
Pagi ini Arkana sudah terlihat tampan, dia sudah tak sabar untuk bertemu dengan Laila dan memberi tahukan pada nya jika mereka akan menikah sore ini juga.
Arkan pun sudah bersiap untuk keluar rumah, tak lupa dia pun menghampiri Mama, Papah nya dan juga Abang nya Devano yang sedang duduk di ruang keluarga .
"Pah, Bang, Ma. Aku pergi dulu,"Pamit Arkana.
"Tunggu De, Abang sama Papah pun mau ikut."Ucap Devano.
"Untuk apa kalian ikut? "Tanya Arkana.
"Kami ingin mengunjungi makan Nayla,"Ucap Tuan Seno.
"Papah benar ,aku pun harus ikut ke makam. Aku harus meminta restu pada Ibu Nayla,"Ucap Arkana.
"Ya sudah, kalian segera lah berangkat. Mama akan menyiap kan semua keperluan untuk Arkana menikah,"Ucap Nyonya Alina.
Arkana dan Devano langsung berjalan ke luar rumah, sedangkan Tuan Seno malah menghampiri Nyonya Alina.
"Terimakasih sayang, dari dulu kamu selalu perhatian pada Kami . Kamu selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik,"Ucap Tuan Seno seraya mencium bibir istri nya dengan mesra.
Devano dan Arkana yang melihat kemesraan Papah dan Mama nya hanya bisa menggelengkan kepala mereka, menurut mereka Papah nya itu memang selalu bisa membuat ibu nya terbuai dengan ucapan atau pun perlakuan nya.
"Sudah sana, anak anak ngelihatin kita dari luar. Aku malu,"Ucap Nyonya Alina.
"Kamu dari dulu ngga pernah berubah, tetap Alina yang lembut dan pemalu."Ucap Tuan Seno seraya mengecup bibir Nyonya Alina berkali kali.
"Udah,, "Ucap Nyonya Alina.
"Baiklah baiklah, aku pergi dulu. Jangan cemburu,"Pamit Tuan Seno.
Nyonya Alina pun mengangguk, untuk apa cemburu pikir nya. Wanita yang bernama Nayla itu memang wanita yang sangat di cintai oleh suami nya, tapi itu dulu. Sekarang dia lah pemenang nya, karna Alina lah yang selalu ada untuk Tuan Seno.
Tuan Seno dan ke dua putra nya pun langsung menuju kediaman Laila, saat mereka datang, Adam dan Laila sedang sibuk membalas chat dari pelanggan setia nya Adam di ruang tamu .
"Assalamualaikum,, "Ucap Arkana, Devano dan Tuan Seno bersamaan.
"Waalaikum salam,, "Jawab Laila dan Adam.
Laila pun langsung mempersilahkan mereka untuk masuk, melihat ada Ayah nya, Adam langsung memeluk Ayah nya dengan erat.
Adam seperti anak yang begitu merindukan Ayah nya, Adam pun menghujam wajah Arkana dengan ciuman. Tuan Seno yang melihat nya menjadi merasa sangat bersalah, karna pernah memisah kan Ayah dan Anak itu.
"Kakek juga mau,"Ucap Tuan Seno.
"Kakek mau apa? "Tanya Adam.
"Mau di cium yang banyak, "Ucap Tuan Seno.
Adam pun langsung melepaskan pelukan nya dari Arkana, dia pun langsung masuk ke dalam pelukan kakek nya dan memberikan kecupan di seluruh wajah kakek nya.
Tuan Seno pun terkekeh, dia pun membalas dengan menciumi wajah Adam.
"Hey, kalian curang. Om ngga di cium, Om marah."Devano pun pura pura merajuk.
"Om jangan marah, Adam cium Om juga."
Adam pun langsung mencium Devano dan memeluk nya dengan erat, Adam sangat suka dengan Devano karna menurut Adam, Devano sangat berjasa karna lewat dialah Adam bisa bertemu dengan Ayah nya.
"Sudah sudah,,sekarang Papah mau ngomong sama Laila. Boleh? "
"Boleh Tuan, "Jawab Laila.
"Panggil Papah sayang, "Pinta Tuan Seno.
"Iya Pah, apa yang ingin Papah bicara kan?"
