The Secret Of My Love S2

The Secret Of My Love S2
Selesai



"Anak mama cantik banget, inget ya nak, nanti kalau ketemu sama calon mertua harus yang sopan. Tunjukkin kalau keluarga kita itu keluarga terhormat" Luna hanya mampu terdiam seraya mengangguk pasrah. Kali ini gaun yang ia kenakan begitu indah nan cantik untuknya, seharusnya ia merasa bahagia akan bertemu dengan calon suaminya.


Tapi, itu semua seperti berlawanan dengan hatinya saat ini. Hati yang tidak bisa dibohongi, perasaan gundah dengan rasa cinta yang masih terpendam dalam hatinya pada laki-laki itu.


Rambut yang digulung dengan rapi serta beberapa hiasan bunga dirambut Luna menambah anggun penampilannya. Senyuman terukir diwajah mama Luna mengingat masa mudanya dulu yang begitu mirip dengan putri bungsunya ini.


"Luna, kamu harus percaya sama pilihan papa nak. Pilihan papa pasti yang terbaik buat kamu" ujar mama seraya menatap pantulan Luna yang kini beradu pandang dengannya seraya terdiam tanpa ekspresi sama sekali.


"Apa mama tau dia itu kaya gimana? karakternya?, sifatnya? apa mama pernah ketemu sama dia?. Atau, apa mama yakin dia bakal baik buat nikah sama aku?"


"Nak, mama memang nggak pernah ketemu sama dia, dan mama nggak pernah tau karakter dia seperti apa. Tapi, mama yakin, papa nggak bakal salah buat milih calon menantu. Apalagi kamu anak kesayangannya Luna" mama memegang pundak Luna, wanita paruh baya itu kemudian menyentuh jemari Luna seraya meyakinkan hati putrinya yang masih ragu-ragu itu.


"Satu hal yang harus kamu tau, dia adalah anak dari almarhum sahabat papamu. Jendral besar tentara Amerika, meskipun anaknya bukan anggota militer seperti ayahnya, tapi dia punya bisnis besar. Dia laki-laki lembut dan baik. Bahkan sejak kecil, papa kamu yang merawat dia saat papa ditugaskan menjadi ajudan disana" Luna membulatkan matanya. Itu berarti, keluarga ini bukanlah keluarga biasa. Tentara Amerika? bisnis?, apa papanya yakin jika pria itu benar-benar pria baik.


Seperti yang diketahui olehnya, pria bule biasanya terkenal dengan sifat nakal dan liarnya. Bagaimana jika penilaian papanya salah?. Apakah hidup Luna akan berakhir seperti ini, terlebih nanti setelah menikah, Luna pasti akan diajak untuk tinggal di negara suaminya.


"Ma! jadi, aku bakal ikut dia hidup di Amerika?" mama terdiam mendengar pertanyaan dari putrinya. Pertanyaan menyesakkan yang membuat hatinya ngilu akan ingatannya ketika merawat putri bungsunya itu dari kecil hingga sedewasa ini.


"Mama udah pernah bilang, siapapun yang jadi suami kamu nanti, keputusan dimana kamu harus tinggal ada pada suami kamu"


"Tapi ma, Luna nggak mau"


"Sudah Luna, kita bicarakan nanti saja. Kita harus cepet turun dan berangkat, jangan sampai mereka menunggu terlalu lama. Itu nggak baik nak" Luna hanya mampu terdiam dengan matanya yang memerah serta nafasnya yang menderu. Jantungnya terasa amat sakit akan kepergian mamanya dari kamarnya.


Apa ini artinya dirinya akan dibuang?. Menikah dengan orang yang tidak pernah ia cintai saja sudah cukup membuat dirinya menderita. Ditambah lagi, akan ada drama kepergiannya yang tidak disetujui olehnya, meskipun pendapat itu tidak akan didengar oleh mama dan papanya.


***


"Udah siap kan pa?"


"Sudah dong, gimana Luna perasaan kamu?" tanya papa yang berakhir mengejutkan hati Luna yang tengah gundah. Luna masih diam membisu dengan pandangan kosongnya.


Mereka sudah bersiap di ruang keluarga dan hendak berangkat menuju restoran yang sudah dipesan oleh pihak laki-laki. Meskipun begitu, hati Luna masih terganggu dengan obrolannya tadi. Berita mengejutkan yang membuat perasaannya semakin kacau saat ini. Seharusnya keluarganya terbuka, sehingga ia tidak harus menerima berita ini bagai pukulan berat dalam hidupnya.


