The Secret Of My Love S2

The Secret Of My Love S2
Panti asuhan



Sebelum Reyna masuk dalam komunitas relawan yang didirikan Martin, ia hendak mempersiapkan acar pertunangannya terlebih dahulu. Rasanya ia perlu menyelesaikan acaranya karena pastinya menjelang hari itu akan lebih sibuk daripada biasanya.


Kini bahkan keduanya telah sampai di panti asuhan milik Martin, gadis itu menghela nafasnya kala ia baru saja keluar dari mobil mewah milik Yasya dan tentunya didampingi oleh calon suaminya.


"Kayanya kamu bener-bener suka tempat kaya gini" perkataan pria itu membuat Reyna seketika membalikkan tubuhnya, ia menatap Yasya yang kini tengah mendekat dan mengacak rambut gadis itu yang tergerai indah.


"Sya, aku suka karena aku ingin berbagi kebahagiaan, kamu nggak pernah kan ngerasain gimana rasanya membahagiakan orang yang bahkan tidak ada hubungannya dengan kamu. Rasanya itu tujuan hidup aku" perkataan Reyna membuat pria disampingnya itu memeluk tubuh gadis itu dari samping. Ia bahkan sengaja menarik kepala gadis itu untuk bersandar dipundaknya.


"Aku beruntung sayang, aku beruntung punya kamu. Reyna yang nggak cuma cantik luarnya aja, tapi Reyna yang selalu mempercantik hatinya" gadis itu tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya senyuman yang dapat ia torehkan meski pipinya mulai menghangat.


Perlahan Reyna menggenggam jemari Yasya yang begitu nyaman untuknya. Gadis itu menarik lengan Yasya untuk ikut bersamanya masuk kedalam panti asuhan tersebut. Kebetulan memang siang ini dirinya hendak bertemu dengan Martin ditempat ini jadi sekalian saja.


"Permisi" suara lembut itu membuat anak-anak didalam sana seolah terdiam, yang sebelumnya terdengar gelak tawa maupun suara ramai dan cerianya mereka namun anak-anak sangat peka terhadap tamu.


Terlebih kini Martin yang biasanya terkesan serius dan datar, kini dirinya menunjukkan sosok ayah sesungguhnya didepan anak-anak tanpa orang tua didalam sana.


"Dokter Reyna, selamat datang, kami sudah menunggu kedatangan anda. Mari silahkan masuk" kata Martin seraya tersenyum simpul mempersilahkan kehadiran mereka.


"Dokter Martin, maaf saya membawa seseorang. Perkenalkan dia Yasya, calon tunangan saya" perkataan Reyna disambut hangat dengan Martin yang kini mulai melangkah mendekat dan menjabat tangan pria yang berdiri disamping Reyna dan seketika dibalas olehnya.


"Selamat datang di panti asuhan kami. Saya dokter Martin pemilik panti asuhan ini" kata Martin seraya tersenyum ramah terhadap Yasya yang kini membalasnya.


"Saya Iryasya Ferdiansyah dokter, Reyna banyak bercerita tentang anda dan yayasan yang anda dirikan. Saya sangat berterimakasih jika anda mengajak Reyna untuk bergabung karena ini adalah dunianya."


"Mari ikuti saya, saya akan memperkenalkan anak-anak pada kalian berdua" kata Martin yang kini mulai membawa pasangan tersebut untuk bergabung bersama anak-anak.


Reyna dan Yasya belajar banyak hal ditempat itu, bukan hanya saling menyayangi setiap manusia, namun dengan hati yang positif melahirkan energi yang positif pula. Hingga kini Yasya baru tau mengapa Reyna begitu kuat dengan kehidupannya yang cenderung membuatnya selalu sedih. Karena kebahagiaan yang ia dapat bukan dari keluarga, tapi dari orang-orang yang memang membutuhkan kebahagiaan itu dan ia mampu untuk membaginya.


Alhasil inilah Reyna yang sekarang, Reyna yang ceria dan tangguh. Gadis yang terlalu tersakiti namun bisa membahagiakan orang-orang disekitarnya. Yasya begitu bahagia bisa mengenal gadis sebaik Reyna.


***


"Saya berencana untuk memberikan donasi terhadap mereka dokter" kata Yasya yang kini berjalan di lorong ruang panti tersebut. Tak bisa dipungkiri bahwa ditempat tersebut terdapat ratusan anak yang tinggal disana. Seperti saat ini, tidak heran banyak anak yang berlari kesana-kemari disekeliling Yasya dan juga Martin yang kini tengah berbincang.


"Saya akan sangat berterimakasih jika anda bisa menyalurkan kebaikan. Hanya memberikan mereka senyuman dan semangat itu adalah hal yang begitu mulia, ditambah dengan kebaikan anda untuk menyisihkan sedikit materi untuk mereka. Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan anda dan dokter Reyna."


"Setelah melihat sendiri betapa bahagianya Reyna dok, saya jadi tersentuh dan ingin membagi kebahagiaan meski tidak dengan waktu yang saya miliki. Saya bisa sedikit membantu dengan materi dan Reyna dengan waktunya."


"Kalian adalah orang baik tuan Yasya, saya akan selalu mendoakan agar kalian berjodoh dan selalu bahagia" perkataan itu disambut hangat dengan senyuman dari Yasya. Ia juga berharap demikian, kebahagiaan sederhana ketika berada disamping Reyna adalah mimpinya.


Kini Yasya dapat melihat pemandangan itu, ketika mimpi Reyna kembali ceria. Ia berharap Reyna selalu tersenyum seperti itu. Yasya hanya melihat gadis itu yang kini dengan perhatian memberikan sebuah pelajaran sederhana kepada anak-anak yang tengah duduk disebuah tikar yang lumayan lebar. Dengan telaten dan ceria, ia menunjukkan betapa anggun dan baiknya ia.


Kini mata mereka saling bertemu, Yasya dengan senyumnya dibalas dengan Reyna yang begitu tersenyum hangat pada pria yang kini berdiri disamping Martin yang tengah juga memperhatikannya. Seketika Reyna mengalihkan pandangannya, ia merasa canggung jika Martin berada disana. Bukan apa tapi melihat dan mengingat sosok pria paruh baya yang dingin itu seperti hanya kepura-puraan semata.