
"Sayang, kenapa ngga nunggu, Mas? Pasti tadi kamu kesusahan untuk bangun," ucap Devano khawatir.
"Mas, lebay. Aku tadi dibantu sama kakak cantik," ucap Eliza.
"Siapa? " tanya Devano penasaran.
"Ngga tahu, Mas. Tapi kayanya orangnya lebih tua dari Mas, hanya saja penampilannya modis gitu, wajahnya juga imut." ucap Eliza.
Devano nampak tersenyum mendengar ucapan Eliza, beruntung yang dia puji perempuan, kalau lelaki, pasti Devano, akan cemburu.
Setelah menceritakan perempuan yang menolongnya, Eliza, langsung meminta Devano, untuk memesankan makanan. Devano setuju, akhirnya mereka memesan makanan.Setelah makanannya datang, mereka pun makan dengan lahap.
Apalagi yang dipesan adalah makanan kesukaan Eliza semua, Eliza seakan begitu rindu mencicipi semua makanan kesukaannya itu.
Dan yang paling membahagiakan untuk Eliza, dia makan di Resto favoritnya bersama lelaki yang sangat dia cintai.
"Suka? "
"Banget, Mas. Makasih udah ngajak aku jalan," ucap Eliza dengan senyum manisnya.
"Sama-sama, Sayang. Habis ini mau kemana lagi? "
"Pulang aja, cape." ucapnya manja.
Devano sangat suka melihat Eliza, yang terkesan manja dan sangat membutuhkan dirinya. Dia, merasa jadi lelaki paling berguna dan dibutuhkan.
Selesai makan mereka pun langsung pulang, Devano terlebih dahulu mengantarkan Eliza, ke rumahnya. Sampai di rumah Eliza, Nyonya Berlin dan Tuan Bram, nampak menyambut mereka dengan baik.
"Sudah selsai? Katanya mau jalan-jalan, ko udah pulang?" tanya Nyonya Berlin.
"Eliza, cape Ma. Pengen Boboan," ucap nya manja.
"Iya, Mama paham." jawab Nyonya Berlin, "Nak Devan, tolong antar Eliza ke kamarnya ya? " pinta Nyonya Berlin.
"Iya, Tante." jawab Devan.
Devano, langsung mengantarkan Eliza, ke dalam kamarnya, tak lupa Devano, juga membantu Eliza, merebahkan tubuhnya.
"Maaf ya, karena aku, kamu jadi kecapean kaya gini." ucap Devano.
"Ngga apa-apa, Mas. Seharusnya, aku yang minta maaf." ucap Eliza.
"Kamu ngomong apa sih, Yang.. Kamu tuh gini gara-gara aku, maaf." ucap Devano penuh sesal.
"Ini sudah takdir, Mas. Ngga udah ngerasa bersalah kaya gitu, Mas, harus semangat. Dua hari lagi kita tunangan, tiga minggu kemudian kita akan nikah." Eliza mengangkat tangannya mengelus lembut pipi Devano.
Devano langsung tersenyum," Aku beruntung dicintai wanita secantik kamu."
"Apa sih, Mas? " ucap Eliza tersipu.
"Mas, udah ngga sabar pengen cepet nikah sama kamu." ucap Devano.
"Sabar, Mas. lagian kaki aku juga belum sembuh, insya Allah pas nikahan nanti kaki aku udah sembuh, walaupun ngga bisa jalan normal." ucap Eliza.
"Tadinya aku pengen buru-buru nikahan kamu, tapi pasti nanti aku ngga tega buat apa-apain kamu." ucap Devano lesu.
"Maksudnya, Mas? " tanya Eliza.
"Issh,, kamu tuh ngga paham. Aku kan pengen buru-buru milikin kamu seutuhnya," ucap Devano.
"Mas, ihh.." Eliza memukul pelan dada Devano, yang di pukul hanya tertawa renyah.
Eliza nampak tersipu karena ucapan Devano, dia jadi deg-degan jika mengingat akan hal itu.
Sedangkan Devano, tak menyangka jika dia bisa sedekat ini dengan Eliza, bahkan sebentar lagi mereka akan melangkah ke jenjang pernikahan.
"Mas, pulang. Kamu istirahat, " ucap Devano.
