My First Kiss, Not My First Love

My First Kiss, Not My First Love
Penyanyi dadakan



Sebagai permulaan, ternyata Aji yang mendapat giliran pertama menyanyi. Austin memintanya untuk menyanyi lagu dangdut, tapi Aji menolaknya, dia bersikeras ingin memilih lagunya sendiri. Akhirnya setelah beradu mulut, Aji tetap pada pendiriannya. Dia menyanyi lagu Noah separuh aku sebagai pemanasan. Aji begitu menghayati lagu yang di bawakannya, walaupun suaranya tidak terlalu sampai pada nadanya, tapi dia cukup membuat yang lain bertepuk tangan.


Dan yang mendapat giliran kedua menyanyi adalah Siska, sama seperti Aji, dia tidak mau menyanyikan lagu yang di pilihkan Austin. Dia tetap pada pendiriannya seperti Aji. Kini Siska menyanyikan lagu Geisha lumpuhkan ingatan.


Para pendengar merasa tersentuh dengan lagu yang di bawakan oleh Siska, mereka melambaikan tangan ke atas bergoyang ke kanan dan ke kiri seperti para penonton bayaran di tv.


Siwan hanya menyaksikan dan menikmati lagu yang di bawakan para penyanyi dadakan tanpa terbawa arus kegilaan yang mereka lakukan.


Setelah Siska mendapat tepuk tangan yang meriah, kini giliran orang ketiga yang bernyanyi. Dan, dia adalah Austin.


" Oke, karena tadi pemanasannya sudah cukup, sekarang, mari kita bernyanyi dan berjoged bersama. Setuju.. " Ucap Austin.


" Setuju... " Jawab para wanita.


Kini Austin menyanyikan lagu Wali band, aku bukan bang toyib. Di temani oleh para wanita bernyanyi bersama sambil berjoged. Austin bak vokalis pria yang di temani para dancernya.


Setelah acara di meriahkan oleh Austin, kini giliran orang ke empat yang bernyanyi. Dia adalah Rayhan. Meskipun dengan sedikit malu - malu kucing, Rayhan tetap secara sportif mengikuti permainannya. Dia bernyanyi sesuai lagu pilihannya sendiri, yang berjudul more than words dari Extreme.


Saat Rayhan bernyanyi, dia sempat beberapa kali menatap Hanna, dan tentu saja Hanna menyemangatinya untuk tetap menyelesaikan lagu yang di bawakannya. Hal ini sempat membuat Siwan cemburu melihat interaksi keduanya.


Dan, setelah selesai dengan Rayhan, orang ke lima yang menyanyi adalah Hanna. Dia sempat bingung ingin menyanyi lagu apa, lalu seseorang merequest lagu padanya.


" Adele dong... " Ucap Patricia pada Hanna.


" Emh.. oke !!" Jawab Hanna.


Dia lalu mulai menyanyikan lagu Adele dengan judul One and only. Semua terlihat begitu menikmati lagu yang Hanna bawakan, terutama Siwan, dia senang melihat kekasihnya tampil percaya diri saat bernyanyi.


Setelah selesai, dengan lagu yang di bawakan oleh Hanna, kini yang terakhir giliran Patricia. Dia membawakan lagu dangdut berjudul Bang Jono dari Zaskia Gotik. Dan Mereka semua berjoged, kecuali Siwan dan Rayhan, mereka hanya duduk sambil menikmati camilan dan minuman. Eh.. tunggu, minuman jenis apa, bukannya Rayhan tidak pernah meminum jenis minuman beralkohol.


Tentu saja tidak, hanya Hanna dan Rayhan yang hanya minum jus segar disana. Yang lain sudah terlihat sangat mabuk, terutama Austin dan Patricia yang di kenal sebagai pasangan pemabuk ulung.


Selesai dengan lagu solo mereka, kini giliran mereka berduet, dan tim duet A di bawakan oleh Siska dan Rayhan, tim duet B Aji dan Patricia dan yang terakhir tim duet C Austin dan Hanna.


Tim A menyanyikan lagu milik Ari Lasso feat Bcl berjudul aku dan dirimu. Tim B menyanyikan lagu dangdut milik Evie Tamala feat Mansyur S berjudul kandas. Dan tim C menyanyikan lagu barat milik Pink and Nate Ruess berjudul just give me a reason sebagai penutup.


Setelah lelah berkaraoke, kini mereka memutuskan untuk pulang. Di antara mereka hanya Hanna dan Rayhan yang terlihat masih waras, yang lainnya, terutama Austin dan Patricia, mereka sudah benar - benar tak terkendali. Untuk menuju parkiran saja mereka di bopong oleh dua orang di sampingnya. Aji dan Rayhan membantu Austin berjalan, sedangkan Patricia di bantu oleh Hanna dan Siska, walaupun Siska terlihat sedikit mabuk, tapi dia masih bisa berjalan layaknya orang normal.


