The Secret Of My Love S2

The Secret Of My Love S2
Flashback off



Keesokan harinya Yasya mendapat telfon dari Reyna, pria itu merasa khawatir ketika mendengar suara isakan dari sebrang sana. Ia yakin betul ini adalah Reyna, karena bagaimanapun ia takkan mengatakan hal seperti itu terlepas kejadian malam itu.


Setelah bersiap-siap Yasya kembali, ia menemui Reyna yang tengah ketakutan dan berhambur memeluknya seraya menangis. Jujur ia ingin memberitahu Reyna, tapi ia takut Reyna akan semakin terguncang dan tidak bisa menerima apa yang ia alami.


Jam telah menunjukkan waktu untuk makan siang, dan Yasya masih berada ditempat Reyna untuk menemaninya, barangkali apa yang dikatakan Agatha memang benar adanya. Falery bisa melakukan hal nekat termasuk menyakiti dirinya sendiri. Ia tak ingin Reyna kenapa-kenapa.


Sambil menunggu balasan chat dari Alfian ia beberapa kali mengajak Reyna bicara meskipun ia terlihat normal dan tidak terkesan berbeda. Dan akhirnya setelah Alfian istirahat siang, ia membalas pesan dari Yasya yang membuat pria itu menaikkan sebelah alisnya.


Alfian: Sya, aku udah bilang ke Agatha kita nggak jadi kesana. Kamu jangan bawa Reyna kemanapun, nanti sore kamu datang ke rumah aku, ada sesuatu yang mau aku jelasin ke kamu. Ini juga soal Reyna, ada orang yang mau bantu kita.


Yasya menghela nafasnya, ia kemudian menuruti apa yang diperintahkan Alfian padanya.


Sorenya Yasya segera bergegas untuk menuju rumah Alfian, setelah memarkir mobilnya, ia baru sadar ada mobil lain yang terparkir didepan kendaraannya dan itu juga bukan mobil Alfian maupun Clara.


Pria itu memasuki rumah yang lumayan besar dengan taman kecil di halamannya. Ia menatap ruang tamu yang menampakkan Alfian tengah berbincang-bincang dengan dua orang bule, mereka bersamaan menatap Yasya yang kini hanya terdiam. Namun tiba-tiba saja tatapannya beralih kearah Zayn yang familiar dalam ingatannya.


"Zayn?" pertanyaan itu membuat Zayn dan lelaki bule yang datang bersamanya ikut bangkit menatap Yasya yang terlihat cukup terkejut.


"Sya, sini duduk, kita lagi nungguin kamu" ujar Alfian membuat Yasya mengangguk meski agak ragu dengan tawaran Alfian padanya. Pria itu melangkah dan duduk tepat disamping Alfian.


Matanya menatap pria yang kini duduk disamping Zayn, mata hijau dengan rambut merah. Terasa asing namun ia sedikit curiga dengan kehadirannya.


"Ini Michael, kamu pasti pernah dengar kan Reyna cerita ke kamu masalah Michael" perkataan Alfian membuat Yasya meremas jemarinya. Ia ingat beberapa waktu lalu Reyna diteror dan membuat gadis itu ketakutan, apalagi buku diary itu mengungkapkan bahwa Michael masuk kedalam apartemen Reyna dan kemudian hendak memperkosanya.


Melihat wajah pria disampingnya menahan emosi, Alfian buru-buru menyentuh pundak Yasya dan memberikan pengertian padanya.


"Aku tau kok, tapi kamu nggak perlu khawatir. Zayn sama Michael mereka kerja sama kok."


"Maksud kamu apa?" pertanyaan itu membuat Alfian tersenyum dan menghela nafasnya.


"Dulu waktu Reyna hilang ingatan keluarga Gilbert membawa dia buat hipnotis terapi. Sebelum Reyna bisa berhubungan sama orang, dia jadi susah buat bersosialisasi. Tapi keluarga Zayn nggak nyerah gitu aja" perkataan itu membuat Yasya sedikit mencerna kata-kata Alfian yang sempat menggantung.


"Itu bener Sya, dulu kami sekeluarga udah cari obat kesana-kemari, tapi nggak bisa nyembuhin dia, kira-kira dia trauma berat. Dan ada informasi dari teman daddy buat Reyna dibawa ke psikiater yang menangani hal kaya gitu, termasuk kasus Reyna. Meskipun pada akhirnya efek samping dari hipnotis terapi itu membuat Reyna jadi berubah total dari karakternya yang asli, tapi kami tetap melakukan itu agar jiwa Reyna tidak seperti itu lagi."


