The Secret Of My Love S2

The Secret Of My Love S2
Bulan madu 3



Reyna menatap hamparan pantai dihadapannya. Ia kini merebahkan tubuhnya disebuah ayunan seraya memakai kacamata hitamnya.


"Sayang, makan siangnya udah dateng nih" kata Yasya dari dalam penginapan membuat Reyna bangkit dan segera menyusul suaminya itu.


Memang selama mereka berbulan madu di pantai, Yasya sengaja tidak mempersiapkan bahan makanan. Lagipula ada seseorang pengantar makanan yang sudah disediakan untuk seminggu ini.


"Sayang, masa kamu mau pakek bajuku terus sih" protes Yasya yang kini menatap istrinya yang hanya memakai kemeja putihnya yang begitu kebesaran jika dipakai oleh istrinya itu.


Reyna kini duduk diruang makan, ia membuka bungkus plastik dihadapannya seraya memanyunkan bibirnya itu.


"Aku nggak punya baju Sya, kamu liat sendiri kan koper ku isinya apa aja" memang benar apa yang dikatakan Reyna. Pakaian yang dibawakan hanya lingerie dan baju renang seksi saja. Sedangkan dirinya sebagai lelaki memang tidak bisa menahan gejolak jika Reyna memakai pakaian yang seperti itu terus. Bisa-bisa Reyna pingsan karena kuwalahan melayaninya.


"Kalau gitu, nanti aku pesenin baju buat kamu" kata Yasya membuat Reyna kini tersenyum manis dan mengecup pipi Yasya dengan gemas membuat pria itu menahan tawanya.


"Makasih ya sayang ku"


"Tapi, setelah ini kita main di pantai yuk" ajak Yasya membuat mata Reyna menyipit. Panas-panas seperti ini dan Yasya mengajaknya untuk bermain dipantai. Apa tidak salah?.


"Mau ngapain? panas kali Sya" protes Reyna membuat Yasya mengacak rambut Reyna membuat gadis itu masih membulatkan matanya.


"Kita berenang" jelas Yasya membuat Reyna membelalakkan matanya. Ia memang bisa berenang, tapi di pantai dengan ombak yang menerjang. Jujur Reyna sendiri takut, ia lebih senang jika hanya sekedar bermain pasir saja.


Namun namanya juga Yasya, setelah selesai makan siang. Reyna hanya bisa pasrah saja, ia kini memakai baju renang seksi yang dihadiahkan oleh Kanaya padanya.


Reyna masih enggan untuk melangkah mendekat. Ia menggigit bibir bawahnya seraya menatap pemandangan pantai didepannya.


"Kita nggak akan berenang disini kok" tiba-tiba saja Reyna terperanjat, ia menatap mata Yasya yang kini menggenggam jemarinya serta menarik lengannya untuk menjauh dari bibir pantai.


"Mau kemana sayang?" tanya gadis itu yang masih tampak heran dengan Yasya yang mengajaknya ke bangunan disebelah penginapannya.


"Berenang" ujar Yasya singkat sambil masih menarik Reyna kedalam. Mereka menaiki tangga. Ternyata ini adalah cafe yang sengaja ditutup karena Yasya menyewa tempat ini sebelumnya. Ketika mereka sudah sampai diatas, Reyna menatap takjub pada kolam renang dihadapannya. Kolam renang yang tepat dilantai dua dan memperlihatkan pemandangan pantai didepannya. Begitu indah dan menakjubkan.


"Wah! indah banget sayang" Reyna berdecak kagum, ia membalikkan tubuhnya menatap Yasya yang kini segera melepaskan kaosnya dan mendorong tubuh Reyna masuk kedalam kolam.


Byuuurrrr


"Yasya! nggak usah jahil deh" teriak Reyna yang sambil memukul dada bidang Yasya yang sudah berada dihadapannya, memeluk pinggangnya dengan erat.


