Who Is Adam?

Who Is Adam?
Ide Adam



Pagi ini Adam sudah sibuk di rumah yang akan di jadi kan kantor baru nya bersama Arkana, rumah yang kemarin sudah resmi menjadi milik Arkana, kini sudah mulai di otak-atik oleh tangan mahir Adam.


Adam dengan cekatan membuat lukisan di dinding sebuah ruangan yang akan di jadikan sebagai ruang tunggu, Adam dengan lincah nya menggerakkan tangan mungil nya ke segala Arah.


Hingga dalam satu jam saja, sebuah kerangka lukisan sudah terbingkai indah. Hanya perlu memoles nya dengan warna yang sesuai agar menciptakan seni yang terlihat nyata.


Arkana dan Laila sangat senang karna melihat semangat nya Adam, anak itu bahkan begitu antusias saat Arkana bilang akan membuat kantor untuk tempat mereka bekerja.


Adam bahkan sudah memesan satu ruangan yang akan dia gunakan untuk bekerja, padahal di rumah nya saja sudah punya satu ruangan kerja, tapi anak itu masih saja tak mau kalah dengan Ayah nya.


"Ayah, "Panggil Adam.


"Yes Boy, ada apa? "


"Apa grandpa itu benar-benar kakek kandung Adam?"Tanya Adam tiba-tiba.


Arkana terlihat kaget di buat nya, tapi dengan cepat dia menetral kan wajah nya. Arkana tahu jika putra nya tak bisa di bohongi, anak itu terlalu genius selalu cepat tanggap.


"Ayah belum tahu pasti Boy, "Jawab Arkana.


"Ayah jangan menolak takdir, jika dia memang Ayah kandung mu, secepat nya akui keberadaan nya. Jangan sampai Ayah menyesal nanti nya,"Ucap Adam. menasehati.


"Ck,, sebenar nya yang lebih tua di sini itu siapa? Kenapa kamu berani sekali menasehati Ayah? "


"Karna Ayah sedang labil, Ayah terlihat bingung. Ayah seakan ingin mendapatkan dan merasakan kasih sayang Ayah kandung nya Ayah, tapi Ayah seakan ragu untuk berkata 'Peluk aku Ayah, sayangi aku, berikan aku kesempatan agar bisa merasakan kasih sayang mu.' Seperti itu, "Ucap Adam seraya memeluk tubuh nya sendiri.


"Ck,, sok tahu..!! "


"Ayah jangan bohong, mulut Ayah bisa berkata tidak, tapi tatapan Ayah penuh dengan kerinduan."


"Sudah lah Boy, lebih baik kamu terus kan saja apa yang ingin kamu lakukan. Ayah mau merapikan ruangan yang nanti nya akan menjadi tempat kerja Ayah,"Ucap Arkana.


"Jangan lupa Yah, kita juga harus membeli perlengkapan lain nya.Seperti kursi tunggu dan keperluan lain nya, "Ucap Adam.


"Siap Bos kecil, "Ucap Arkana.


Arkana pun segera pergi ke dalam ruangan yang akan dia jadikan sebagai ruang kerja nya, bukan nya berbenah,Arkana malah duduk sambil memikir kan apa yang di ucap kan oleh putra nya.


Sedangkan Laila sedang berada di belakang rumah bersama beberapa pekerja, Laila sedang menginstruksikan para pekerja agar membuat gudang untuk penyimpanan kayu.


Lain hal nya dengan Laila dan Arkana, Adam malah memilih untuk keluar dari rumah besar itu. Rumah itu di beli Arkana dengan harga 5M, rumah dua lantai yang terlihat megah dan bergaya klasik .


Adam melihat jam yang melingkar di tangan nya, dan waktu Bri menunjukkan pukul delapan pagi.


"Ah, mending aku pergi ke taman. Matahari pagi sangat baik untuk tubuh, di sana pasti lebih asik menikmati hangat nya mentari seraya menghirup aroma bunga yang menenang kan."Ucap Adam.


Adam pun melangkah kaki nya menuju taman, di sana sudah banyak ibu-ibu yang sedang mengajak anak nya bermain. Ada juga beberapa Ayah yang menemani putra dan putri nya untuk bermain, karna memang ini adalah hari sabtu.


