tanpa banyak bicara Devano langsung menyuapi Eliza ,Eliza pun nampak mengunyah kerupuk miskinnya dengan perlahan.


"Enak Kak, gurih. Padahal gorengnya ngga pake minyak, " Eliza pun mengucapkan pendapatnya.


"Ada lagi yang lebih gurih, mau tau ngga?"


"Apa? " tanya Eliza penasaran.


"Yang ini lebih gurih," Devano berucap seraya mengusap bibir Eliza.


Eliza nampak tersipu dan langsung memundurkan wajahnya, sedangkan Devano malah tertawa melihat tingkah Eliza.


"Kakak nakal, sekarang kakak suka curi-curi kesempatan!! " kesal Eliza.


"Ngga apa-apa lagi, kan yang diciumnya suka." jawab Devano enteng.


"Issh,, kakak sekarang jadi tambah nakal."


"Aku nakalnya sama kamu aja, ngga sama yang lain."


Eliza nampak mencebik mendengar ucapan Devano, dia merasa sekarang keadaannya jadi terbalik. Biasanya dia yang sibuk mengejar Devano, tapi sekarang malah Devano yang sibuk mencari perhatian darinya.


"Za,, " panggil Devano.


Eliza pun menatap Devano,"Apa? " tanya Eliza penasaran.


"Nikah yuk? " Devano menatap Eliza dengan lekat, yang ditatap menjadi salah tingkah.


Untuk sesaat Eliza nampak terkejut ,namun sedetik kemudian Eliza pun tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha,,kakak lucu. Di mana-mana orang yang ngajakin nikah itu selalu bersikap romantis ,nggak asal-asalan kayak kakak gini.Pasti kakak lagi ngeprank aku, " Eliza berucap seraya memegangi perutnya yang terasa sakit, karena terlalu lama tertawa.


Eliza menganggap jika Devano hanya bercanda saja, dia tidak tahu bahwa Devano sudah mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengucapkan hal itu.


Devano langsung menggenggam kedua tangan Eliza dan memandang mata Eliza dengan lekat, Eliza jadi salah tingkah karena tatapan Devano.


" Aku serius Za, aku pengen nikah sama kamu .Aku pengen buru-buru ngehalalin kamu," ucap Devano, hal itu mampu membuat Eliza diam membisu.


Devano pun menarik tubuh Elisa ke dalam pelukannya, kemudian dia pun mengelus lembut punggung wanita yang sudah berhasil menguasai pikirannya.


" Aku janji akan berusaha untuk bahagiain kamu, mau ya nikah sama aku ? Aku tahu jika aku bukanlah pria yang romantis ,bahkan seumur hidupku aku belum pernah berpacaran." ucap Devano.


Eliza nampak meregangkan pelukannya, dia pun memegang kedua tangan Devano dan membalas tatapan Devano.


" Kakak beneran mau nikah sama aku?Apa kakak nggak bakal nyesel nikah sama aku? Dokter sudah bilang, kalau aku tidak akan bisa berjalan dengan normal lagi .Apa kakak mau mempunyai istri yang tidak normal nantinya?"


Bukannya menjawab Devano malah mencium bibir Eliza dengan mesra, walaupun katanya Devano tak pernah berpacaran, tapi entah kenapa Eliza merasa jika ciuman Devano begitu memabukan.


Devano mencium bibir Eliza dengan lembut, bahkan Eliza sama sekali tak merasakan kehabisan oksigen. Karena devano selalu memberikan waktu pada Eliza untuk mengambil napas, disela ciumannya.


"Kenapa? Kamu udah ngga sayang lagi sama aku?"


"Bukan begitu, tapi ini sudah malam. Ngga baik kalau kakak terlalu lama berduaan dengan aku," ucap Eliza beralasan.


Eliza merasa takut jika mereka berlama-lama berduaan, takut melakukan hal yang lebih dari sekedar berciuman.