"Kamu tau nggak, aku paling suka kalo liat kamu basah kaya gini. Kelihatan seksi" bisik Yasya begitu intim membuat wajah Reyna memerah dibuatnya. Reyna menatap suaminya itu dengan datar, setelah itu ia mencipratkan air pada suaminya membuat Yasya melepaskan pelukannya seketika.


"Rasain!" tawa Reyna pecah setelah Yasya merasa kesal dibuatnya. Reyna kemudian menghindar saat Yasya mulai mengejarnya. Mereka saling bersenda gurau, sesekali bercanda, dan tak henti-hentinya Yasya jahil pada Reyna.


Setelah puas bermain air, akhirnya Yasya dan Reyna kini duduk ditepi kolam. Reyna masih memainkan kakinya diatas air, sambil sesekali mencipratkan air kepada Yasya dan tersenyum puas.


"Sayang, kamu jahil banget sih" Yasya menggelitiki pinggang Reyna membuat gadis itu kegelian dan tak sadar kini dirinya tertawa sambil menggelinjang diatas lantai kolam renang.


"Aduh Yasya! geli tau" tawa Reyna pecah disusul Yasya yang kini semakin menindihnya dan tak memberikan ampun untuk menggelitik tubuh Reyna.


Seketika Yasya menghentikan gelitikannya saat wajah mereka mulai berdekatan. Reyna menatap mata Yasya yang memandang dirinya dengan intens. Yasya beralih menangkup wajah istrinya yang kini masih terdiam dan terlentang diatas lantai.


Yasya menyatukan bibir mereka, mereka kini saling ******* satu sama lain. Reyna mengalungkan tangannya dileher suaminya. Ia bahkan bisa mendengar detak jantung Yasya yang begitu kencang disusul dengan nafas pria itu yang memburu dan mengecup leher jenjang Reyna.


Yasya mengusap lembut paha Reyna yang terekspos didepan matanya. Ia tersenyum pada istrinya dengan senyuman yang tak dapat diartikan.


"Masih sakit?" Reyna terdiam sesaat, ia menggeleng seraya membalas senyuman dari suaminya itu.


Yasya akhirnya melanjutkan lumatannya lagi, ia semakin ganas mencium bibir Reyna. Membuat gadis itu hanya bisa pasrah dengan apa yang suaminya lakukan.


Dengan segera Yasya menarik celana dalam Reyna beserta celana boxer yang ia kenakan juga. Sudah beberapa kali Reyna merasakannya, memang diawal begitu sakit untuknya. Tapi ketika Yasya memperlakukannya lembut seperti saat ini, ia hanya bisa pasrah menikmatinya bersama dengan suami tercintanya.


"A-aku cinta sama kamu Yasya!" teriak Reyna disela pelepasannya yang menakjubkan bersamaan dengan Yasya yang kini menahan tubuhnya untuk tidak menindih Reyna.


"Aku juga cinta sama kamu sayang" Yasya menyatukan tangan mereka dan mencium bibir Reyna sekali lagi. Begitu hangat, sampai Reyna melayang dibuatnya.


Setelah melakukannya Reyna dan Yasya kini menikmati pemandangan dihadapannya. Reyna menaruh kepalanya di dada bidang Yasya serta Yasya yang memeluk pinggang istrinya.


"Makasih sayang, kamu udah hadir dalam hidup aku" Reyna mengangkat pandangannya saat Yasya mengatakan hal demikian, ia mencubiti pipi Yasya dengan gemas.


"Aku juga makasih karena kamu adalah sumber dari bahagiaku selama ini. Kamu yang terbaik Yasya, kamu yang selalu bantu aku dulu saat aku diajuhi orang-orang yang aku percayai. Kamu bahkan beberapa kali nyelametin hidup aku. I love you sayang" kata Reyna yang kini dibalas pelukan hangat dari Yasya serta ciuman panas untuk terakhir kalinya menutup kegiatan mereka hari ini.