Who Is Adam?

Who Is Adam?
Kedatangan Tuan Seno



Seperti biasa nya, Laila pagi pagi sudah bangun dari tidur nya. Setelah mandi dan melaksanakan shalat subuh, Laila langsung ke dapur untuk memasak.


Dia pun segera memakai celemek dan mengeluarkan beberapa sayuran dan telur yang sudah dia beli kemarin sore.


Baru saja dia akan memotong sayuran, tiba tiba Laila mendengar suara deru mobil yang berhenti tepat di hadapan rumah nya.


Laila pun langsung tersenyum, dia berpikir Arkana lah yang datang. Dengan segera Laila pun berlari ke depan dan membuka kan pintu rumah nya, namun saat pintu terbuka senyum Laila nampak hilang.


Ternyata bukan Arkana yang datang, tetapi Tuan Seno lah yang pagi buta sudah menyatroni rumah Laila.


"Kenapa senyum mu langsung menghilang Laila? Apa kamu berharap jika anak ku yang datang? "Tanya tuan Seno.


Laila pun langsung menunduk sambil meremas kedua tangan nya, dia begitu gugup di hadap kan dengan orang yang dulu pernah datang untuk mengancam nya.


"Ma-maaf Tuan ,ada perlu apa anda datang kemari?"Tanya Laila sopan.


"Saya ingin bicara berdua dengan mu, bisa?!"


"Bisa Tuan, silah kan masuk ke dalam."


Tuan Seno pun langsung melangkah masuk tanpa menunggu Laila, dia pun langsung duduk dan melipat kaki nya.


"Duduk lah Laila, aku ingin bicara dengan mu. "


Laila pun menurut, dia langsung duduk berseberangan dengan Tuan Seno.


"Ada apa tuan? "


"Pertama aku ucap kan terimakasih karna kedatangan mu dan juga anak mu sudah membuat Arkana sembuh dari penyakit nya, dan yang ke dua aku mohon tinggal kan anak ku. Pergilah sejauh mungkin, aku tak sanggup jika harus mengangkat mu menjadi menantu ku."Pinta Tuan Seno penuh penekanan.


"Tuan, sebelum saya dan anak saya pergi,, boleh kan saya bertanya pada anda? "


"Tanyakan lah.. "


"Apa anda membenci saya karna Ibu ku Naila ? "


Deg


Satu pertanyaan itu berhasil menyentuh relung hati tuan Seno yang paling dalam, raut wajah nya pun seketika jadi sendu.


"Ya,, aku membenci ibu mu. Jadi aku harap, kamu juga tak pernah menjangkau kehidupan ku dan keluarga ku."Jawab Tuan Seno dengan wajah datar nya.


"Bukan karna anda sangat mencintai ibu Ku?"


Raut wajah tuan Seno pun langsung berubah, dia terlihat begitu marah.


"Hentikan ocehan mu Laila!! Segera pergi dan tinggal kan kota ini, atau kamu akan menyesal!! "


"Baiklah Tuan, seperti keinginan mu. Aku akan pergi, tapi tunggu sebentar."Ucap Laila seraya bangun dari duduk nya.


Laila pun masuk ke dalam kamar nya, dia pun mengambil buku Diary milik ibu nya Naila. Tak lama di alun keluar dari kamar nya, dan menghampiri Tuan Seno.


"Ambilan ini Tuan, tolong di baca dengan baik."


"Apa ini? "Tanya Tuan Seno seraya mengambil Buku Diary itu dari tangan Laila.


"Itu buku harian ibu Naila, tadi malam aku menemukan nya di dalam lemari baju ibu ku."


Tuan Seno pun dengan perlahan membuka buku Diary tersebut, nampak lah tulisan yang begitu dia kenal. Dengan bibir gemetar lelaki paruh baya itu mulai membaca buku Diary milik Ibu Naila.


Mata nya mulai basah saat lembar demi lembar buku dia buka, bibir nya kian bergetar kala dia sudah membaca curahan hati ibu Naila.


