
"Tuan, "Panggil Fernandez.
Tuan Arley yang sedang asik melamun pun langsung terperanjat, dia langsung menatap Fernandez dengan tajam.
"Kenapa kau mengagetkan ku?! "Kesal Tuan Arley.
Fernandez membungkuk kan badan nya,"Maaf Tuan, tapi bukan saya yang mengagetkan anda. Anda nya saja yang terlalu fokus dengan lamunan anda,"Jawab Fernandez.
"Ernan,,,!!! "Teriak Tuan Arley.
Fernandez pun langsung tersentak, "Eh? Maaf Tuan, saya memang salah. Jadi, apa kah Tuan akan tetap di sini atau pergi ke hotel tempat Adam menginap?"
"Antarkan aku sekarang ke hotel tempat Adam menginap,,!! "Titah Tuan Arley.
"Dengan senang hati Tuan, "Jawab Fernandez
Tuan Arley dan Fernandez pun langsung bergegas menuju hotel tempat Adam menginap, mereka memilih jalan kaki agar lebih cepat sampai sampai.
Lima belas menit berjalan kaki, Tuan Arley dan Fernandez pun langsung menghampiri Ida sang resepsionis di sana.
"Ida, "Panggil Tuan Arley.
"Yes Master, "Jawab Ida.
"Di kamar no berapa Adam Pratama Putra menginap?"
"Kamar nomer 198 Master, "Jawab Ida.
Tuan Arley dan Fernandez pun langsung naik ke lantai lima khusus para peserta lomba berada, setelah sampai mereka pun langsung mencari no kamar 198.
"Tuan, "Panggil Fernandez.
"Apa Ernan? "
"Ini kamar nya, yang ini Tuan."
"Cepat tekan bel nya,, tunggu apa lagi?"
"Siap Tuan, "Jawab Fernandez.
Fernandez pun langsung memencet bel nya, sudah berulang-ulang kali Fernandez memencet bel nya. Tapi tak ada orang yang membukakan pintu nya, bahkan kamar itu seolah tak berpenghuni.
"Tuan,, Jangan-jangan ini hanya kamar kosong."
"Ah, sialan!! Kalau begitu telpon Ida sekarang juga,"Titah Tuan Arley.
Fernandez langsung mengambil ponsel nya, dia pun segera menghubungi Ida.
"Halo,, "Terdengar suara Ida di sebrang telpon.
"Ida, sebenar nya kamar Adam no berapa?"
"Nomer 198 Tuan, "Jawab Ida.
"Aku sudah memencet bel berkali-kali ,tapi tak ada yang membukakan pintu nya. Apa kau tidak salah dengan nomer nya? "
"Tidak Tuan, nomer kamar nya memang 198 .Tapi Adam dan ke dua orang tua nya sudah check out pukul lima sore, "Jawab Ida.
"Jadi maksud mu Adam dan ke dua orang tua nya sudah pulang ke Indonesia?! "Teriak Fernandez.
"Iya Tuan, jawab Ida.
"Sialan??!! Kenapa kau tidak bilang dari tadi, apa kau sedang mengerjai ku?! "Teriak Fernandez dengan napas yang memburu.
Ida yang mendengar teriakan Fernandez pun langsung menjauh kan gagang telpon dari cuping telinga nya.
"Maaf Tuan, tapi tadi anda hanya bertanya tentang no kamar yang di tinggali Adam. Anda sama sekali tak menanyakan, apa kah Adam dan ke dua orang tua nya ada atau tidak? "Jawab Ida enteng.
Fernandez nampak mengacak rambut nya, kemudian dia pun menutup telepon nya. Saat melihat ke arah Tuan Arley, Fernandez langsung terdiam.
Pasal nya, Tuan Arley kini sedang menatap nya dengan tajam."Apa kamu sudah bosan bekerja dengan ku?!"
"Eh? Tentu tidak Tuan, saya hanya kesal pada Ida."
"Apa yang dia katakan?! "
"Adam dan ke dua orang tua nya sudah check out sejak pukul lima sore,"Jawab Fernandez seraya menunduk.
Tuan Arley terlihat kesal dan tak percaya dengan apa yang dia dengar, dia pun langsung berjalan seraya merutuki kelemotan otak Ida.
"Cek jadwal penerbangan menuju Indonesia,"Titah Tuan Arley.
Fernandez langsung mengambil kembali ponsel nya, dia pun langsung mengecek jadwal penerbangan menuju Indonesia.
"Pukul tujuh malam yang terakhir Tuan, tak ada lagi jadwal penerbangan berikut nya. Karna malam ini di perkirakan akan terjadi badai, "Jawab Fernandez.