Adam mengedarkan pandangan nya, tak jauh dari sana Adam melihat sosok yang sangat dia kenal. Orang itu sedang duduk santai sambil menikmati udara pagi, Adam pun langsung menghampiri nya.


"Pagi grandpa, boleh aku duduk?"Sapa Adam.


Tuan Arley yang sedang duduk anteng pun langsung menoleh ke arah Adam,"Boy? "


"Yes grandpa, boleh aku duduk? "


"Tentu, duduk lah."Titah Tuan Arley.


"Jangan suka melamun sendirian, nanti kalau pingsan ngga ada yang bakal nolongin."Canda Adam.


"Siapa yang melamun? Aku hanya sedang menikmati sinar mentari pagi, "Kilah Tuan Arley.


"Maaf grandpa, aku bukan orang bodoh yang gampang kau tipu. Dari mata mu saja sangat jelas terlihat jelas jika anda sedang galau, anda seperti sedang sangat bingung. Ingin memulai sesuatu, tapi tak tahu harus dari mana."


"Ck, anak genius yang menyebalkan."


"Ya, kamu memang sangat menggemaskan.Jadi ,bisakah kamu membantu grandpa mu ini? "


"Dengan senang hati, apa yang bisa aku bantu? "


Tuan Arley pun langsung tersenyum senang,"Aku ingin bicara berdua dengan Ayah mu, dari hati ke hati."Ucap Tuan Arley seraya memandang lekat dua bola mata Adam.


"Permintaan yang mudah, kalau begitu grandpa datang saja nanti malam ke rumah ku, kita makan malam bersama. Setelah makan malam selsai, ajak lah Ayah ku untuk berbicara. Dekati dia, pahami apa keinginan nya."Ucap Adam.


"Ya ampun,, kamu benar-benar jenius. Aku sangat bangga pada mu,"Ucap Tuan Arley.


Tuan Arley pun bangun dari duduk nya, dia langsung menggendong Adam dan mengacak pelan rambut nya.


"Grandpa,, jangan seperti itu. Nanti ketampanan Adam akan hilang,"Protes Adam.


"No Boy, kau tetap yang tertampan."Puji Tuan Arley.


"Grandpa juga tampan ,tapi tetap saja sudah tua."


"Kamu memang pandai memuji kemudian menjatuh kan, aku jadi syedih."


"Sudah tua lebay lagi,"Ucap Adam.


"Ya tuhan, bahkan karakter Adam begitu sama dengan ku. Suka sekali menjatuh kan lawan bicara, aku sangat yakin jika Arkana putra kandung ku dan Adam adalah cucu ku. Benar kata Fernandez, kami bagai pinang di belah tiga. "


"Grandpa,, "Panggil Anak seraya menggoyang kan bahu Tuan Arley.


"Apa Boy? "


"Aku ingin ke rumah grandpa, boleh? "


"Boleh Boy, sekarang kamu minta izin dulu pada Ayah dan Ibu mu. Aku tak mau kalau sampai aku di bilang sebagai penculik,"Ucap Tuan Arley.


"Baiklah, itu adalah hal mudah."Ucap Adam.


Adam segera mengambil ponsel dari saku celana nya, tak lama dia pun langsung menelpon Arkana.


"Halo assalamualaikum Yah,, "


"Waalaikum salam, ada apa Boy? Kenapa kamu pergi begitu saja? "Tanya Arkana khawatir.


"Ayah ngga usah khawatir, aku sedang bermain di taman. Aku akan pulang siang pas waktu dzuhur ,"Ucap Adam


"Ya sudah, jangan main yang aneh-aneh. Pulang lah tepat waktu,"Ucap Arkana.


"Siap Ayah ku sayang, Assalamualaikum "Jawab Adam


"Waalaikum salam,"Jawab Arkana.


Adam pun langsung mematikan sambungan telepon nya, setelah itu dia pun langsung menatap Tuan Arley dengan intens.


"Sudah beres, ''Ucap Adam.


Tuan Arley pun tersenyum dan langsung pergi meninggal kan taman sambil menggendong Adam,dia merasa sangat beruntung karna bisa bertemu dengan Adam. Tuan Arley jadi mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan Arkana nanti malam.


+


+


+


Happy weekend gengs, like dan koment nya banyak aku up lagi ..