The Secret Of My Love S2

The Secret Of My Love S2
Tersadar



Reyna Sayang" ujar seorang pria dengan suaranya yang memenuhi seluruh ruangan restoran. Bahkan bukan hanya Reyna yang kini terpaku namun seluruh pengunjung kini terkejut oleh aksi Yasya yang berdiri di atas panggung.


Reyna membalikkan tubuhnya, ia menatap manik mata teduh yang kini tengah menatapnya dengan penuh ketulusan. Yang bisa Reyna lakukan kini hanya mematung, masih tak mengerti apa yang difikiran pria itu. Sebuah tangan menarik lengannya, dan ia adalah Syahbila, yang kini menggandeng tangannya untuk mengajaknya naik keatas panggung.


"Reyna, kamu harus tau, aku dan Yasya nggak pernah bisa bersama. Kamu adalah satu-satunya perempuan yang Yasya cintai, kamu harus percaya Reyna" kata Syahbila dengan suaranya yang begitu pelan seraya mempersilahkan Reyna untuk maju dan naik keatas panggung.


Reyna tau apa yang dikatakan Syahbila, ia mulai memahami ketulusan Yasya selama ini padanya bukanlah main-main. Reyna mulai melangkahkan kakinya, pandangannya sejenak ragu, namun tatapan Syahbila mengisyaratkan dia untuk kembali melangkah.


Yasya kini menyambut Reyna, ia meraih jemari Reyna dan berlutut dihadapannya. Mungkin Reyna agak terkejut, ia bahkan menutup mulutnya tak percaya dengan aksi Yasya.


"Sya kamu mau ngapain?" bisik Reyna yang kini membuat Yasya semakin tersenyum dan memegang jemari lembut Reyna dengan erat.


"Para hadirin, maaf saya telah mengganggu acara makan malam kalian. Tapi saya hanya meminta sedikit waktu untuk kalian agar bersedia bersaksi, bahwa gadis dihadapannya saya ini, dia adalah calon istri saya. Saya akan mengikatnya sebentar lagi" seru Yasya dengan suaranya yang menggema di seluruh ruangan tersebut membuat orang-orang yang berada disana memberikan tepuk tangan juga riuh siulan dari para pengunjung.


Yasya mengeluarkan sebuah kotak beludru dari dalam sakunya, ia membukanya dan terpampang jelas cincin berlian indah yang kini disodorkan kepada Reyna.


"Aku janji akan selalu cinta kamu, jaga kamu, dan aku akan selalu berada disisi kamu sampai maut memisahkan kita. Reyna Malik, will you marry me?" perkataan Yasya seketika mendapat sorotan dan juga teriakan dari para pengunjung.


Tak hanya itu, kini mata Reyna yang mulai berkaca-kaca sedikit demi sedikit mengeluarkan air matanya. Ia menutup mulutnya tak percaya dengan kejutan yang Yasya berikan untuknya, begitu manis dan mengharukan untuknya. Seketika Reyna mengangguk, pertanda setuju.


Kini Yasya tersenyum lembut seraya menarik jemari Reyna, ia juga memakaikan cincin pada pujaannya membuat gadis itu seketika memeluk Yasya yang kini baru saja bangkit. Reyna tak bisa membendung air matanya, ia menangis sejadi-jadinya dipelukan Yasya.


Apa yang menimpanya bersama Yasya beberapa hari ini adalah bentuk dari keegoisannya sendiri. Padahal Yasya begitu mencintainya, tapi dengan bodohnya Reyna mengacuhkan pria yang begitu sempurna seperti Yasya. Reyna begitu menyesal, betapa beruntungnya ada Yasya yang kini selalu mendukungnya.


Sesampainya di apartemen, kini Reyna bahkan enggan melepaskan pelukannya dari pria yang kini memakai jaket kulit tersebut. Ia berulangkali mengacak rambut Reyna dengan gemas. Akhirnya kini Reyna kembali, setelah kesalahpahaman terjadi diantara mereka.


"Sayang, kamu mandi dulu gih, aku tunggu di kamar ya?" perkataan Yasya membuat Reyna mengerucut sebal. Sebenarnya ia sangat merindukan Yasya beberapa hari ini, namun ia malah mengusir Reyna.