Saat itu keluarga Gilbert hanya ingin membuat Reyna bisa beraktivitas kembali, ia ingin Reyna bisa bicara dan tidak hanya diam saja. Maka dari itu keluarga itu memutuskan untuk melakukannya, itu sebabnya Reyna tak pernah diizinkan untuk kembali ke Indonesia.


"Apa hubungannya dengan Michael?" pertanyaan itu menjurus pada Michael dan juga Zayn dengan tatapan Yasya yang begitu dingin.


"Ya, Michael cari Reyna karena satu alasan, dia suka dengan Reyna, dia pengen tau dimana keberadaannya, dia cari Reyna bukan untuk memaksanya, tapi Mike cuma sebatas bertanya. Sebelum Michael datang ke rumah Gilbert untuk bertanya perihal keberadaan Reyna, aku juga hampir pergi kemari Sya. Karena aku ingin ngawasin adikku, aku takut kalau-kalau Reyna memang mengalami hal yang tidak diinginkan. Aku bicara serius dan aku katakan segalanya tentang Reyna, aku minta bantuan Michael dan dia akhirnya setuju. Kamu tau, siapa yang bantu Reyna buat bisa kerja di rumah sakit dan kenalin dia sama dokter Martin? itu aku dan Michael. Karena memang aku penyumbang dana ditempat dokter Martin. Dan jika kamu masih tanya lagi kenapa Michael seolah neror Reyna, itu bukan karena dia ngejar-ngejar Reyna, tapi memang aku yang ngerencanain ini semua untuk mengetahui keadaan Reyna yang sebenarnya. Aku yang kirim bunga itu, bukan Michael, aku juga yang selalu buntuti dia."


Penjelasan dari Zayn membuat Yasya kini paham. Sebenarnya selama ini Reyna tidak dalam bahaya, tapi dia memang sengaja diawasi. Yasya mengangguk ia bahkan salah faham terhadap Michael yang sebenarnya membantu Reyna dalam mengatasi masalahnya.


"Sekarang aku ngerti, tapi gimana kita harus ngadepin Reyna, karakternya bisa datang kapan aja. Aku takut Reyna nggak mau diajak ke psikiater, aku takut dia tiba-tiba jadi Falery" perkataan Yasya membuat Alfian terdiam, ia nampak berfikir sebentar. Namun setelah itu ia menemukan cara untuk mengatasi masalah tersebut.


"Sya, aku tau, gimana kalo" suasana tampak hening dengan Alfian yang berbisik pada mereka. Ia nampak merencanakan sesuatu pada hari dimana mereka akan melangsungkan pesta pertunangan besok.


Flashback off.


_____________________________________________


Stop bully author


Author selama ini selalu sabar tiap kali kalian komen yang nyakitin, mungkin kalian yang kurang respect sama perasaan orang pasti bakal bilang "author lebay, orang yang nggak akan pernah berkembang kalo dikasih saran, author yang bla bla bla".


Gini ya, kakak kakak maupun adek adek yang baca cerita author dari awal sampai sini. Author minta maaf banget nggak bisa senengin kalian dari cerita yang author tulis. Tapi please, author juga manusia guys, author juga sakit hati kalo tiap hari dapat komenan negatif.


Kalian yang ngeremehin emang nggak pernah ada di posisi author, kalian tinggal baca, tiduran, sambil hate komen. Tapi kalian nggak pernah ngerti, gimana kerjanya saya, tiap malam baca komen nangis-nangis, saya nulis dari pagi sampe malam lagi buat di up besok dan besoknya lagi.


Kalian nggak pernah ngerasain itu, karena kalian bukan saya. Buat kalian yang nggak suka, please lah, author nggak keberatan kalo kalian stop baca novel ini. Asalkan jangan berkata negatif seperti itu, setiap manusia pasti punya hati, dan saya juga.


Saya berkata begini bukan karena tidak mau menerima komentar dari kalian. Saya berulang kali malah menyaring apa yang kalian tulis dalam komentar. Tapi coba tolong berfikir bijaklah para readers yang baik dan amat benar, jika seseorang dijatuhkan sejatuh- jatuhnya, kapan orang itu akan berkembang?,. Author cuma berdoa semoga kalian tidak mengalami apa yang author rasakan saat ini. Karena ketikan dijari jempol kalian adalah harimau yang siap menerkam orang yang menerimanya.


Sekali lagi, author benar-benar minta maaf jika ada yang tidak suka dengan apa yang author tulis di atas. Tapi jika kalian mulai bosan dengan cerita ini, cukup menjadi konsumsi kalian dan bisa meninggalkan cerita saya dengan tidak menyakiti penulisnya.