
Eliza nampak terdiam ,dia masih mencerna dengan apa yang diucapkan oleh Devano .Setelah merasa paham, dia pun kemudian menatap Devano dan berkata.
"Kakak mau nya kita mulai dari awal ?"Tanya Eliza.
Devano pun nampak menganggukan kepalanya,"Mau Za, kakak mau."Ucap Nya.
"Kalau begitu ,kita harus memulainya dengan diawali dari hal yang benar."Ucap Eliza.
" Maksud kamu gimana ?Kakak nggak paham,"Ucap Devano seraya menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatal.
" Dimana-mana wanita itu adalah makhluk yang paling senang bila didekati oleh lelaki ,maka dari itu kakak yang harus mendekati aku terlebih dahulu."Ucap Eliza.
"Baiklah, kakak ngga keberatan. Jika ada waktu pasti kakak akan mengunjungi kamu, terimakasih karna masih mau memberikan kesempatan pada kakak."Ucap Devano.
Eliza pun nampak tersenyum,"Sama-sama kak,"Jawab Eliza.
"Sekarang sudah boleh? "
Eliza nampak bingung,"Apa nya yang boleh?"
"Cium,"Jawab Devano.
"Kakak nakal, kita belum jadian."Ucap Eliza seraya menutup wajah Devano dengan telapak tangannya.
Devano pun langsung mengambil tangan Eliza dari wajah nya, kemudian dia mengecup kedua tangan Eliza secara bergantian.
Eliza nampak tersipu dibuatnya, karna menurutnya Devano terasa sangat manis kali ini. Biasanya dia yang akan berjuang mati-matian untuk mendekati Devano, tapi kali ini Devano sendiri yang berniat untuk mendekati nya.
"Aku mau berangkat, kasih kiss dulu di sini biar akunya semangat. "Ucap Devano seraya menunjuk pipi kanan nya.
"Ngga mau ah, aku malu."Ucap Eliza.
Devano pun nampak terkekeh mendengar jawaban dari Eliza,"Sejak kapan kamu mengenal kata malu hm?"
"Kakak nyebelin,"Ucap Eliza seraya memukul pundak Devano.
"Kakak bantu kamu Boboan ya, biar ngga pegel karna duduk terus. "Ucap Devano.
Eliza pun nampak menganggukan kepalanya,Devano pun langsung mengangkat tubuh Eliza dan membawanya menuju tempat tidur.
Dengan perlahan Devano pun merebahkan tubuh Eliza, setelah itu Devano pun langsung mengecup bibir Eliza. Eliza nampak tersipu dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Devano pun nampak tersenyum, kemudian dia pun langsung meninggalkan Eliza yang nampak masih menutup wajahnya.
Setelah Devano benar-benar sudah keluar dari kamar Eliza ,Eliza langsung membuka matanya. Senyum kebahagiaan pun nampak terbit di bibir tipis nya, hari ini dia benar-benar sangat bahagia.
Begitu juga dengan Devano, dia sekarang merasa sangat lega. Dan kini dia pun langsung mengajak Adam untuk pulang, tak lupa mereka pun berpamitan kepada Nyonya Berlin.
Bahkan saat mau pulang ,Nyonya Berlin memberikan satu kotak kue yang baru saja dia bikin bersama dengan Adam.
Adam pun dengan senang hati menerima kue tersebut, berbeda dengan Devano Dia terlihat tak enak hati karena dibekali kue oleh Nyonya Berlin.
"Hati-hati di jalan, dan semoga sukses untuk peresmian kantor barunya."Ucap Nyonya Berlin.
"Terimakasih tante, kalau begitu saya pamit dulu."Ucap Devano.
Devano pun melajukan mobilnya menuju rumah Laila, saat tiba di sana ternyata semuanya sudah bersiap karena memang waktu sudah menunjukkan pukul 10. Tanpa berbasa-basi lagi ,mereka pun langsung berangkat menuju ke kota P.
Setelah 1 setengah jam perjalanan mereka pun kini sampai di kantor baru milik Devano ,semua keluarga yang sudah hadir pun langsung masuk ke gedung itu.