"Kamu kenapa sih sayang?" pertanyaan itu yang disusul kekehan dari Yasya membuat Reyna tambah kesal.


"Tau ah, aku mau mandi dulu" kata Reyna yang kini segera bangkit. Hal itu membuat Yasya tertawa kecil, dengan melihat tingkah Reyna yang begitu manja, tak dapat diragukan lagi jika Reyna hanya mencintainya seorang.


"Maafin aku Sya, aku tiba-tiba menjauh dari kamu beberapa hari ini, aku nggak pernah ngertiin perasaan kamu. Aku sayang sama kamu" kata Reyna membuat Yasya menarik dagu gadis itu dan sekilas mencium bibirnya yang lembut.


"Aku tau, dan kamu ngejauhin aku itu ada alasannya juga, itu juga demi aku. Tapi disitulah cinta kita diuji. Oh ya, aku mau bilang sesuatu ke kamu, ini tentang penyakit kamu" kata Yasya dengan serius, pria itu menjelaskan beberapa hal yang dikatakan oleh Agatha beberapa hari lalu padanya, ia menjelaskan secara detail tentang keadaan Reyna yang sebenarnya.


Hal itu membuat senyum Reyna mengembang, ternyata ada secercah harapan untuk nya bisa sembuh dan menjalani kehidupannya secara normal.


"Sya, aku mau jalani hipnotis itu, aku mau Sya, asalkan aku bisa sembuh dan nggak akan nyakitin orang lain lagi."


"Aku bakal dukung kamu kok, selalu ada aku yang jagain kamu" ujar Yasya yang kini beralih mencium kening Reyna.


"Sya, ada satu hal lagi" kata Reyna yang kini membuat Yasya menaikkan sebelah alisnya.


"Apa sayang?"


"Aku mau nemuin keberadaan papa sama bang Rey, kamu bisa bantu aku kan?" pertanyaan itu mendapat anggukan dari Yasya, ia merasa senang kini Reyna akhirnya bisa mengikhlaskan masalah dari masa lalunya itu


"Sayang, Aku bangga sama kamu, walau bagaimanapun mereka tetap keluarga kamu dan aku pasti dukung keinginan kamu untuk mencari mereka, aku akan bantu kamu sayang" perkataan Yasya itu membuat Reyna semakin terharu. Ia memeluk tubuh Yasya, disamping itu ia juga sangat merindukan keluarga kandungnya, terlebih papanya.


Bahkan selesai operasi Reyna belum sempat menjenguk Reynaldi. Ia begitu khawatir saat mengingat dirinya mengoperasi ayahnya dengan tangannya sendiri. Kalau dihitung-hitung, ini adalah kedua kalinya Reyna menyelamatkan nyawa sang ayah dari mara bahaya.


'Bang Rey, papa, kalian tunggu aku, aku akan selalu cari kalian dimanapun kalian berada. Maafin aku pa, aku udah pergi gitu aja tanpa pamit sama papa, maafin aku karena sempat benci sama kalian' batin Reyna yang kini mulai memejamkan matanya.


Reyna ingin bermimpi, ia ingin melupakan kegagalan maupun kesedihan yang telah terjadi. Ia ingin menjadi Reyna yang baru, Reyna yang ceria seperti dulu dan tetap menjadi peri kecil kesayangan sang ayah.


"Reyna kangen sama papa, Reyna kangen sama bang Rey, setelah Reyna temuin kalian, kalian jangan pernah pergi lagi dari Reyna" gumam Reyna seraya memeluk frame yang ada di tangannya.


Gadis itu tiba-tiba dikejutkan oleh sepasang tangan yang memeluknya dari belakang, bahkan Yasya kini menghapus jejak air mata Reyna yang berlinang. Ia berharap setelah ini akan ada kebahagiaan menyertai Reyna sepanjang waktu. Kalau difikir-fikir Reyna tersakiti selama ini hanya karena kesalahpahaman dari keluarganya.


"Selamat malam sayang" kata Yasya yang kini mengecup pipi Reyna setelah gadisnya tertidur dengan pulas.