
Adisha nampak sedang memanjakan dirinya, Tuan Arley sengaja mendatangkan lima orang perawat kecantikan tepercaya dari salon ternama di ibu kota.
Tuan Arley, ingin membuat Adisha lebih rileks untuk menyambut acara pernikahan mereka, esok hari. Awalnya Adisha, tidak mau.
Tapi, Tuan Arley beralasan. Jika ini, merupakan ritual wajib sebelum pernikahan. Agar badan Adisha tak terlalu sakit, karena harus berdiri seharian untuk menyambut tamu.
Padahal, itu hanya akal-akalan, Tuan Arley. Tuan Arley, sangat tahu jika Adisha masih perawan. Tentu saja, dia membutuhkan persiapan untuk menyambut malam pertama mereka.
Rumah utama, yang biasanya terlihat sepi, kini menjadi sangat ramai. Karena adanya pekerja, yang sedang mempersiapkan acara pernikahan Tuan Arley bersama dengan Adisha.
Bahkan Arkana dan Laila pun, sengaja datang ke sana untuk membantu mendekorasi rumah tersebut. Mereka ingin, agar rumah tersebut menjadi tempat yang sangat indah untuk berlangsungnya acara pernikahan Daddy mereka.
Lain dengan Adisha, lain pula dengan Tuan Arley. Tuan Arley kini nampak sedang serius di ruang kerjanya. Di depan Tuan Arley, ada beberapa orang bertubuh kekar sedang menghadap dan melapor kepada Tuan Arley.
Orang-orang suruhan Tuan Arley tersebut, sudah mengincar Laurent. Dan mereka pun, sudah mendapatkan petunjuk tentang di mana Laurent bersembunyi
"Jadi, di mana dia sekarang?" tanya Tuan Arley.
"Di sebuah pulau terpencil di ujung timur," jawab salah satu dari mereka.
"Aku tidak mau tahu, hidup ataupun mati, bawa Laurent ke hadapanku. Dia sudah berani bermain-main dengan ku, itu artinya, dia sudah siap dengan segala konsekuensinya!!" geram Tuan Arley.
"Tenang saja, Mister. Orang-orang kita sudah mengepungnya, saya pastikan besok anda bisa bertemu dengan nya secara langsung."
"Bagus, lakukan tugas kalian dengan baik. Jika kerja kalian memuaskan, aku akan memberikan bonus yang sangat besar untuk kalian." ucap Tuan Arley.
"Terimakasih, Mister." ucap mereka bersamaan.
Orang-orang suruhan Tuan Arley nampak keluar dari ruangannya, sedangkan Tuan Arley nampak menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
Tuan Arley, nampak sedang memikirkan hukuman apa yang pantas untuk Laurent. Sebenarnya, dia sangat ingin memberikan hukuman yang berat untuk Laurent.
Tapi, dia masih berbesar hati. Apa lagi, Laurent adalah adik sepupunya sendiri. Bahkan, sebelum ibunya meninggal, ibunya Laurent sempat menitipkan Laurent padanya.
"Aku ingin lihat, sampai di mana nyalimu Laurent. Berani sekali, kau melakukan ini semua padaku." ucap Tuan Arley, pelan tapi penuh dengan penekanan.
Padahal selama ini, Tuan Arley begitu menyayangi Laurent. Baginya, Laurent sudah seperti adiknya sendiri. Bahkan, Tuan Arley sengaja mempercayakan semua aset miliknya yang ada di Indonesia, padanya.
Tuan Arley segera bangun dan pergi meninggalkan kantornya, padahal dia baru empat jam tak bertemu dengan calon istrinya.
Tapi, rasanya dia sudah sangat rindu. Tuan Arley, merasa seperti anak Abege, yang sedang di mabuk cinta.
Sampai di kediamannya, ternyata persiapan pernikahannya sudah hampir selsai. Tuan Arley pun langsung berdecak senang, dia merasa puas dengan apa yang telah dia lihat.
"Dad," panggil Arkana.
Tuan Arley pun langsung menoleh ke arah Arkana, dia senang karena putranya begitu mendukung keinginannya.
"Apa, Boy? "
"Apa Daddy, senang?" goda Arkana.
