
Setelah kemarin sibuk menghabiskan waktu bersama dengan Tuan Arley, hari ini Adisha nampak sudah mulai sibuk dengan pekerjaannya.
Mira dan Lely nampak terus menggoda Adisha, apa lagi saat melihat rona merah di pipi Adisha, membuat mereka semakin bersemangat.
Sedangkan Adrian, nampak cemberut tanpa berniat menyapa Adisha sama sekali. Adisha jadi merasa bersalah kepada Adrian, tapi mau dikata apa jika perasaan memang tidak bisa dipaksakan.
Waktu terasa cepat berlalu, jam makan siang pun telah tiba. Adisha, dan teman-temannya pun langsung keluar dari ruangannya menuju kantin perusahaan.
Saat hendak masuk ke dalam lift, tiba-tiba Laurent menghampiri Adisha. Dia mengajak Adisha untuk mengobrol, Adisha merasa tidak keberatan.
Adisha, langsung mengekori langkah Laurent tanpa rasa curiga sedikitpun. Tapi, saat mereka sudah tiba di dekat ruangan Laurent, Laurent malah membelokan kakinya menuju gudang belakang.
Dahi Adisha pun langsung berkerut, dalam hatinya, dia pun jadi bertanya-tanya, 'Kenapa wanita Itu mengajak Adisha, ke sana?'
"Maaf, Mrs. Kenapa anda mengajak saya ke sini?" tanya Adisha.
Laurent tidak menjawab, bibirnya hanya terlihat menyeringai. Laurent, langsung membuka pintu gudang dan langsung menarik Adisha agar masuk.
Laurent menarik Adisha dengan sangat kasar, , sampai tubuh Adisha terhempas dan dia pun langsung terjatuh.
"Aaww,, sakit, Mrs." ucap Adisha.
"Rasa sakitmu tak seberapa dengan rasa sakit dihatiku, Adisha !!" seru Laurent.
"Apa maksudnya, Mrs?" tanya Adisha tak mengerti.
" Aku sakit hati," Laurent menunjuk dada sebelah kirinya." Karena kamu telah merebut Arley dari ku, padahal sudah lama aku menyayangi dan mencintainya dengan tulus. Tapi dia tidak pernah memandangku sama sekali," ucap Laurent pelan tapi penuh dengan penekanan.
"Tapi, Mrs. Aku tak merebutnya darimu, dia sendiri yang datang melamarku." bela Adisha.
"Apa kamu tidak bisa menolak?! Seharusnya kau menolak, dasar wanita sialan !!" umpat Laurent.
Laurent menatap Adisha dengan tatapan yang penuh dengan kebencian, sehingga membuat Adisha ketakutan. Tak sampai di situ, Laurent langsung menghampiri Adisha dan mencekik lehernya.
Adisha nampak kaget, Dia terlihat kesusahan untuk bernafas. Adisha mencoba menarik tangan Laurent dari lehernya, tetapi tenaga Laurent sangat besar.
Laurent seperti orang kesetanan, dia mencengkram leher Adisha dengan sangat kuat.
Wajah Adisha sudah terlihat memerah, dia begitu kesulitan untuk bernafas. Sedangkan Laurent, terlihat tertawa dengan lantang saat melihat penderitaan Adisha.
Adisha terlihat kehabisan nafas, tak berselang lama dia pun terjatuh dan tak sadarkan diri. Laurent langsung menyeringai, setelah itu dia pun langsung menghempaskan tubuh Adisha di gudang tersebut.
"Mati kau, ***.***!! umpat Laurent.
Tanpa merasa bersalah, Laurent langsung pergi dari gudang tersebut. Tak lupa, Laurent pun mengunci pintu gudang tersebut.
Sedangkan di dalam ruangan Tuan Arley, dia nampak sedang memandang wajah Adisha di layar ponselnya. Sesekali, Tuan Arley terlihat tersenyum bahagia.
Dia tak menyangka, jika di usia nya yang sudah setengah abad, ada seorang wanita yang dengan tulus mau menerimanya.
