The Secret Of My Love S2

The Secret Of My Love S2
Pergi



Yasya kini telah sampai didepan pintu apartemen Reyna, untung saja sebelumya ia meminta kunci cadangan pada gadis itu. Pria itu kemudian dengan cepat berusaha membuka pintu, ia segera masuk kedalamnya.


"Reyna!" teriaknya namun tempat itu seperti sepi, ia bahkan tak mendapati tanda-tanda seseorang telah berada disana. Yasya memgacak rambutnya, sedangkan hari telah menjadi semakin petang. Dimana gerangan gadis itu saat ini. Yasya segera keluar lagi, ia mencoba mencari keberadaan gadisnya ditempat manapun ia tau. Bahkan berulangkali Yasya menghubungi gadis itu, namun tak kunjung diangkat olehnya.


***


Perlahan Reyna mendongak, ia menatap langit yang begitu cerah bertabur bintang. Ia menghela nafasnya dan menghembuskannya kembali sebelum akhirnya ia melangkah untuk mengetuk sebuah pintu dihadapannya.


Tok tok tok.


Tak butuh lama seseorang yang berada didalam sana langsung membukakan pintu tersebut. Senyuman terpancar pada Zayn yang kini menyambut hangat Reyna.


"Reyna? kamu kenapa kesini? bukannya seharusnya istirahat dulu dirumah, kebetulan aku sama mommy mau jenguk kamu lo" kata Zayn yang kini membuat Reyna menampakkan senyuman yang ia buat.


"Ah, aku cuma kangen aja sama mommy, mommy mana kak?" tanya gadis itu yang mencari seseorang didalam sana.


"Kalo gitu kita masuk dulu aja yuk. Mommy pasti seneng kalo kamu dateng kesini, secara dari kita pulang kamu belum berkunjung sama sekali."


"Aduh, maaf ya kak, soalnya sibuk banget, banyak kerjaan" kata Reyna basa-basi.


"Zayn? siapa yang datang nak?" pertanyaan itu seketika terdengar menggema kala Ajeng kini menghampiri Zayn dan tiba-tiba terkejut melihat Reyna yang kini berdiri berdampingan dengannya.


"Reyna sayang? kamu kesini nak? aduh anaknya mommy, padahal rencananya mommy sama Zayn mau ketempat kamu buat jenguk, tapi liat kondisi kamu, mommy jadi lega. Kita duduk dulu" ujar Ajeng yang kini menarik lengan putrinya seraya mengajaknya untuk duduk di sofa.


"Kali gitu kebetulan dong mom, aku kesini soalnya kangen sama mommy" kata Reyna yang kini membuat Ajeng tiba-tiba memeluknya. Reyna merasa hangat kembali, ingin rasanya ia menangis, menceritakan segala beban pada mommy nya. Namun iabtak bisa, ia tak ingin orang lain tau akan masalah apa yang terjadi padanya dan Yasya.


Malam semakin larut, dan Reyna memutuskan untuk bermalam ditempat itu atas kemauan dari Ajeng, meskipun dia sendiri juga ingin tinggal disana karena takut jika Yasya menemukannya.


Kini Reyna dan Zayn duduk di kursi makan yang bersebelahan, sambil menunggu Ajeng mempersiapkan makan malam mereka Reyna kini melirik sedikit pada sang kakak.


"Kamu kenapa Rey? ada masalah?" pertanyaan itu membuat Reyna tersenyum dan menggeleng.


Ting tong.


Suara bel berbunyi, seperti ada seseorang yang hendak bertamu malam-malam begini. Namun Reyna tersentak tatakala Zayn tiba-tiba berdiri.


"Kayanya ada tamu deh, aku bukain pintu dulu ya Rey" kata Zayn seraya bangkit, namun secepat kilat Reyna menahan baju sang kakak, membuat pemiliknya merasa heran dan mengernyitkan keningnya.


"Kak, kalo yang dateng Yasya, jangan bilang aku ada disini ya?" perkataan Reyna membuat Zayn sedikit curiga.


"Hehehe enggak kok, aku cuma mau kasih kejutan aja ke dia. Aku pergi nggak bilang-bilang" kata Reyna seraya terkekeh membuat Zayn sedikit curiga namun memilih untuk mengangguk demi menenangkan hati adiknya.