Eliza nampak menganggukan kepalanya, Devano langsung mendaratkan kecupan di dahi Eliza, setelah itu, Devano langsung meninggalkan Eliza.
Saat tiba dirumah Arkana, Devano, langsung disambut oleh Adam. Adam pun langsung berlari dan melompat ke dalam pelukan Devano, Adam merasa sangat senang karena Om nya datang .
Karena Adam, sedang mengerjakan pesanan pelanggan. Dengan adanya Devano, Adam akan meminta pertolongannya agar lebih cepat dalam mengerjakannya.
"Om," panggil Adam.
"Apa, Boy? "
"Bantuin Adam, Om." Adam meminta tolong sambil menciumi wajah Devano, Devano pun langsung terkekeh.
" Sepertinya kedatangan Om, akan dimanfaatkan kali ini." Devano berucap, tangannya mengacak pelan rambut Adam.
"Tentu, Om. Kita harus jadi orang yang berguna, mau kan bantu Adam? Om cukup save dan kirim saja, semua pembuatanya aku yang mengerjakan." Adam berucap seraya menepuk dadanya Devano.
"Anak pandai, di mana semua orang? "
"Sibuk, Nenek dan Ibu sedang membuat kue. Kakek dan Ayah sedang membuat desain," jawab Adam.
"Rupanya Arkana sudah mulai sibuk," ucap Devan.
"He'em, Om benar." ucap Adam.
Akhirnya Devano, pun membantu pekerjaan Adam, tak lupa sebelum itu, Devano, menghampiri orang tuanya terlebih dahulu, barulah dia masuk ke ruang kerja Adam.
Devano, membantu Adam mengerjakan pekerjaannya, Adam merasa sangat senang karena akhirnya dia ada temannya dan ada yang membantunya.
Karena dari pagi semua orang ada di rumah nampak sibuk, dan dia merasa terabaikan. Tapi Setelah adanya Devano, dia merasa senang dan merasa tak terabaikan lagi.
"Ternyata keputusan Om, untuk datang ke sini sangatlah tepat. Ada anak genius yang sangat membutuhkan Om," ucap Devano.
"Hanya butuh ditemani Om, semua pekerjaan bisa aku kerjakan sendiri. Aku kesepian," Adam pun berkilah.
"Apa pun katamu, Boy." ucap Devano.
Devano, pun tersenyum. Dia melihat keseriusan Adam, saat melakukan pekerjaannya. Anak itu benar-benar mengerjakannya sendiri, Devano hanya mengirimkan file yang sudah jadi saja.
Tanpa terasa waktu pun sudah malam, mereka pun melaksanakan makan malam bersama. Suasana malam itu menjadi sangat ramai, apalagi dengan adanya Devano, Adam tak mau lepas darinya dan terus saja mengajak Devano, untuk mengobrol.
Semua yang ada di sana hanya bisa menggelengkan kepala, karena Adam memang sangatlah dekat dengan Devano.
"Dev, bagaiman dengan Eliza?" tanya Tuan Seno.
"Kondisinya makin baik," jawab Devano.
"Lalu kenapa tidak langsung menikah saja? Tak perlu ada yang namanya pertunangan," ucap Nyonya Alina menimpali.
"Ck, Mama sama Papah, ngga ngerti. Kalau aku nikahan Eliza, sekarang, dia belum sembuh,"jawab Devano.
"Memangnya kenapa kalau dia belum sembuh?" tanya Laila.
"Nanti Om Devan, ngga bisa mesra-mesraan sama Aunty Eliza, pasti Om Devan, malah kasihan melihat kakinya yang sakit." Adam tiba-tiba saja menjawab, hal itu membuat semua yang ada di sana menatap Adam.
"Boy,, "panggil Tuan Seno.
"Sorry, Kakek. " jawab Adam.
Adam terlihat santai dan memasukan satu suap nasi ke dalam mulutnya, sedangkan Devano nampak kebingungan degan jalan pikiran keponakannya.
+
+
+
Di tempat Othor dari kemarin hujan terus, bikin mager . Semoga kalian sehat selalu, jangan lupa like dan komentnya.
Kalau. masih ada sisa vote nya, bolehlah ya.. 🙏🙏🙏🙏