Sesampainya di basement, sudah ada dua orang pria yang menyambut mereka. Ternyata mereka di telepon oleh Siwan untuk menyetir mobil, atas permintaan Hanna, Siwan dan Aji di larang menyetir mobil karena mereka pun nampak mabuk meskipun hanya sedikit. Tadinya Rayhan yang akan menyetir salah satu mobil mereka, tapi karena kebingungan mencari supir untuk mobil Austin, makanya Siwan menelpon dua orang pegawainya untuk datang dan menjadi supir bagi mereka.


Austin, Aji dan Patricia pulang bersama dengan mobil milik Austin, sedangkan Siwan Hanna Rayhan dan Siska, mereka pulang dengan mobil milik Siwan.


Di dalam mobil, Rayhan duduk di samping pak supir, di tengah ada Siska sendirian dan di belakang, Siwan dan Hanna duduk bersama.


" Ahjussi, apa kau merasa pusing ?" tanya Hanna khawatir melihat kekasihnya dengan raut wajah seperti itu, lalu membantu memijat kepalanya.


" Sedikit. Tapi tidak apa, nanti juga hilang. " Lalu Siwan menyandarkan kepalanya di bahu Hanna.


" Setelah mengantarku nanti, langsung pulang ke rumah ya, awas jangan pergi kemana - mana lagi !!" seru Hanna.


Lalu Siwan menggenggam tangan Hanna, " iya, aku pasti langsung pulang. Aku sedang merasa sedikit lelah, akhir - akhir ini terlalu banyak pekerjaan, chagiya, besok siang aku akan terbang ke Seoul. " Ucap Siwan.


" Apa ada pekerjaan penting ?" tanya Hanna.


" Iya, adikku sedang kesulitan mengelola perusahaan, ada sedikit kendala, dia meminta bantuanku untuk mengatasinya. Tunggulah aku sampai kembali kesini, aku pastikan tidak akan lama disana. " Pinta Siwan lalu mencium punggung tangan kekasihnya.


" Hati - hati ya, nanti disana jangan terlalu banyak minum, dan kau masih ingat pesanku dulu kan?" tanya Hanna.


" Iya, tentu saja. Aku akan selalu mengingatnya. " Jawab Siwan lalu tersenyum dan memejamkan matanya.


Terlihat dari kaca spion, Rayhan dan sang supir sedang memperhatikan mereka dari depan. Sang supir terlihat tersenyum sendiri melihat Siwan yang dia kenal, yang kini nampak berbeda, dia pikir sepertinya Siwan sedang mabuk berat, hingga dia bisa tunduk pada seorang wanita kali ini.


Namun, Rayhan, dia nampak kesal melihat kemesraan mereka di belakang. Dan Siska, sepertinya dia tertidur tak sadarkan diri.


Sesampainya di depan gerbang kostan, Hanna pamit pada Siwan, dia menyuruhnya untuk segera pulang saja, dia dan Rayhan akan mengantarkan Siska sampai ke dalam kamar kostnya. Dan karena Siwan memang sudah tidak kuat ingin beristirahat, dia pun menuruti permintaan kekasihnya itu.


Setelah mobil Siwan pergi, kini giliran Hanna dan Rayhan yang membopong Siska menuju kamar kostnya. Dan, setelah menidurkan Siska di dalam kamar, Rayhan dan Hanna mengobrol sebentar di luar kamar Siska.


" Han, apa kalian masih baik - baik saja?" tanya Rayhan.


" Maksudnya ?" Hanna nampak belum mengerti ucapan Rayhan.


Kini mereka sedang duduk berdua di sofa ruang tv milik Siska.


" Kamu dan kak Wan, kalian baik - baik saja kan?" tanya Rayhan.


" Kami baik - baik saja, dari luar kami terlihat baik - baik saja, tapi, sebetulnya A, entah sampai kapan kami mempertahankan hubungan ini. Kami masih belum menemukan solusi, tapi kami belum siap untuk berpisah. Rasanya sakit A, Hanna bener - bener udah terlanjur cinta dan sayang sama dia. " Hanna nampak sedih.


Rayhan merangkul pundak Hanna, dan mengelus - elus rambutnya, " Aa kan sudah pernah peringatkan kamu Han, pada akhirnya kamu sendiri yang terluka, cinta tidak selamanya harus memiliki Han. Tolong jangan sampai kamu terpuruk gara - gara hal ini. " Ucap Rayhan.


" Entahlah, Hanna masih belum bisa memikirkan apa yang akan terjadi pada Hanna nanti. Semua terserah takdir, aku hanya berusaha mencoba menjalaninya sesuai takdir. A, bisakah kau tetap di samping Hanna, walau hanya untuk sekedar mengingatkan dan memberi semangat, hanya A Rey yang sudah Hanna anggap sebagai seorang kakak, disini, hanya A Rey orang terdekat yang Hanna miliki." Pinta Hanna pada Rey.


" Kakak, kau menganggapku sebagai seorang kakak?" Rayhan nampak terlihat sedikit kecewa. " Baiklah, lagi pula, aku tidak pernah pergi kemana - mana, aku tetap disini Han. " Ucap Rayhan.


Di dalam hati bahkan Rayhan berkata, " aku masih disini, aku menunggumu, selalu di sampingmu, tanpa kau sadari sekalipun, aku tidak akan pernah pergi. "