"Laila, aku sudah mengetahui siapa anak laki laki ku. Dia adalah Devano, anak kandung ku dengan Nayla, Kakak kandung mu sayang."
"Ya Laila, itu arti nya kamu juga adalah anak ku.Satu kandung beda Ayah,"Jelas Tuan Seno.
Wajah Laila langsung berubah pucat, Tuan Seno yang menyadari akan hal itu pun langsung bertanya pada Laila.
"Kenapa wajah mu jadi pucat begitu? "
"Kalau begitu, aku sudah melakukan dosa. Karna sudah mempunyai anak dari Mas Arkana, "Ucap Laila.
Tuan Seno pun tersenyum,"Tidak Laila, Arkana bukan anak kandung ku. Maka dari itu, aku ingin kalian menikah malam ini juga. Selepas maghrib, kita semua akan berkumpul di rumah utama. Acara pernikahan kalian sudah di siap kan oleh Mama Alina, dan untuk semua berkas nya sudah di urus oleh Heru."
Laila nampak bisa bernapas dengan lega,"Alhamdulillah kalau begitu, Tapi kenapa acara pernikahan nya begitu mendadak? "
"Adam bercerita pada ku, jika dia ingin mengikuti lomba di Amerika. Dan kamu pasti tahu jika untuk mengurusi visa, paspor dan yang lain nya membutuh kan data Valid .Maka nya kalian harus menikah malam ini juga ,agar anak kalian tercatat di negara, begitu pun dengan pernikahan kalian. Jadi tidak ada lagi yang perlu kalian takut kan kedepan nya."Jelas Tuan Seno.
Laila pun nampak mengangguk paham, sedangkan Devano kini sedang memandang Laila dengan lekat.
"De, apa kah kamu ngga mau peluk Abang mu ini?"
Laila pun langsung bangun dan menghampiri Devano, dia langsung memeluk Devano dengan erat.
"Aku sangat senang karna ternyata aku punya Abang yang sangat hebat seperti kak Devan,"Ucap Laila.
"Kakak juga senang, kakak senang karna ternyata adik kakak ini adalah wanita yang cantik dan tegar. Oiya De, apa kah kamu mau mengantarkan aku ke makam Ibu?"
"Boleh kak boleh, sekalian aku mau meminta restu pada ibu."Ucap Laila.
"Papah juga ingin bertemu dengan Nayla, Papah ingin meminta maaf pada nya. Karna Papah pernah menuduh nya yang tidak baik, semoga saja dia mau memaafkan Papah."
"Semoga saja ibu Nayla tak mendatangi Papah dalam mimpi dan memaki Papah ,karna Papah sempat menyakiti Laila."Ucap Arkana.
"Arkan,,, "Panggil Tuan Seno.
"Aku hanya bercanda,"Ucap Arkan.
Adam yang sedari tadi menyimak obrolan mereka pun langsung menghampiri Tuan Seno dan duduk di pangkuan nya.
"Jadi Ayah sama Ibu mau menikah?"
"Yes,"Jawab Tuan Seno.
"Jadi aku akan tinggal satu rumah dengan Ayah?Dan aku juga bisa selalu dekat dengan Ayah? Trus aku juga akan sering pergi bersama Ayah? "Tanya Adam antusias.
"Tentu sayang, "Jawab Tuan Seno.
"Yeeeeyyyy,,, aku bahagia.Sangat sangat bahagia."Ucap Adam seraya loncat dari pangkuan nya Seno.
Adam pun langsung loncat ke pangkuan Arkana dan memeluk nya dengan erat, Arkana terlihat kesakitan menahan lutut Adam yang mengenai perut nya.
"Sayang, jangan loncat seperti itu. Kasihan Ayah kamu."Tegur Laila.
"Maaf bu, aku terlalu bahagia. Karna akhir nya aku juga punya Ayah sama seperti anak anak yang lain nya."Ucap Adam.
"Mumpung masih pagi, bagaimana kalau kita segera berangkat ke makam. Takut nya kalau terlalu siang ,matahari akan terasa sangat panas."Ajak Tuan Seno.
"Baiklah, ayo kita berangkat."Ucap Devano .
Akhirnya semua nya pun berangkat menuju pemakaman umum, mereka ingin mengunjungi Ibu Nayla di sana.
+
+
+
TBC