Mereka sangat kagum dengan desain interior gedung tersebut ,tentu saja yang membuat desain itu adalah Adam .Siapa lagi pelakunya ,sehingga membuat perusahaan Devano nampak terlihat sangat indah dan menarik dipandang mata.
Setelah puas melihat-lihat ruangan yang ada di gedung tersebut, mereka pun menuju ketempat yang sudah Devano siapkan.
Karena memang, mereka membutuhkan waktu untuk beristirahat sebelum peresmian kantor Devano dilaksanakan.
Sampai di ruangan tersebut Adam terlihat naik ke pangkuan Tuan Seno dan langsung berbisik tepat di telinganya ,tak lama Tuan Seno pun terlihat tersenyum lalu dia pun menatap Devano dengan intens.
" Boy,," Panggil Tuan Seno.
"Yes Pah, "Jawab Devano.
Tuan Seno pun menepuk sisi yang masih kosong di sampingnya, dengan senang hati Devano pun langsung duduk di samping Papahnya itu.
" Ada apa Pah? Apa ada hal yang sangat penting?"
" Sepertinya sebentar lagi akan ada yang memberikan cucu kepada Papah,"Ucap Tuan Seno.
"Maksud Papah?"
"Sudahlah Boy, jangan berpura-pura lagi. Kamu harus gerak cepat, wanita itu tidak suka diabaikan. Dia akan mencari tempat ternyaman untuk nya, dan jika wanita itu sudah menemukan tempat ternyamannya, habislah kamu Boy.."Ucap Tuan Seno.
Devano nampak terdiam setelah mendengar ucapan Tuan Seno , dia menjadi takut jika Eliza akan berpaling darinya .Padahal sebelumnya dia selalu bersikap cuek terhadap Eliza, tapi entah kenapa kali ini dia merasa takut kehilangan perempuan itu.
" Jangan kelamaan mikir Kak ,pepet terus sampai dapat. Nanti nyesel loh kalau sampai dia berpindah kelain hati,"Ucap Laila.
" Benar itu Bang, aku kan sudah pernah bilang sama Abang .Kalau Eliza itu sebenarnya perempuan yang baik ,hanya saja dia butuh perhatian dari kamu Bang."Ucap Arkana menimpali.
"Iissh, Kenapa kalian jadi rese semua? Jangan membuatku takut dan jangan membuatku berpikiran macam-macam,"Ucap Devano resah.
Dan semua orang yang ada di sana pun langsung menertawakan kepanikan Devano ,dia sudah seperti seorang remaja yang takut ditinggalkan oleh gebetannya.
Tak lama waktu dzuhur pun tiba, mereka langsung melaksanakan shalat secara berjamaah. Setelah selsai, semuanya pun langsung melaksanakan makan siang bersama.
Makan siang kali ini terasa sangat spesial, karna semua anggota keluarga nampak hadir di sana.Selsai makan siang, semua anggota keluarga pun langsung masuk ke Aula gedung tersebut.
Dimana acara peresmian perusahaan akan dilaksanakan, dan di sana sudah banyak pemilik perusahaan dari tempat lainnya yang menghadiri acara Devano tersebut.
Bahkan Tuan Bram, Ayah nya Eliza pun hadir di sana. Dan saat mengedarkan pandangannya, Tuan Seno pun melihat ada Tuan Arley di sana.
Suasana hati Tuan Seno nampak berubah tak senang, kenapa juga si pria berengsek itu ada di sana, pikirnya.
Tuan Seno pun nampak menatap Devano dengan tajam, untuk sesaat Devano nampak tertunduk.
Tapi kemudian Devano pun tersenyum," Aku tahu jika Tuan Arley pernah membuat kesalahan di masa lalu, tapi aku mohon Pah kita jalani hidup yang sekarang. Toh Tuan Arley juga sudah menyesali perbuatannya,dan sekarang dia menjadi salah satu investor di perusahaan ku Pah."Ucap Tuan Devano.
Tuan Seno nampak terlihat kesal, tapi sebisa mungkin dia mengontrol emosinya .Karena tak mungkin dia akan marah di tempat umum terhadap anak kandungnya sendiri .
Tak berselang lama acara pun telah di mulai, acara demi acara pun dilaksanakan hingga acara pun telah selesai saat menjelang magrib tiba.