Tak butuh waktu lama, Kini Zyan keluar untuk mengecek siapa gerangan yang hendak datang. Ia membuka pintu tersebut, dan ternyata dugaan Reyna memang benar. Kini Yasya menatap Zayn dengan pandangan khawatir.


"Sya, ada apa?" pertanyaan itu membuat Yasya menggaruk tengkuknya.


"Zayn, apa Reyna kesini? aku datengin apartemennya dia nggak ada, aku jadi khawatir" ujar Yasya yang membuat Zayn seketika menggeleng. Namun sedetik kemudian mata Zayn berubah menyipit, tatapan intensnya membuat Yasya tak bisa pergi dari pandangannya.


"Gue emang nggak tau apa yang lo lakuin ke Reyna, tapi kalau sampai dia kenapa-kenapa, lo berurusan sama gue" kata Zayn yang kini membuat pandangan Yasya jatuh dan mengepalkan kedua tangannya. Ia sebenarnya tak sanggup berbohong, namun ia takut membuat Zyan maupun Ajeng menjadi khawatir. Bukan karena ia takut oleh ancaman Zayn, tapi lebih memilih untuk menutupi masalahnya dengan orang lain.


"Lo tenang aja, Reyna tadi keluar tapi nggak bilang-bilang, gue cuma khawatir. Apalagi nomornya nggak bisa dihubungi, makanya gue kesini, kali aja emang Reyna aja yang mampir" kata Yasya membuat Zayn manggut-manggut.


Mungkin Zayn berfikir terlalu jauh, buktinya Reyna tadi juga bilang gitu. Zayn segera menepis fikirannya yang begitu negatif. Ia menggeleng seraya mengubah cara bicaranya pada Yasya yang kini tampak masih cemas.


"Kalo gitu, lo nggak mau masuk dulu. Mommy udah siapin makanan" tawaran dari Zayn kini bahkan membuat Yasya menggeleng. Mungkin tidak sopan jika menolak mentah-mentah, tapi seharusnya Zayn tau kondisi Yasya saat ini.


"Gue mau ke apartemen aja, nungguin Reyna, kali aja dia udah pulang" kata Yasya membuat Zayn mengangguk.


Setelah itu Yasya melangkahkan kakinya kembali, ia tak tau lagi harus kemanap. Ia sudah mendatangi Alfian, tapi ternyata disana juga tidak ada. Dia juga sudah kerumah Dinda, namun hasilnya tetap sama, nihil.


Yasya memutuskan untuk kembali ke apartemen Reyna, mungkin saja gadisnya telah kembali, atau setidaknya ia bisa menunggu Reyna hingga dirinya pulang.


***


Malam semakin larut, kini Yasya masih sendiri di apartemen Reyna. Sebegitu cemburunya Reyna padanya, pria dengan pakaian piyamanya itu membuka korden dan menatap langit yang cerah malam itu. Tak hanya itu Yasya juga mengambil frame dengan foto mereka diatas nakas.


"Aku sayang sama kamu Reyna, cuma kamu yang ada dihati aku. Kamu harus percaya" gumam Yasya yang kini matanya mulai berkaca-kaca.


Sementara itu, ditempat lain, Reyna mengambil lembaran foto Yasya. Begitu tampan, dan hanya melihat fotonya saja, hatinya terasa berdebar. Kini gadis itu beralih duduk ditepi ranjang seraya memeluk foto Yasya. Tak terasa air mata menetes dipipinya yang begitu deras.


"Maafin aku Sya, aku udah nyusahin kamu selama ini. Maafin aku karena aku udah jadi beban buat hidup kamu, kamu seharusnya milih orang kaya Syahbila yang selalu setia sama kamu Sya" Reyna menghapus jejak air matanya kala suara ketukan pintu membuatnya terkejut. Gadis itu kemudian segera menyembunyikan foto Yasya dibawah bantal seraya berdiri dengan cepat untuk membuka pintu tersebut.


Ceklek.


Suara terbukanya pintu Reyna, tatakala gadis itu membukakan pintu untuk sosok pria yang familiar untuknya. Siapa lagi kalau bukan Zayn.


"Kak, ada apa?" tanya Reyna dengan wajah polosnya membuat Zayn kini tersenyum padanya.