"Tentu, hidup ku sekarang sudah lengkap. Ada anak, menantu dan cucu yang sangat aku sayangi, dan sekarang, Tuhan begitu baik mengirimkan wanita baik yang mau menerimaku apa adanya." jawab Tuan Arley.
Arkana, lalu memeluk Daddynya dengan erat. Dia sangat senang, dengan pemikiran Daddynya. Walaupun dia terlahir dari kesalahan yang di lakukan oleh Daddynya, tapi dia merasa bangga dengan Daddynya.
Tuan Arley kemudian melerai pelukan, Arkana.
"Di mana calon ibu, mu?" tanya Tuan Arley.
"Aku mau bertemu dengannya," ucap Tuan Arley.
"Jangan macam-macam, Dad." ucap Arkana.
"Aku bukan anak kecil yang perlu untuk diperingatkan," ucap Tuan Arley seraya berlalu.
Arkana nampak terkekeh mendengar jawaban dari Daddynya, Arkana tahu, jika Daddynya pasti sudah tak sabar.
Tuan Arley langsung melangkahkan kakinya menuju kamar, Adisha. Saat masuk, Adisha nampak sedang tengkurap.
Seorang perawat kecantikan, baru saja memijat tubuh Adisha.
Tuan Arley menghampirinya, dan menyuruh perawat kecantikan tersebut untuk keluar dari kamar Adisha. Perawat tersebut menurut, setelah kepergian perawat kecantikan tersebut, Tuan Arley langsung duduk di samping Adisha.
Tuan Arley langsung mengusap punggung Adisha dengan lembut, Adisha nampak menggeliatkan tubuhnya.
"Mba, kenapa tubuh aku jadi merinding ya?" tanya Adisha, tanpa menoleh.
Tuan Arley nampak mengatupkan mulutnya menahan tawa, Tuan Arley tak berniat untuk menjawab. Dia malah mengecupi punggung Adisha dengan lembut, Adisha terlihat kesal.
Adisha langsung bangun dan berniat untuk memarahi perawat kecantikan tersebut, tapi saat dia sudah duduk menghadap Tuan Arley, Adisha langsung berteriak.
"Aaaa,, kamu ngapain di sini?!!" tanya Adisha, seraya membenarkan letak kain yang membalut tubuhnya.
"Kangen," jawab Tuan Arley.
Tuan Arley makin mendekatkan dirinya, dia ingin memeluk wanita yang sebentar lagi akan Sah menjadi istrinya.
Adisha dengan cepat langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya," No, Sayang!!"
"Hanya peluk, aku janji." tawar Tuan Arley.
"Aku ngga percaya, mana ada kucing di kasih ikan segar, cuma pengen ngendus doang." ucap Adisha.
"Tapi, aku bukan kucing." ucap Tuan Arley.
"Hem, bukan kucing. Tapi, buaya lapar." ucap Adisha.
Adisha langsung turun dari ranjang, mengambil baju dan berlari ke kamar mandi. Dia harus segera memakai baju, agar tak memancing buaya yang terlihat sedang kelaparan itu.
Tuan Arley langsung terkekeh melihat kelakuan calon istrinya, tapi, jauh di dalam lubuk hatinya, dia merasa sangat bahagia karena bertemu dengan gadis yang masih polos seperti Adisha.
Jika mengingat akan dosa yang selalu dia lakukan, Tuan Arley merasa, jika Tuhan terlalu baik padanya. Memberikan banyak kebahagiaan, di saat usianya yang hampir mendekati babak akhir.
"Hari ini kamu boleh mengacuhkan ku, besok kalau sudah SAH, jangan harap aku akan Melepaskanmu walau hanya sebentar. " ucap Tuan Arley
+
+
+
Maaf baru Up, putraku lagi sakit. Rewel, maunya di elusin aja, Emaknya ngga bisa ngetik..
Semoga kalian sehat selalu, jangan lupa makan teratur dan jalani pola hidup sehat.
I Love You All.. πππππππππππππππππππππππΌπΌπΌπΌπΌπΌπΊπΊπΊπΊπΊπππππππππΊπΊπΊπΊπΊπΌπΌπΌπΌππππππΊππΊπΊπΌπΌπΌπΊπΊπΊππππππ