Tuan Seno pun menutup buku itu dengan pelan dan menyimpan nya di atas meja, dia mengusap wajah nya dengan kasar.


Terbayang di mata nya kala kebersamaan nya dengan ibu Naila ,begitu indah dan begitu sulit di lupakan. Bahkan sampai saat ini di dalam hati nya masih di penuhi dengan nama Naila.


Tuan Seno yang tadi terlihat garang kini berubah menjadi seorang pria yang terlihat sangat menyedih kan, Laila pun menatap iba pada lelaki itu.


"Aku harus segera menyelidiki semua ini, aku tak boleh jadi pria bodoh lagi."


Tuan Seno pun bergumam, sedangkan Laila hanya asik memandangi nya saja..


"Bu, Adam laper."


Panggilan Adam mengalihkan pikiran Laila dan Tuan Seno, dengan cepat mereka pun memandang Adam.


Tuan Seno terlihat berkaca kaca saat melihat wajah Adam, wajah nya begitu mirip dengan Arkana di saat kecil. Bahkan tanpa tes DNA pun dia sudah sangat yakin jika anak itu, adalah anak kandung nya Arkana.


"Maaf sayang, ibu belum sempat masak. Ibu buatkan nasi goreng saja ya? "Tawar Laila.


"Iya Bu,Adam mau."Jawab Adam.


Pandangan Adam beralih pada Tuan Seno, dia mengernyit heran. Pasal nya sepagi ini kenapa nampak ada tamu yang sudah berumur pikir Adam.


"Kakek siapa? "


"Aku,, aku kakek mu sayang."


"Jadi kakek Ayah nya Ayah Arkana? "Tanya Adam berbinar.


"Ya sayang, "Jawab Tuan Seno.


Adam pun langsung menghampiri Tuan Seno dan memeluk nya dengan erat, sedangkan Laila nampak segan saat melihat hal itu.


"Sayang, kamu ngga boleh seperti itu."Titah Laila.


"Maaf Bu, aku terlalu senang. Karna ternyata aku masih punya banyak keluarga, "Jawab Adam.


"Tidak Apa apa Laila, sekarang kamu masak saja buat kami sarapan. Adam biar bersama ku di sini,"Ucap Tuan Seno.


Laila nampak terdiam, dia takut jika Laila pergi ke dapur Tuan Seno akan membawa Adam pergi. Tuan Seno yang melihat kegundahan di wajah Laila pun langsung bersuara.


"Jangan khawatir Laila, aku tidak akan membawa kabur cucu ku."


"Syukur lah tuan, kalau begitu aku masak dulu."Pamit Laila.


Laila pun segera masuk ke dapur, di pun memaksa nasi goreng sesuai pesanan Adam. Sedangkan di ruang tamu, Adam dan Tuan Seno terlihat sedang bercanda.


Sesekali terdengar suara tawa Tuan Seno dan Adam tayang begitu menggema sampai ke seluruh ruangan, Laila pun tersenyum.


Ternyata Tuan Seno tak semenyeram kan yang dia pikir kan pikir Laila, ternyata lelaki itu bisa bersikap sangat manis saat bersama dengan cucu kandung nya.


Dua puluh menit kemudian, nasi goreng pun sudah matang.Laila pun mengajak Adam dan Tuan Seno untuk sarapan bersama, ini adalah kali pertama untuk Laila dan Adam sarapan bersama Tuan Seno.


Laila merasa sangat bahagia, ada sebuah kehangatan yang mengalir dalam hati nya. Semoga saja Tuan Seno dan Nyonya Alina segera memberi restu untuk nya dan Arkana,karna Laila juga ingin merasakan yang nama nya berumah tangga dengan orang yang di cintai nya.


Tuan Seno dan Adam nampak lahap saat memakan sarapan pagi mereka, bahkan jika Laila perhatikan cara makan kakek dan cucu nya itu benar benar sama.


+


+


+


Terimakasih sudah mampir,, tinggal kan jejak ya gengs.. 💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓se kebon toge buat Kaleyan semua..


TBC