"Aah ,,Sialan!! "
"Lalu kita harus bagaimana sekarang?"
"Siap kan penerbangan untuk besok pagi, bilang pada Agus siap kan rumah peribadi ku!!"Titah Tuan Arley.
"Siap Tuan, lalu bagaimana dengan saya?"
"Kamu urus perusahaan untuk sementara waktu, aku mau menyelsaikan semua masalah ku. Kalau perlu, aku akan ke kota K untuk meminta maaf pada gadis kecil itu. "
"Cih,, gadis kecil. Bahkan usia anda saja sudah lima puluh tahun, apa kah dia masih gadis kecil seperti dulu?"Gumam Fernandez, tapi Tuan Arley masih bisa mendengar nya dengan jelas.
"Ernan,,,!!! "Teriak Tuan Arley.
''Maaf Tuan, mari saya antar pulang. Setelah itu saya akan mempersiap kan semua nya untuk besok."
"Hemm, "Jawab Tuan Arley.
Akhirnya mereka berdua pun pergi dari hotel itu,Tuan Arley menunggu di loby hotel sedangkan Fernandez langsung mengambil mobil nya dan langsung mengantar kan Tuan Arley pulang.
Setiba nya di rumah, Tuan Arley langsung masuk ke kamar mandi. Dia merendam tubuh lelah nya dengan air hangat, rasa nya hal itu merupakan cara terbaik untuk menenangkan pikiran nya untuk sejenak.
Lain Tuan Arley, lain pula dengan Fernandez. Fernandez sangat sibuk menyiap kan penerbangan untuk big bos nya itu, dia bahkan sampai larut malam mempersiap kan semua nya.
Fernandez tak mau jika big bos nya itu sampai kecewa dengan nya, maka dia pun melakukan persiapan dengan sangat sempurna.
Sedangkan Adam, Laila dan Arkana. Kini. mereka sedang terlelap dalam tidur nya, setelah lomba selsai Arkana langsung memutuskan kan untuk langsung pulang ke Indonesia.
Arkana tak mau, jika dia harus bertemu kembali dengan Ayah kandung nya. Karna Arkana berpikir jika Tuan Arley pasti akan berusaha agar bisa bertemu dengan nya, dan tebakan nya memang sangat benar.
Tuan Arley begitu penasaran dengan Arkana, bahkan dia ingin berusaha untuk mendekat kan diri dengan Arkana. Karna Tuan Arley sangat yakin, jika Arkana adalah darah daging nya.
Anak dari gadis kecil yang pernah ia renggut kesucian nya, gadia kecil yang dia gauli sampai puas hingga dia pingsan dan di larikan ke rumah sakit karna kepanikan nya.
Dan di rumah sakit itu lah, Arley muda meninggal kan Alina. hingga Tuan Seno merasa tak tega jika tak menikahi Alina.
Karna dia saat itu dalam keadaan lemah tak berdaya, bahkan untuk masa penyembuhan luka bagian inti nya pun memakan waktu hampir satu bulan.
Sedangkan untuk luka batin nya, Alina memerlukan waktu satu tahun untuk sembuh. Arkana lah yang membuat nya sembuh, bayi kecil yang lahir karna perbuatan dari Arley.
Walaupun Alina merutuki kebejatan Arley, tapi Aluna merasa sangat sayang pada bayi yang telah ia lahir kan. Bahkan kala itu, bayi mungil nan lucu itu mampu menjadi obat penenang bagi nya.
Arkana kecil tak pernah menangis, tak pernah rewel, lebih banyak dia dan penurut. Hal itu pula lah yang membuat Tuan Seno menyayangi nya, dan lambat laun Tuan Seno pun bisa mencintai Alina dan bayi nya.
+
+
+
Kira- kira apa ya yang akan terjadi saat Arkana tahu jika Tuan Arley menyusul nya ke Indonesia?
Apa kah mereka akan berdamai ? Ya,,, secara kan mereka memang sedarah ya kan?
Tapi Othor juga belum tahu bagaimana perasaan Arkana saat ini, apa dia kecewa terhadap Ayah nya? Atau malah diam-diam dia merindukan sosok Ayah kandung nya..
Kita lihat kelanjutan nya besok ya,,, Jangan bosan bosan ya,, baca karya receh akoh..
Jangan lupa tinggal kan jejak ya gengs,,
Kalau ada typo tolong bilangan biar aku edit lagi,, trims ππππππ
πππππππππππππππππππππππππππππππππππππBuat Kaleyan semua yang selalu menyempatkan waktu untuk membaca karya receh ku ini.
TBC