"Ah, aku hampir lupa. Aku ingin mengajaknya makan siang," ucap Tuan Arley.
Tuan Arley langsung memasukan ponselnya ke dalam saku celananya, kemudian dia bangun untuk mencari Adisha.
Tanpa basa-basi, Tuan Arley langsung masuk ke dalam ruang kerja Bu Hasni. Karena saat masuk, dia tak melihat Adisha di dalam ruangannya.
"Hasni," panggil Tuan Arley.
Bu Hasni yang sedang serius menatap layar laptopnya langsung terlonjak kaget.
"Ya ampun, Mister. Anda mengagetkan, Saya !!" ucap Bu Hasni sambil mengelus dadanya.
"Tadi, kalau tidak salah lihat, Adisha pergi bersama, Mrs. Laurent." jawab Bu Hasni.
"Apa? Laurent? Pergi bersama dengan Laurent?!" Tuan Arley terlihat sangat kaget, dia segera berlari dari ruangan Bu Hasni.
Tak lama, dia kembali ke dalam ruangan Bu Hasni.
"Sejak kapan Adisha pergi bersama dengan Laurent?!" tanya Tuan Arley.
"Sekitar setengah jam yang lalu," jawab Bu Hasni.
Tanpa banyak bicara, Tuan Arley langsung pergi dari ruangan tersebut.
"Dasar Bucin!! " Bu Hasni berkata sambil menggeleng kan kepalanya.
Sedangkan Tuan Arley langsung curiga saat mendengar nama Laurent di sebut, Tuan Arley langsung pergi menuju ruang cctv.
Kedua orang, petugas penjaga di sana, sangat kaget saat melihat atasan mereka yang langsung datang ke sana.
"Ada apa, Mister? " tanya mereka khawatir.
"Tunjukan rekaman cctv sekitar setengah jam yang lalu!!" titahnya.
Kedua orang penjaga cctv pun, dengan cepat memutar ulang rekaman cctv setengah jam yang lalu. Tapi mereka bingung, sebenarnya di ruangan mana, rekaman cctv yang Tuan Arley inginkan.
"Maaf, Mister. Biar bisa jelas saat melihat rekamannya. Kami akan perjelas di satu ruangan yang anda ingin ketahui," jelas salah satu penjaga tersebut.
"Putarkan rekaman cctv di depan ruangan Laurent!!" titah Tuan Arley tak sabar.
Kedua petugas itu pun segera memutar rekaman cctv'nya, nampak lah Laurent yang sedang berjalan di ikuti oleh Adisha dari belakang.
Saat hendak masuk ke dalam ruangan Laurent, Laurent nampak membelokan kakinya menuju gudang belakang.
Dan sialnya, cctv yang ke arah gudang belakang ternyata mati. Jadi, Tuan Arley pun tak bisa melihat kelanjutannya seperti apa.
Dengan langkah cepat, Tuan Arley meninggalkan ruangan cctv tersebut. Dia langsung berlari menuju gudang, yang berada di lantai tiga puluh.
Saat tiba di area gudang, suasana terlihat sepi.Tuan Arley langsung menuju gudang, dan berusaha membuka gudang tersebut.
Tapi pintunya ternyata dikunci, Tuan Arley pun langsung lari ke pantry dan meminta OB untuk mengambil kunci cadangan.
Setelah mendapatkan kuncinya, Tuan Arley di ikuti oleh beberapa OB langsung kembali menuju gudang. Dengan sangat tergesa, lelaki paruh baya itu langsung memutar kuncinya, dan dengan tak sabar langsung membuka pintu gudang tersebut.
Saat pintunya terbuka, mata Tuan Arley langsung membulat sempurna. Napasnya terlihat tak beraturan, dan matanya terlihat memerah menahan amarah.
+
+
+
Selamat siang semuanya, semoga kalian sehat selalu. Othor mau promosi Novel Othor yang baru. Jika berkenan, boleh mampir.
Jangan lupa, like, komentar, vote, rate, kopi, kembang dan dukungannya selalu Othor tunggu.
I Love sayang-sayangnya Othor...
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