Walaupun Eliza tahu jika Devano pasti bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan, tapi Eliza merasa salah jika harus bermesraan sebelum menikah.


"Tapi kamu mau kan nikah sama aku? Aku janji akan selalu sayang dan cinta sama kamu," ucap Devano.


"Iya Eliza mau nikah sama kakak," wajah Devano nampak berbinar saat mendengar ucapan Eliza."Tapi Eliza juga mau kakak cium aku nya kalau kita sudah halal,aku ngga mau dicium lagi sama kakak kalau belum nikah." Devano nampak menganggukkan kepalanya.


"Baiklah ,kalau gitu nikahnya minggu depan saja."


"Enak aja, ngga mau. Seengganya jangan minggu depan, bulan depan aja." tawar Eliza.


"Lama banget Za,aku kan pengen cium kamu tiap hari."


"Ihh, kakak nakal." Eliza berucap seraya memukul. pelan dada Devano.


"Baiklah, bulan depan kita nikah. Minggu depan boleh kan aku sama keluarga aku datang untuk melamar kamu secara resmi? " tanya Devano penuh harap.


"Iya, jangan lupa kakak bicarakan dulu sama Mama dan juga Papah aku. "


"Iya sayang," jawab Devano.


"Ya sudah sekarang kakak pulang," titah Eliza.


"Baiklah, aku pulang dulu. Tapi sebelum pulang minta sun dulu," ucap Devano dan bibirnya pun sudah dia majukan kedekat wajah Eliza.


Eliza langsung mendorong wajah Devano, lalu dia pun langsung menggelengkan kepalanya.


"No, halalin aku dulu .Aku ngga mau nambah dosa," ucap Eliza tegas.


Devano pun langsung memundurkan wajahnya, dia nampak kecewa. Tapi ada rasa senang di hatinya, karna Eliza benar-benar sudah berubah pikirnya.


"Kakak pulang," pamit Devano.


Eliza pun nampak menganggukan kepalanya, Devano merasa sangat gemas dan langsung mengacak pelan rambut Eliza.


Devano pun segera keluar dari kamar Eliza, saat melewati ruang keluarga dia melihat kedua orang tua Eliza masih ada di sana.


Devano pun langsung menghampiri mereka dan memberitahukan keinginan Devano kepada kedua orang tua Eliza, Devano mengungkapkan keinginannya Jika dia ingin menikahi Eliza dan minggu depan dia akan memboyong semua keluarganya untuk melamar Eliza secara resmi.


Kedua orang tua Eliza pun nampak senang mendengarnya ,mereka langsung menyetujui niat baik dari Devano tersebut.


Devano merasa sangat senang karena ternyata niatnya disambut dengan baik oleh kedua orangtua Eliza, setelah menyampaikan keinginannya Devano pun langsung pamit kepada kedua orang tua Eliza.


Devano langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Arkana ,karena dia sudah tidak sabar ingin memberi tahukan kedua orang tuanya bahwa dia ingin segera menikah Eliza.


Devano juga sudah tidak sabar ingin memberitahukan kepada semua keluarganya ,bahwa minggu depan mereka harus bersiap untuk melamar Eliza.


Devano baru menyadari jika mempunyai hubungan dengan lawan jenis itu ternyata sangat menyenangkan, dia pun baru tahu jika yang namanya ciuman itu bisa membuatnya merasa lupa akan bebannya.


Devano pun jadi bertanya-tanya dalam hatinya , bagaimana kabarnya dengan yang namanya surga dunia?


+


+


+


Hai hai hai, selamat malam semuanya, Othor mau cerita ini. Kemarin Othor males ngetik,jadinya pake google voice dan ternyata hasilnya typo bertebaran dimana-mana. Othor jadi malu,,


Semoga kalian sehat selalu dan semoga kalian selalu diberi rezeky yang melimpah sama yang maha kuasa, I Love You All.


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