The Secret Of My Love S2

The Secret Of My Love S2
Hari pernikahan 2




Udah lama nggak ketemu Hengky tapi masih uwuwu kan? 🥰



Jangan lupa sama babang ganteng Zayn, yang nggak kalah sama gantengnya Zayn Malik 😂


Dua cowok masih single, adakah yang masih doyan? 😋


______________________________________________


"Mommy!" Reyna menutup mulutnya tak percaya. Ternyata Ajeng, Alan dan juga Louis turun dari mobil paling depan. Sementara mobil kedua ada Alfian dan juga Clara beserta bayi mungil laki-laki yang kini berada di gendongannya. Reyna bahkan baru ingat jika keduanya bulan lalu berpamitan untuk pergi ke Amerika mempersiapkan persalinan Clara. Sedangkan di mobil terakhir, mobil yang membuat Reyna tercengang sekaligus tak percaya dua sahabatnya yaitu Lilia dan Sarah hadir di acara itu dan satu lagi pria dengan netra hijau itu, siapa lagi kalau bukan Michael.


Suatu kejutan bagi Reyna mereka bisa menghadiri acara membahagiakan kali ini. Bahkan Reyna sebelumnya tidak diberitahu sama sekali. Gadis itu membalikkan pandangannya menatap Zayn yang kini mengerlingkan mata berdiri disamping Yasya seolah memberikan kode bahwa itu kejutan terindah di hari spesialnya.


"Kak Zayn?" Zayn mengangguk, ia memberikan kode untuk melangkah maju menemui mereka yang kini tersenyum kearah kedua mempelai.


"Rombongan para bule nih! samperin gih!" seru Hengky membuat Reyna terkekeh dan segera berjalan cepat memeluk Mommy yang kini juga beralih berlari kearah Reyna.


"Anak mommy udah besar, udah nikah sekarang, selamat ya sayang. Kamu cantik banget!" ucap Mommy yang kini memeluk putrinya itu dengan erat membuat Reyna tersenyum dan menenggelamkan wajahnya dileher Ajeng.


"Ini kejutan buat Reyna, makasih mommy" seru Reyna yang kini melepaskan pelukannya dan menatap Alan juga Louis yang tersenyum padanya.


"Kak Alan!"


"Selamat menempuh hidup baru adikku" Reyna segera memeluk kakak angkatnya itu, tak lupa ia juga menciumi pipi tembam Louis yang kini memeluk leher Reyna saat gadis itu berlutut menyamakan tubuh mungil Louis.


"Selamat ya bibi"


"Terimakasih sayang" ujarnya pada Louis seraya menggendong tubuh mungil pria kecil itu.


Setelah puas menyambut keluarga angkatnya, Reyna beralih menatap para sahabatnya. Alfian dan Clara yang kini mulai cipika-cipiki dengan Reyna, kecuali Alfian yang hanya bisa terkekeh.


"Kalian pulang kok nggak bilang-bilang sih, ini juga anaknya lucu banget" ujar Reyna mencubit ringan pipi putra kecil Alfian dan Clara yang kini digendong oleh ibunya itu.


"Kejutan kali Rey, kenalin onty namaku Mario" kata Clara menirukan suara anak kecil membuat Reyna semakin gemas saja.


"Ya ampun, anak kalian lucu banget" kata Reyna seraya mencium gemas pipi gembul Mario yang berada di gendongan Clara.


Tiba-tiba saja Yasya datang dengan senyuman khasnya menyalami dua sahabatnya yang kini datang untuk menyelamati dirinya.


"Ciye pengantin baru" tegur Alfian membuat Yasya hanya bisa berdehem dan tersipu karena godaan dari sahabatnya itu.


Tak lama Reyna melirik kedua sahabat dan mantan bosnya itu yang kini tersenyum padanya. Gadis itu buru-buru memeluk Lilia dan juga Sarah yang kini tersenyum bahagia padanya.


"Selamat ya Reyna! kami turut bahagia" ujar Lilia membuat Reyna merasa terharu. Sedangkan Michael kini masih bertahan dengan senyumannya dan memberikan kotak kecil untuk Reyna.


"Selamat menempuh hidup baru Reyna" kata Michael membuat Reyna tersenyum dan meraih kotak itu dengan hangat.