Serius?, Luna bahkan berpikir jika papanya tidak merasa kehilangan jika ia akan meninggalkan mereka setelah menikah nanti. Apa ini tujuan papanya memberikan kasih sayang lebih dan anak kesayangannya. Tujuannya hanya untuk dijodohkan dengan pria itu. Sehingga Luna mampu menyetujui perjodohan ini dengan sesuka hati.


"Ah, Luna emang lagi sedikit kurang enak badan kok pa. Udah jangan terlalu dipikirin, kita mending cepat berangkat yuk, nanti pasti sembuh sendiri kalo udah liat calon suaminya" goda mama membuat papa tertawa dan hanya membuat ulasan senyum tipis dipipi gadis yang kini menurut itu.


Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka sampai disebuah restoran yang mereka tuju. Restoran yang hanya mampu dimasuki oleh para bangsawan dan juga orang-orang tertentu. Meskipun begitu Luna tidak kagum dengan semua ini, pikirannya melayang kemana-mana meskipun tatapannya tak berarah melihat keindahan interior didepan matanya.


Di hatinya hanya pria itu seorang yang mampu menggugah hatinya. Meskipun nanti ia akan menikah dengan orang lain, tapi perasaannya takkan mudah luntur begitu saja.


"Ayo jalan nak" Luna hanya mengangguk patuh, ia kemudian berjalan seraya dituntun mama untuk masuk kedalamnya. Kali ini mau menghindar juga tidak mungkin, Luna akan pasrah saja dan menerimanya dengan hati yang lapang. Itu lebih baik seraya menghela nafas untuk menetralkan pikirannya.


"Nah, itu mereka" sahut papa dengan gembira seraya menatap mama yang kali ini melirik putrinya dengan perasaan bercampur aduk. Sedangkan Luna tidak berani menatap keluarga dari calon suaminya. Ia hanya menunduk pasrah seraya menyembunyikan ketidaknyamanannya.


"Luna, kamu udah janji sama mama sama papa jangan ngacauin perjodohan ini. Angkat pandangan kamu nak, senyum sama calon mertua dan calon suami kamu nanti" bisik mama membuat Luna mengeratkan genggaman jemarinya seraya mengerjabkan mata untuk mempersiapkan diri dan hatinya.


"Rahmawati, gimana kabar kamu? kayanya udah nunggu lama ya?" tanya papa berbasa-basi membuat wanita yang duduk itu bangkit dan menatap papa Luna dengan senyuman. Namun senyuman itu seketika pudar saat melihat gadis yang kini berdiri seraya terlihat gugup dibelakang papa Luna.


"Mom-" lelaki blasteran yang baru saja keluar dari kamar mandi tersenyum pada sang ibu yang kini menatap putranya dan Luna secara bergantian dengan pandangan bertanya.


Tak hanya itu, Luna pun ikut mengangkat pandangannya saat suara yang beberapa hari ia rindukan itu kini terdengar jelas di indera pendengarannya. Kedua mata itu saling beradu, senyuman tampan dari pria yang selalu menghiasi relung hati Luna, kini tertangkap sudah dan tertanam dalam hati gadis itu. Lain halnya dengan mama Luna yang hanya mampu menutup mulutnya tak percaya dengan lelaki pilihan papa yang akan dijodohkan dengan putrinya.


"Zayn!" gumam Luna dalam hatinya seraya masih tak percaya dengan apa yang ia lihat didepan matanya.


**Tamat.


sekedar info, mohon maaf sebelumnya karena author jarang bgt update. Alasannya karena author lagi hamil tua dan bentar lagi mau lairan, jadi dimohon untuk para readers bersabar sampai waktu yang ditentukan. Maaf-maaf banget ya kalau kedepannya author bakal hiatus lama lagi, soalnya author nggak bisa on time nulis terus, ada anak dan suami yang harus diurusi.


Author berharap para readers mengerti sama kondisi author. Ceritanya memang author tamatin, karena memang udah selesai, dan bakalan lanjut ke season cerita Luna dan Zayn. Tapi tenang aja, ceritanya nggak pake karya baru kok. Kalian bisa lanjut baca disini, untuk lanjutannya author nggak tau sampai kapan. Mungkin nanti kalau si debay udah lahir sampai author bisa nyempetin lagi. Tapi author juga nggak akan ngecewain kalian kok. Meskipun nanti author jarang update, tapi sekali update author bakal up yang banyak, karena ceritanya Zayn sama Luna nggak lama-lama, cuma bentaran aja.


Sekali lagi, dimohon untuk para readers bersabar. Author mau pamit sampai lairan nanti, minta doanya banyak-banyak semoga lairannya lancar 🙏🏻❤️❤️.**