The Secret Of My Love S2

The Secret Of My Love S2
Hari pernikahan



"Saya terima nikahnya Reyna Malik binti Reynaldi Malik dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!" suara itu terdengar lancar setelah Yasya melantunkan ijabnya dengan penghulu dihadapannya.


"Para saksi sah?"


"Sah!"


"Alhamdulillah" mereka bersama-sama menghembuskan nafas lega seraya memanjatkan doa untuk kedua mempelai yang kini sudah sah menjadi suami istri itu.


Reyna segera menyalami Yasya dan mengecup punggung tangannya. Begitupun dengan Yasya yang kini tersenyum seraya mengecup kening istrinya.


Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, kini Reyna seutuhnya menjadi milik Yasya. Mereka menyalami beberapa tamu yang hadir dengan senyuman mengembang pada wajah keduanya.


Namun senyuman Reyna tiba-tiba memudar kala Hengky kini menyalaminya dan memberikan senyuman tipis padanya.


"Selamat Rey" kata pria itu singkat membuat Reyna mengangguk dan membalasnya dengan senyuman canggung yang sama.


"Makasih Ky"


Gadis dengan gaun kebaya berwarna putih itu kini menatap Yasya yang sebelumnya menyenggol lengannya. Ia memberikan kode pada Reyna seolah tau keberadaan Hengky membuat gadis itu canggung.


"Kamu ada masalah ya sama Hengky?" bisik Yasya sambil masih menyalami para tamu yang memberikan selamat pada mereka.


"Salah paham aja kok" balas Reyna dengan senyumannya.


Setelah mereka selesai menyalami tamu, Reyna dan Yasya segera menuju ruangan ganti untuk mengganti riasan serta gaun. Kali ini mereka akan melakukan sesi pemotretan bersama dengan keluarga keduanya.


Setelah selesai berganti kini akhirnya mereka bisa berfoto bersama. Reyna yang cantik dengan gaun putih yang masih sama namun dengan rancangan renda dan bunga-bunga yang lebih mewah, serta Yasya yang memakai jas hitam dan kemeja putih dibaliknya. Reyna yang tadinya memakai sanggul kini hanya menggulung rambutnya membuat gadis itu tampak anggun dengan rangkaian bunga mawar ditangannya.


"Kamu cantik sayang" Reyna hanya bisa tersipu kali ini. Ia bahkan masih tak menyangka jika pria dihadapannya ini kini telah menjadi suami sahnya.


"Reyna! akhirnya lo nikah juga, gimana perasaan lo" tiba-tiba saja suara cempreng sahabatnya itu membuat Reyna membulatkan matanya. Untung saja sudah selesai bersesi foto, dari tadi Kanaya hanya sibuk bermesraan dengan Reyhan saja sampai lupa memberikan selamat padanya.


"Naya, lo kemana aja sih, sejak keluar dari tempat rias ngilang mulu" Kanaya hanya menggaruk tengkuknya. Mana mungkin ia mengatakan jika Reyhan tidak mau melepaskan dirinya dari tadi.


"Gue ada urusan tadi" kata Kanaya dengan cengengesan membuat Reyna memutar bola matanya malas.


Yasya kini memberikan kode pada istrinya itu untuk menemui beberapa tamu seraya membiarkan dua sahabat itu saling berkomunikasi.


"Maaf deh tadi emang ada urusan bentar, eh kesana yuk! Hengky juga dateng loh" kata Kanaya menunjuk seorang pria yang kini tengah berbincang-bincang dengan kakaknya. Mereka terlihat begitu akrab, sesekali bahkan Hengky tertawa ketika berbicara pada Zayn dan juga Reyhan.


"Tapi Nay?" Reyna tampak ragu, meskipun ia tak tau apa yang difikirkan oleh Hengky nantinya. Tapi ia masih merasa takut dan malu.


"Kak Reyhan udah jelasin semuanya kok ke Hengky. Jadi lo nggak perlu khawatir" Reyna menelan ludahnya kasar. Dengan langkahnya yang cepat, Kanaya menarik lengan gadis itu menuju ketiga pria yang kini masih betah bercengkrama itu.


"Hay!" sapa Kanaya yang tiba-tiba datang bersama dengan Reyna yang kini tersenyum kaku itu.


"Zayn, kayanya ada yang mau reunian nih, kita kedepan yuk!" ajak Reyhan yang tiba-tiba menarik lengan pria bule itu membuat pria itu berdecak kesal.


Reyhan tau, Hengky dan Reyna butuh waktu untuk bicara meskipun cuma sebentar. Walau bagaimanapun mereka adalah sahabat, tak mungkin mengalami kecanggungan ini yang berakhir lama.


"Maafin aku ya Rey" kata Hengky dengan wajahnya yang merasa bersalah itu. Reyna hanya bisa menatap pria yang kini menatap dirinya dan Kanaya secara bergantian itu.


"Nggak apa-apa kok Ky, lupain aja. Lagian kita masih temen kan?" senyum Reyna terpancar manis, mengingatkan Hengky akan Reyna yang dulu. Reyna yang selalu ceria dan manja dihadapannya. Kini Reyna menjadi gadis yang dewasa, bahkan sahabatnya itu kini sudah membuka lembaran baru.


"Hem! jadi gue sebagai sahabat dilupain nih?" Hengky dan Reyna kini beralih menatap Kanaya yang bersedekap dada melirik keduanya dan tertawa bersama.


"Ngomong-ngomong foto yuk, kita belum foto lo dari tadi" ajak Kanaya seraya mengeluarkan ponselnya dan mengajak kedua sahabatnya itu berfoto bersama.


Kini tiada lagi masalah diantara Hengky dan Reyna. Meskipun keduanya tidak membahas apa yang sebenarnya terjadi, namun keduanya sama-sama mengerti. Mereka saling berbincang seperti dulu lagi. Bahkan pria yang kini berdiri jauh dari gadis itu berdiri tersenyum melihat istrinya yang kini mulai kembali ceria dan menyelesaikan masalahnya satu persatu.


"Hey bro!" tepukan akrab dari kedua pria dibelakang Yasya membuat pria itu melirik dua saudara itu dengan tatapan malas. Siapa lagi kalau bukan Zayn dan Reyhan, pasti mereka mau membuat ulah lagi pada Yasya.


"Apaan?! inget ya, gue udah jadi adik ipar lo, nggak usah macem-macem" kata pria itu mengancam membuat kedua saudara itu terkekeh.


"Sensi amat pengantin baru, kita kan cuma mau bikin kesepakatan" kata Zayn membuat Yasya menatap keduanya dengan curiga.


Pandangan mereka tiba-tiba teralihkan begitu seseorang keluar dari dalam mobil yang tiba ditengah red karpet acara pernikahan Yasya dan Reyna. Tak hanya satu mobil, bahkan tiga mobil sekaligus. Rombongan itu keluar dari dalam mobil membuat orang-orang disana terpaku.


Reyna hanya bisa menelan ludahnya, ia membulatkan matanya tak percaya akan seseorang yang hadir dalam acaranya tersebut.