"Terimakasih"


Reyna tersenyum kearah teman-temannya, bahagia yang ia rasakan seperti melengkapi kebahagiaannya kala sahabatnya kini berkumpul bersama dengan keluarga angkatnya. Tiada yang lebih indah daripada itu.


Masa lalunya yang kelam kini seperti terbayarkan oleh keberhasilannya saat ini. Mengingat Reyna yang dulunya penuh dengan penderitaan kini semua orang datang untuk berbagi kebahagiaan bersamanya.


Pandangan gadis itu beralih, sosok pria yang kini berjalan kearahnya membuat perhatian gadis itu tertuju. Ia terdiam sesaat, untung saja ada Yasya disampingnya.


"Dok-dokter Martin" kata Reyna dengan matanya yang membulat sempurna. Sedangkan Yasya kini menatap Martin dengan pandangan tajam berbeda dengan Reyna yang merasa ketakutan.


Langkah Martin begitu tegas disertai dengan hawa dingin dari pandangannya yang mengarah pada Yasya dan Reyna. Saat ini Martin telah berada dihadapan mereka, pria paruh baya itu mengulurkan tangannya, membuat Reyna masih terdiam dan menatap tangan Martin yang masih bertahan menggantung di udara.


Dengan ragu Reyna segera membalas jabatan tangan pria itu disusul dengan senyuman dari Martin.


"Saya datang kesini ingin mengucapkan selamat menempuh hidup baru" kata Martin seraya melepaskan tangannya. Reyna semakin bingung, darimana Martin tau jika dirinya menikah hari ini? dan siapa yang mengundangnya?.


Tiba-tiba saja Martin mengeluarkan sebuah undangan berwarna merah dari dalam saku celananya. Sontak saja Reyna menaikkan sebelah alisnya, masih bertanya-tanya.


"Dokter, saya-"


"Apa yang saya lakukan waktu itu, saya minta maaf Reyna. Saya bahkan malu ketika tau kalau kamu masih menyumbangkan dana kepada panti asuhan saya" Martin menjeda kalimatnya sejenak. Tampak wajahnya yang penuh guratan karena termakan usia itu semakin mengerut oleh rasa bersalah yang ia rasakan.


"Selama ini saya terlalu egois dan tidak pernah mau mendengarkan penjelasan dari orang lain. Oleh sebab itu, saya kemari benar-benar tulus ingin meminta maaf sekaligus memberikan selamat kepada kalian berdua" Yasya dan Reyna tertegun. Kesalahpahaman ini akhirnya berakhir juga, bahkan Martin dengan sendirinya datang melalui undangan yang ia berikan pada Hermin kemarin hari.


Yasya dan Reyna saling berpandangan, mereka beralih tersenyum pada pria dihadapannya yang kini masih terlihat wajahnya yang begitu murung akan penyesalannya pada Reyna.


"Dokter Martin, saya sudah memaafkan anda. Dokter tidak perlu khawatir, semuanya sudah berlalu, yang paling penting kesalahpahaman ini sudah terselesaikan. Dan kami mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas kehadiran anda" kata Reyna dengan senyuman lembutnya.


"Mari, silahkan dokter Martin dinikmati pestanya" tawar Yasya membuat Martinkini hanya tersenyum lega. Inilah yang ia inginkan dari awal, ingin menemui Reyna dan mengumpulkan keberaniannya secara langsung pada kedua pasangan yang berhati lembut itu.


"Tidak, hari ini kami kedatangan tamu dari dinas. Saya hanya sebentar kemari ingin mengucapkan restu. Semoga kalian bahagia selamanya" kata Martin mendoakan yang terbaik untuk keduanya.


Reyna dan Yasya saling melirik satu sama lain, mereka tersenyum kearah Martin yang kini tengah bersiap untuk berpamitan.


"Kalau begitu saya pamit dulu. Jangan lupa kedatangan kamu ditunggu oleh anak-anak, dan hubungi saya kalau kamu butuh bantuan" ujar Martin seraya tersenyum kepada kedua pengantin baru itu.


"Tenang saja dokter, kami pasti akan sering-sering kesana" seru Yasya dengan senyuman andalannya seraya melirik Reyna dengan tatapan meledek membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya.